Queenara

Queenara
Keturunan Zeline



Boy tersenyum memperlihatkan deretan giginya pada Marvel. Dio pun turut memuji ketampanan Boy hingga membuat Boy tertawa karenanya.


"Ayo duduk dulu, Kev, Queen." Ucap Daniel setelah mereka saling berjabat tangan.


Kevin dan Queen mengangguk sebagai jawaban.


"Mommy... mana Tak Jel?" Tanya Boy pada Queen karena tidak melihat keberadaan Zeline di antara mereka.


"Kau mencari keberadaan Zeline, jagoan?" Tanya Marvel yang mendengar pertanyaan Boy.


"Mana Tak Jel, Om?" Tanya Boy pada Marvel dengan suara cadelnya.


"Apa kau merindukan Kak Zel?" Bukannya menjawab, Marvel justru menggoda keponakannya itu.


Boy pun mengiyakan dengan wajah polosnya hingga membuat Marvel dan Dio tertawa-tawa karenanya.


"Kenapa aku meresa ada cinta lokasi di antara para bocil saat ini?" Kelakar Marvel yang dibalas Dio dengan tertawa semakin keras.


Boy menatap Marvel dan Dio yang sedang tertawa dengan wajah bingungnya. Sedangkan Daniel dan Kevin menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabat mereka.


"Kalian selalu saja berbicara sembarangan ." Ucap Daniel.


"Kami tidak sembarangan berbicara. Kami mengatakan sebuah fakta." Kilah Dio lalu kembali tertawa. Marvel pun turut tertawa karenanya.


"Mommy... Tak Jel mana?" Boy mulai merengek pada Queen karena tak kunjung melihat keberadaan Zeline.


"Kak Zeline masih berada di dalam kamar bersama adik Ziko. Sebentar lagi Kak Zel juga akan turun, Boy." Jawab Daniel.


"Tak Jel tulun?" Tanya Boy.


Daniel pun mengangguk sebagai jawaban.


Tak berselang lama, suara cempreng khas Zeline yang berasal dari arah tangga menghentikan suara tawa Marvel dan Dio.


"Adik Boy?" Pekik Zeline dari anak tangga.


"Tak Jel!" Boy pun turut berteriak memanggil nama Zeline.


"Zeline, jangan turun terburu-buru." Naina memperingati putrinya yang menuruni tangga dengan tergesa-gesa.


"Baik, Mama." Jawab Zeline lalu memperlambat langkahnya.


Naina tersenyum menatap Queen dan Kevin yang kini tengah menatapnya. Ia pun melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga sambil menggendong Ziko.


"Adik Boy? Kau sudah datang ganteng?" Zeline berlari ke arah Boy.


Boy pun memberontak dalam pangkuan Kevin meminta diturunkan. Setelah Zeline berada di hadapannya, Boy nampak tersenyum malu menatap pada Zeline yang kini tengah tersenyum manis padanya.


"Akhirnya kau datang juga." Ucap Zeline dengan gaya centilnya.


"Zeline sayang... ayo duduk dulu." Ajak Naina pada Zeline.


Zeline mengangguk lalu meminta Daniel untuk memangkunya. Sedangkan Naina kini duduk sambil memangku Ziko setelah bersalaman dengan Queen dan Kevin.


"Mamah, itu Boy." Bisik Ziko pada Naina sambil menatap Boy yang duduk di pangkuan Kevin.


"Benar, itu adalah Boy. Anak Om Kevin dan Tante Queen." Jawab Naina.


"Zi main bola sama Boy." Ucap Ziko sedikit tidak jelas.


"Ziko ingin bermain bola dengan Boy?" Tanya Naina memperjelas ucapan putranya.


Ziko menggelengkan kepalanya. "Zi main bola sama Boy." Ucapnya lagi.


"Maksudnyq, Ziko kemarin bermain bola bersama Boy di area bermain di dalam mall, Nai." Jawab Marvel yang mengerti ucapan Ziko.


"Apa?" Naina dibuat bingung. Marvel pun menjelaskan jika beberapa waktu yang lalu saat mereka tengah mengajak Zeline dan Ziko bermain di mall, mereka tidak sengaja bertemu dengan Boy hingga akhirnya membuat Zeline, Ziko dan Boy bermain bersama. Naina pun mengangguk paham setelah mendengarkan penjelasan Marvel.


"Bukannya Zel sudah menceritakannya sama Mama?" tanya Zeline dengan wajah bingung pada Naina.


Naina tersenyum kaku menjawab pertanyaan Zel. Karena waktu itu ia tidak terlalu fokus mendengar perkataan Zeline karena Daniel yang terus menggodanya untuk bermain bersama di kamar mereka.


"Papah... Zel ingin bermain bersama Boy dan adik." Ucap Zeline pada Daniel.


"Daddy... main sama Tak Zel." Boy pun ikut merengek pada Queen.


Marvel dan Dio kembali saling pandang dan tertawa kecil bersamaan.


"Sepertinya Boy dan Zeline sudah tidak sabar untuk bermain bersama. Sebaiknya Naina dan Queen membawa anak-anak bermain di ruangan keluarga." Saran Marvel sambil menahan tawa.


"Baiklah, kalau begitu ayo Queen, kita ajak anak-anak bermain di ruang tengah." Ajak Naina pada Queen.


Queen pun mengangguk mengiyakan. Setelah mendapatkan persetujuan dari Kevin, Queen segera mengambil Boy dan membawanya mengikuti Naina ke ruangan keluarga.


"Aku tidak menyangka jika kecentilan Zel akan turun kepada Boy." Kelakar Marvel.


"Kau benar. Bisa saja karena kedua orang tua mereka tidak jadi berjodoh, merekalah yang menggantikan orang tuanya untuk berjodoh." Timpal Dio lalu tertawa-tawa.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.