Queenara

Queenara
Boy anakku



Di ambang pintu Tuan Alex beserta istrinya selaku Tuan rumah nampak menyambut kedatangan mereka. "Silahkan masuk, Tuan Adam, Tuan Mirza." Ucapnya.


Papa Adam dan Mirza mengangguk mengiyakan ucapan Tuan Alex. Suasana di dalam rumah Tuan Alex sudah nampak ramai dengan kehadiran rekan bisnis mereka.


"Tulun." Boy yang sudah merasa tidak nyaman digendong pun meminta untuk diturunkan. Dan terpaksa Papa Adam pun menurunkannya karena Boy terus memberontak di dalam gendongannya.


Papa Adam pun memegang tangan Boy berjalan ke arah rekan bisnisnya yang sedang berkumpul. Namun baru beberapa langkah ia berjalan Boy menghentikan langkahnya saat melihat sosok yang sedang berbincang dengan Daniel di sudut ruangan.


"Kakek lepas." Ucapnya sedikit tidak jelas namun dapat dimengerti oleh Papa Adam.


Setelah tangannya terlepas dari Papa Adam, Boy pun segera berlari ke arah sosok yang sudah berhasil mencuri perhatiannya.


"Daddy... Daddy." Ucapnya sedikit keras sambil menunjuk ke arah Daniel dan teman-temannya berada.


"Boy..." kedua mata Papa Adam membola sempurna saat melihat Boy yang tengah berlari ke arah orang yang sangat dikenalinya. Pun dengan Mirza yang sangat terkejut melihat pergerakan Boy.


Papa Adam pun berusaha menghentikan langkah Boy namun Boy semakin cepat berlari ke arah sosok yang tidak menyadari keberadaannya.


Daniel dan teman-temannya yang tidak terlalu mendengar suara Boy terus melanjutkan cerita mereka hingga pembicaraan itu seketika terputus saat sosok mungil Boy sudah memeluk kaki Kevin.


"Its my Daddy!" Ucapnya dengan keras sambil memeluk kaki pria yang ia yakini sebagai Daddynya.


"Daddy?" Ulang Daniel, Marvel dan Dio berbarengan. Sementara sang pemilik kaki kini nampak tertegun melihat Boy yang tengah memeluk kakinya sambil menyebutkan jika ia adalah ayahnya.


"Kev..." ucap Daniel menuntut jawaban dari Kevin. Pun dengan orang-orang di sekitar mereka saat ini menatap Kevin dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Daddy..." Boy mengangkat kepalanya menatap pada Kevin yang hanya diam. Pandangan mereke pun bertemu yang membuat jantung Kevin berdetak lebih cepat. Perasaan hangat pun mulai menusuk ke dalam relung hatinya melihat wajah polos dan tampan Boy.


"Boy..." suara Papa Adam yang terdengar serak memanggil Boy membuat Kevin menatap ke arah Papa Adam dan betapa terkejutnya Kevin melihat Papa Adam dan Mirza yang kini berada di dekatnya sambil memanggil nama Boy.


"Daddy... Daddy..." Boy mulai menangis karena merasa diabaikan oleh Kevin.


"Bo-boy..." lirih Kevin dengan suara bergetar.


"Hua... Daddy..." Boy semakin menangis karena Kevin terlalu lama mengabaikannya.


"Boy, kemarilah!" Papa Adam berupaya mengambil Boy namun Kevin dengan cepat mengangkat tubuh Boy dan memangkunya.


"Apa kau memikirkan apa yang sedang aku pikirkan?" Tanya Marvel pada Dio. Sementara Daniel sudah mendapatkan jawaban dari ucapan Boy mengingat ucapan Mama Hasna kemarin.


"Tentu saja." Jawab Dio lalu kembali menatap pada Kevin.


"Daddy Boy..." tangan mungil Boy terangkat mengelus wajah tampan Kevin yang terlihat datar dan dingin.


Kevin menatap Boy dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Sudah dapat ia pastikan siapakah balita yang ada di pangkuannya saat ini tanpa ia bertanya pada Papa Adam yang tengah menatapnya garang saat ini. Kevin cukup mengandalkan hati dan matanya untuk mengenali siapakah Boy.


"Boy? Namamu adalah Boy?" Tanya Kevin. Suara masih terdengar sedikit bergetar. Dapat dilihat jika Kevin benar-benar terkejut saat ini.


"Ya. Boy..." ucap Boy dengan tersenyum lebar hingga menampakkan deretan giginya.


"Boy... ayo sini sama Kakek." Papa Adam menahan suaranya karena tak ingin mereka semakin menjadi pusat perhatian orang-orang saat ini.


"Nda mau... mau Daddy Boy!" Ucap Boy menolak.


Jantung Kevin semakin berdetak dengan kencang mendengar ucapan Boy yang terdengar begitu menyedihkan di telinganya.


"Biarkan Boy bersamaku, Pah..." ucap Kevin yang masih memanggil Papa Adam dengan sebutan Papa walau statusnya saat ini sudah berubah.


Kedua tangan Papa Adam terkepal. Jika tidak mengingat dimana mereka saat ini, Papa Adam tidak akan segan mengambil paksa Boy dari Kevin karena ia tidak rela melihat Boy dengan gampangnya menerima Kevin sebagai Daddynya.


"Ehe... Daddy..." Boy mulai tertawa sambil menepuk pipi Kevin.


"Anak Daddy..." Kevin tak lagi memperdulikan tatapan Papa Adam dan lebih memilih mendekat tubuh Boy dengan erat. "Boy anakku..." lirih Kevin dan dengan air mata yang semakin menggenang di pelupuk matanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.