
"Daddy tidak hilang... Daddy Boy sedang bekerja saat ini." Koreksi Mama Lita.
Wajah Boy nampak bingung. "Keja cali uang, Nek?" Tanyanya.
"Ya. Daddy sedang bekerja mencari uang untuk membelikan Boy mainan." Ucap Mama Lita.
"Mainan Boy?" Tanya Boy.
Mama Lita pun mengangguk sebagai jawaban.
"Lama keljanya. Lama pulangnya." Ucap Boy dengan bibir mengerucut. Boy terlihat lebih senang bertemu dengan Kevin dibandingkan dibelikan mainan.
"Sebentar lagi Daddy pasti pulang. Boy tunggu saja ya." Mama Lita mengusap sayang kepala Boy.
"Ya, Nek." Jawab Boy lalu menjatuhkan wajahnya di pundak Mama Lita.
Mama Lita menghela nafasnya sambil mengusap kepala Boy. Dimana Kevin saat ini, kenapa dia tidak juga mengunjungi Boy dan Queen? Tanya Mama Lita dalam hati.
Sementara di negara yang berbeda Kevin nampak duduk terdiam di balkon tempat penginapannya dengan pemikiran yang selalu tertuju pada sosok kecil yang kini tengah merindukannya. "Daddy sangat merindukanmu, Boy." Ucap Kevin dengan pelan. Kevin mengusap wajahnya dengan kasar lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Sudah satu minggu ia berada di luar negeri untuk bekerja demi kesejahteraan perusahaannya. Dan selama itu pula Kevin harus menahan rasa rindunya yang terasa berat dengan putranya tanpa mengetahui jika putranya juga sangat merindukannya.
"Besok kita sudah bisa pulang." Suara Marvel memecahkan keheningan di sekitarnya. Kevin menoleh, menatap Marvel dengan tatapan penuh tanya.
"Sekretarismu baru saja menelfonku dan mengabari jika Tuan Gilbert sudah menandatangani surat pengajuan kerja kerja sama dari perusahaanmu." Ucap Marvel.
"Apa?" Kevin menegakkan tubuhnya. "Kenapa dia tidak langsung menghubungiku?" Tanya Kevin.
Lidah Marvel berdecak. "Lihat saja ponselmu." Titah Marvel.
Kevin pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Lidahnya pun turut berdecak saat melihat ponselnya yang tengah mati karena kehabisan daya. "Aku lupa menchargenya." Ucap Kevin.
"Itulah akibat jika kau sering bermenung." Marvel membalikkan tubuhnya lalu kembali masuk ke dalam kamar. Pun dengan Kevin yang turut bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk mengisi daya ponselnya.
"Jadi bagaimana, besok kau sudah siap mendatangi Queen dan Boy?" Tanya Marvel yang tengah duduk di sofa sambil memperhatikan kegiatan Kevin.
"Tentu saja aku akan menemuinya." Jawab Kevin seadanya.
"Aku kira kau tidak berani untuk menemuinya setelah selama ini selalu gagal mencari keberadaannya." Cibir Marvel.
"Kau tahu jelas apa yang terjadi selama ini." Ucap Kevin.
"Ya, ya. Andai saja kau menerima tawaran kami saat itu mungkin semua tidak akan terlambat seperti ini. Queen pergi meninggalkanmu, kalian akhirnya bercerai dan..." Marvel menggantung ucapannya.
"Sudahlah, jangan membahas yang sudah lalu." Ucap Kevin.
"Aku tidak pernah menyesal untuk hal yang sudah berlalu." Ucap Kevin.
Marvel mengangguk saja. Ia pun bangkit dari duduknya. "Aku pergi dulu. Kabari aku jika kau membutuhkan bantuanku." Ucap Marvel.
Kevin diam sambil menatap kepergian Marvel dengan tatapan datarnya. Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat bersyukur memiliki teman seperti Marvel, Dio dan Daniel yang selalu ada di sampingnya bagaimana pun kondisinya. "Terimakasih." Ucap Kevin pada Marvel setelah pintu kamar sudah tertutup.
Setelah kepergian Marvel, Kevin pun segera membereska barang-barangnya tanpa menunggu bantuan asistennya lebih dulu. Saat ini ia sungguh merasa tidak sabar untuk kembali ke kota dan bertemu kembali dengan anaknya. "Boy... tunggu Papa kembali." Ucapnya dengan tersenyum tipis.
*
"Apa? Kau ingin kembali malam ini?" Marvel dibuat terkejut mendengar ucapan Kevin saat baru saja masuk ke dalam kamar penginapan Kevin.
"Ya. Aku memutuskan untuk kembali malam ini. Lagi pula urusanku di sini sudah selesai dan aku tidak ingin membuang waktu untuk bertemu anakku." Jawab Kevin.
Marvel menggelengkan kepalanya. "Tapi aku masih ingin tetap di sini sampai besok. Aku sudah ada janji dengan wanita incaranku untuk sarapan pagi bersama esok hari." Ucap Marvel.
"Terserah kau saja. Lagi pula aku tidak mengajakmu untuk ikut denganku." Ucap Kevin.
"Ck." Marvel meninju udara karena kesal mendengar ucapan Kevin.
"Sekarang kembalilah ke kamarmu karena aku akan berangkat ke bandara. " Ucap Kevin.
"Kau mengusirku?" Marvel semakin dibuat kesal.
Kevin pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa bersalah. "Terimakasih atas bantuanmu selama ini." Ucap Kevin.
"Aku pikir kau sudah melupakan jasaku selama ini." Ucap Marvel sedikit lebay.
Kevin diam tanpa menjawab.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kabari aku jika kau sudah sampai." Ucap Marvel.
"Aku pasti mengabarimu." Jawab Kevin mengakhiri percakapan mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.