
"Bisakah aku menjawabnya tidak di sini?" Jawab Marvel penuh maksud.
Dara menangkap maksud ucapan Marvel. Ia pun dengan cepat mengangguk mengiyakan ucapan Marvel. "Kita ke ruangan Kakak saya." Ajak Dara.
Marvel mengiyakannya. Dara pun berjalan lebih dulu ke arah lift sambil memegang tangan Zeline untuk turun ke lantai ruangannya berada. Marvel pun mengikuti langkah Dara dari belakang.
Sesampainya di ruangan Dara, Dara langsung menatap penuh selidik pada Marvel seakan menuntut jawaban.
"Apa Kakak begitu penasaran dengan jawabanku?" Kelakar Marvel.
"Kakak sedang tidak ingin bercanda, Marvel." Tekan Dara.
Marvel menganggukkan kepalanya. "Baiklah, baiklah. Aku akan menjawabnya." Ucap Marvel.
"Jadi?" Tanya Dara.
"Tapi sebelum aku menjawab, aku harap Kakak bisa menjaga rahasia ini dengan baik. Jangan sampai Kakak membocorkannya pada Tante Hasna atau yang lainnya." Ucap Marvel tak ingin ambil risiko.
Dara mengangguk saja. Sedangkan Zeline yang berada di sampingnya hanya diam sambil menatap pada Marvel.
"Aku datang ke sini karena aku sedang mengikuti seorang wanita." Jawab Marvel.
"Mengikuti seorang wanita? Apa maksudmu?" Tanya Dara.
Marvel pun menjelaskan dengan rinci siapa wanita yang diikutinya dan apa tujuannya. Dan
setelah mendengarkan jawaban Marvel, Dara pun mengangguk paham.
"Jadi wanita yang sedang kau ikuti itu adalah Windi. Anak dari pasien yang sedang dirawat di rumah sakit ini." Ucap Dara lalu menganggu-anggukkan kepalanya.
"Ya, begitulah, Kak." Ucap Marvel.
"Lalu kenapa kau mengikutinya sambil membawa Zeline?" Tanya Dara.
"Itu karena Zeline meminta ikut denganku, Kak." Jawab Marvel lalu menjelaskan jika tadi pagi ia sempat ditugaskan menjadi babysister Zeline, Ziko dan Boy. Mendengarkan penjelasan Marvel membuat Dara tertawa saat membayangkan bagaimana Marvel dan Dio saat menjaga kedua keponakannya itu dan juga anak Kevin dan Queen.
Dara pun seketika menghentikan tawanya. "Baiklah, baiklah. Jadi sekarang niatmu mengikutinya agar kau mengetahui bagaimana kesehariannya begitu?" Tanya Dara.
Marvel menganggukkan kepalanya. "Ya, seperti itulah, Kak." Jawab Marvel.
"Dan kau juga ingin mengetahui bagaimana keadaan Ayah wanita itu saat ini bukan?" Tanya Dara.
Marvel pun kembali mengangguk mengiyakan.
"Jika kau ingin, Kakak bisa membantumu dengan mengirimkan pesan padamu bagaimana keadaan Ayah Windi setiap harinya." Tawar Dara.
"Oh, benarkah, Kak?" Marvel tersenyum senang mendapatkan tawaran menggiurkan dari Dara.
"Ya, tentu saja. Tapi itu semua tidak gratis." Ucap Dara penuh maksud.
"Maksud Kakak?" Tanya Marvel yang mulai curiga dengan gerak-gerik Dara.
"Kau harus membayar jasa Kakak dengan mau menjadi baby sister untuk kedua anak Kakak, Farhan dan Fahri." Jawab Dara.
"Uhuk." Marvel hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Dara. "Apakah tidak ada bayaran lain, Kak? Aku bisa mengirimkan beberapa digit uang ke dalam rekening Kakak contohnya." Tawar Marvel. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya ia dan Dio nantinya jika sedang menjaga Farhan dan Fahri yang nakalnya sudah melewati batas rata-rata.
"Tidak. Bahkan jika kau ingin Kakak bisa membuatmu semakin dekat dengannya." Tawar Dara lagi.
Marvel diam dan berfikir. Jujur saja ia cukup membutuhkan bantuan Dara untuk mencari informasi tentang kondisi Ayah Windi. Namun untuk berdekatan dengan Windi, ia masih bisa mengusahakannya sendiri.
"Jadi bagaimana? Malam nanti kau sudah bisa mendapatkan informasi itu." Ucap Dara lagi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.