
Papa Adam terdiam dengan wajah datarnya. Melihat ekspresi Papa Adam membuat Mama Lita kembali angkat bicara. "Jangan terlau keras pada Queen, Pah... ingatlah jika dia adalah anak kita satu-satunya. Jangan sampai karena sikap keras Papa membuat kita kembali kehilangan Queen. Mama benar-benar tidak sanggup jika Queen kembali pergi dari hidup kita, Pah..." ucap Mama Lita memohon pada Papa Adam.
"Jangan berbicara seperti itu, Mah... Papa juga tidak akan sanggup jika Queen kembali pergi karena kesalahan Papa." Jawab Papa Adam.
Mama Lita seketika melebarkan semyumamnya mendengarkan ucapan Papa Adam. Entah mengapa saat ini melihat ada sesuatu yang baik dari dalam diri Papa Adam untuk kelanjutan hubungan Queen dan mantan menantunya.
"Mama tahu Papa hanya ingin yang terbaik untuk Queen. Tapi terkadang apa yang kita anggap baik belum tentu dianggap baik untuk Queen. Queen sudah dewasa dan dia pasti sudah mengerti jalan mana yang terbaik untuk dirinya dan juga anaknya." Tutur Mama Lita.
Papa Adam mengangguk membenarkan ucapan Mama Lita. "Papa tahu itu. Tapi bagaimana pun juga Papa tidak bisa semudah itu membiarkan anak kita kembali masuk ke dalam kesalahan yang sama. Papa ingin memastikan lebih dulu jika apa yang menjadi pilihan Queen benar-benar yang terbaik untuknya." Jawab Papa Adam.
***
Di apartemen Kevin malam itu, Dio dan Marvel nampak memasuki apartemen Kevin tanpa menunggu dibukakan pintu lebih dulu karena mereka sudah mengetahui password apartemen Kevin yang tidak pernah Kevin ganti sejak dulu.
"Dimana Kevin?" Tanya Dio pada Marvel karena tidak melihat keberadaan Kevin di ruang tamu.
"Mungkin dia ada di kamarnya." Jawab Marvel.
Dio melangkah ke arah kamar Kevin lalu membuka pintu kamar. "Tidak ada siapa-siapa di dalam kamar." Ucap Dio.
Marvel pun melangkah ke arah balkon apartemen yang menjadi tempat satu-satunya dimana Kevin berada. Di belakangnya Dio nampak mengikutinya sampai ke pintu balkon.
Marvel dan Dio terdiam di tempatnya melihat Kevin yang sedang termenung sambil menatap lurus ke depan.
"Ada apa dengannya?" Bisik Dio di telinga Marvel.
Marvel mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu. Mereka pun memilih untuk melihat Kevin yang sedang termenung untuk beberapa saat.
Sedangkan Kevin kini sedang termenung saat mengingat pertemuannya tadi bersama Boy yang selalu membuatnya merasa bersalah karena harus meninggalkan anaknya dalam keadaan menangis tidak rela jauh darinya.
"Jika aku bisa aku tidak akan melewatkan waktu sedetik pun untuk selalu berada di sisi Boy." Gumam Kevin lalu menundukkan pandangannya. Bayangan putra mungilnya yang sedang bermain sambil tertawa pun selalu terlintas di benaknya yang membuatnya bertambah rindu dengan putranya itu.
"Jika kau ingin terus bersama dengan putramu maka ku harus cepat kembali menikahi ibunya. Kau bukan hanya selalu bersama Boy namun juga bersama wanita yang kau cintai." Ucap Marvel yang tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya.
Kevin nampak terkejut melihat keberadaan para sahabatnya di sana. "Marvel? Dio?" Ucap Kevin.
Marvel dan Dio mendaratkan bokongnya di kursi kosong yang berada tidak jauh dari Kevin.
Kevin menatap kedua sahabatnya secara bergantian. "Sejak kapan kalian ada di sini?" Tanya Kevin tanpa menjawab ucapan Marvel dan Dio.
"Cukup lama untuk memperhatikan lamunanmu." Kelakar Marvel.
Lidah Kevin berdecak. Pandangannya pun kembali beralih menatap lurus ke depan.
"Kau harus mempertimbangkan ucapan kami." Ucap Marvel pada Kevin.
"Aku tahu itu. Aku sudah memikirkan cara keluar dari permasalahanku saat ini." Jawab Kevin tanpa menata Marvel.
"Cara seperti apa yang kau maksud?" Marvel nampak penasaran dengan ucapan Kevin.
"Aku tidak bisa mengulur waktu lebih lama. Secepatnya aku akan datang menemui kedua orang tua Queen." Ucap Kevin dengan tegas.
Marvel dan Dio tertegun mendengarnya. "Maksudnya kau akan datang ke hadapan Om Adam dan meminta Queen kembali menjadi istrimu?" Tebak Marvel.
Kevin mengangguk pasti. "Aku tidak bisa mengulur waktu dengan menunggu perintah dari Queen. Aku tidak perduli bagaimana tanggapan Papa dengan kedatanganku nanti." Ucap Kevin.
"Kau yakin akan menghadapi Papa Adam tanpa Queen?" Tanya Marvel meragu terlebih ia dapat melihat sendiri reaksi tidak suka Papa Adam pada Kevin.
"Aku yakin. Tidak ada satu pun yang aku takuti jika itu untuk keluargaku. Sudah cukup lama aku, Boy dan Queen terpisah. Sudah saatnya aku berjuang untuk membuat mereka kembali kepadaku walau rintangan berat sudah terlihat jelas di hadapanku." Ucap Kevin.
"Kapan kau akan menemui Om Adam?" Tanya Marvel.
"Besok. Besok pagi aku akan datang menemui kedua orang tua Queen."
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.