
Kevin tersenyum tipis. "Tidak ada yang membuat saya tidak berani datang ke sini lagi, Pah." Jawab Kevin tenang.
Papa Adam menarik salah satu sudut bibirnya. "Benarkah?" Tanya Papa Adam dengan sinis.
"Tentu saja, Pa." Jawab Kevin. Ia masih menampilkan senyuman tipisnya walau tatapan Papa Adam tidak bersahabat padanya.
Papa Adam kembali diam namun tak melepas pandangannya dari Kevin. Dapat ia lihat jika Kevin sama sekali tidak menaruh rasa takut padanya selain rasa hormat dan sopan padanya.
Kevin memutus pandangannya dari Papa Adam dan menatap ke arah sekitar seperti mencari sesuatu yang sejak tadi ia harapkan kehadirannya.
"Boy masih tidur di dalam kamarnya." Ucap Papa Adam yang seolah mengerti arti pencarian Kevin.
Kevin kembali menoleh pada Papa Adam. "Tumben sekali Boy belum bangun?" Tanya Kevin merasa bingung.
"Tadi malam Boy tidak tidur dengan tenang dan sering terjaga." Jawab Papa Adam. Entah mengapa ia mau menjawab pertanyaan menantunya itu padahal sejak tadi ia menatap Kevin dengan tatapan tidak bersahabat.
"Boy tidak tidur dengan tenang?" Kevin mengulang ucapan Papa Adam. Ia pun mulai berpikir hal apa yang membuat putranya itu gelisah dalam tidurnya. Kevin pun terdiam saat menyadari jika tadi malam ia juga tidak dapat tidur dengan tenang karena terus membayangkan wajah Boy yang sedang menangis karena ditinggal olehnya.
Apa kau turut merasakan apa yang Daddy rasakan? Tanya Kevin dalam hati. Suasana di dalam ruang tamu kembali hening hingga Mama Lita kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi minuman di tangannya.
"Silahkan diminum dulu, Nak." Ucap Mama Lita lembut pada Kevin.
"Terima kasih, Ma." Jawab Kevin yang diangguki Mama Lita sebagai jawaban.
Mama Lita pun mendaratkan kembali bokongnya di sofa yang bersebelahan dengan Papa Adam. Sejenak Mama Lita memperhatikan wajah Kevin yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
Tak lama kemudian, Kevin pun berdehem dan berbicara. "Maaf telah mengganggu waktu Mama dan Papa pagi ini. Kevin datang ke sini untuk berbicara dengan Mama dan Papa." Ucap Kevin.
"Hal apa yang ingin kau bicarakan pada kami?" Tanya Papa Adam tanpa basa-basi.
Papa Adam melayangkan tatapan sinisnya. "Untuk apa kau datang ingin membahas anak saya dan cucu saya?" Tantang Papa Adam.
"Karena saya memiliki niat baik untuk kembali meminta Queen menjadi istri saya dan memberikan keluarga yang utuh untuk putra kami Boy." Jawab Kevin dengan tenang.
"Meminta anakku kembali menjadi istrimu setelah apa yang kau lakukan pada anakku selama ini?" Suara Papa Adam terdengar mulai meninggi. Mama Lita yang berada di sebelah Papa Adam pun berupaya menenangkan Papa Adam dengan mengusap lengannya. Ia tahu hal ini akan terjadi saat melihat kedatangan Kevin.
"Saya sadar jika kesalahan saya sangat besar pada Queen saat kami masih menikah dulu dengan melukai hatinya. Namun saya memiliki alasan untuk itu semua. Apa yang terjadi di antara saya dan Queen hanyalah sebuah kesalah pahaman. Kurangnya komunikasi dari hati ke hati di antara kami membuat kami saling menyimpulkan sendiri apa yang terjadi tanpa berniat bertanya lebih dulu." Ucap Kevin.
"Kesalahpahaman seperti apa yang kau maksud?" Tanya Papa Adam. Wajah sinisnya sudah berubah dingin.
"Terlalu banyak kesalahpahaman yang terjadi di antara kami. Walau merasa tidak pantas namun saya harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada saya hingga membuat Queen berpikiran buruk tentang saya."
Papa Adam diam memilih menunggu Kevin melanjutkan ucapannya. Kevin pun kembali melanjutkan ucapannya dan menjelaskan kesalahpahaman terbesar yang terjadi di antara dirinya dan Queen hingga membuat Queen pergi darinya. Penjelasan Kevin pun berhasil membuat wajah Papa Adam memerah karena ia kembali mendengar Kevin berniat menikahi wanita lain di saat anaknya masih mengandung cucunya. Dan lebih parahnya Kevin dan Queen sedari awal pernikahan sudah bersepakat untuk berpisah jika cucunya sudah lahir ke dunia.
Walau sudah mengetahui jika itu semua Kevin lakukan karena kesalahan putrinya sendiri yang mendesak Kevin untuk bertanggung jawab padanya atas kesalahan yang ia perbuat, namun tetap saja Papa Adam merasa tidak terima dengan perlakuan Kevin pada putrinya.
"Kau memang pria bereng-sek!" Ucap Papa Adam dengan kedua tangan yang sudah terkepal.
Kevin memilih diam tanpa berniat menyangkal ucapan Papa Adam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.