Queenara

Queenara
Menyusul dirinya



Setelah sampai di halaman samping, Queen kembali dibuat bingung karena tidak melihat keberadaan Boy di sana. "Dimana Boy? Dimana anakku?" Gumam Queen. Karena merasa cemas dengan keberadaan putranya, Queen pun berteriak memanggil Mama Lita dan Papa Adam.


"Mama... Papa..." panggil Queen dengan sedikit keras.


Mama Lita dan Papa Adam yang sedang berada di dalam ruangan baca pun segera keluar dari dalam ruangan saat mendengar Queen memanggil nama mereka.


"Queen? Ada apa ini? Kenapa kau berteriak?" Tanya Mama Lita merasa bingung.


"Mamah... dimana Boy? Kenapa Queen tidak melihat Boy dimana-mana?" Tanya Queen dengan wajah panik.


"Boy?" Mama Lita mengulang ucapan Queen.


"Dimana Boy, Mah?" Tanya Queen merasa tak sabar.


"Tenanglah, sayang... Boy tadi dibawa Kevin ke apartemennya karena Boy tidak mau ditinggalkan saat Kevin berpamitan untuk pulang dari rumah kita." Ucap Mama Lita lalu menjelaskan kedatangan Kevin ke rumah mereka yang membuat Queen terkejut mendengarnya.


"A-apa? Kevin datang ke rumah kita?" Ucap Queen terbata dan merasa tak percaya.


"Iya, Sayang." Jawab Mama Lita dengan tersenyum.


Queen menatap wajah Papa Adam yang kini terlihat datar tanpa ekspresi. "Papah... apa Papa bersikap buruk pada Kevin saat dia datang ke rumah kita tadi?" Tanya Queen merasa awas. Terlebih Queen tahu jika Papa Adam menaruh rasa tidak suka pada Kevin yang berstatus sebagai mantan suaminya itu.


"Apa kau terlalu mengkhawatirkan pria itu?" Tanya Papa Adam.


"Tentu saja, Pa. Bagaimana pun juga Kevin tetaplah ayah kandung dari Boy. Queen tidak ingin Papa bersikap buruk padanya karena kesalahpahaman di antara kami." Ucap Queen.


Papa Adam tersenyum miring. "Kau bahkan lebih memperdulikannya dibanding dengan Papamu sendiri." Cibir Papa Adam.


"Bukan begitu, Pah..." lirih Queen.


"Papa memperlakukannya layaknya perlakuannya pada Papa." Ucap Papa Adam lalu pergi meninggalkan Queen dan Mama Lita.


"Sudahlah, Queen... Papa tidak apa-apa." Ucap Mama Lita menenangkan Queen.


"Queen merasa tidak enak dengan Papa, Mah..." lirih Queen.


"Sudahlah... lebih baik sekarang kau menyusul Boy ke apartemen Kevin. Bukankah kau tadi mencari keberadaan putramu, hem?" Tanya Mama Lita.


Queen mengangguk membenarkan ucapan Mama Lita. "Tapi sebelumnya apa Papa bersikap buruk pada Kevin tadi, Mah? Dan apa tujuan Kevin datang ke rumah ini, Mah?" Tanya Queen merasa penasaran. Terlebih ia merasa tak percaya Papa Adam mau melepaskan Boy dibawa begitu saja oleh Kevin.


Mama Lita hanya tersenyum menanggapi ucapan Queen. "Pergilah jumpai Kevin dan temukan jawabannya di sana." Ucap Mama Lita tak ingin mengatakan fakta yang terjadi.


Queen menghembuskan nafas kasar di udara. "Baiklah, Mah. Kalau begitu Queen ingin menyusul Boy dulu ke apartemen Kevin." Pamit Queen.


Mama Lita mengangguk lalu mengantarkan Queen ke depan rumah untuk berangkat ke apartemen Kevin.


*


Setelah tiga puluh menit perjalanan melewati jalanan yang cukup macet sore itu, akhirnya mobil Queen pun sampai di apartemen Kevin. Queen segera keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju pintu masuk apartemen.


Ia melangkah dengan tergesa-gesa setelah berada di lantai apartemen Kevin berada. Setelah berada tepat di depan pintu apartemen Kevin, Queen pun segera menekan bel apartemen.


"Kenapa tidak ada jawaban dari dalam?" Gumam Queen. Ia pun memilih menunggu Kevin membukakan pintu untuknya tapi tak membuahkan hasil karena sudah sepuluh menit berdiri di depan pintu apartemen, Kevin tak kunjung keluar dari dalam apartemennya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.