Queenara

Queenara
Tidak sabar untuk bertemu



"Sayang, ada apa? Kenapa kau terlihat murung?" Tanya Kevin menghampiri Queen yang terlihat termenung duduk di kursi meja rias.


Queen hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Kevin.


"Apa kau masih memikirkan pembicaraan kita kemarin, hem?" Tanya Kevin lembut.


Queen mengangguk jujur. "Aku jadi kepikiran." Jawabnya.


"Kau takut jika akan segera hamil lagi?" Tanya Kevin.


"Ya. Aku takut itu terjadi." Lirih Queen.


Kevin berjongkok lalu meraih jemari Queen. "Kenapa kau takut? Apa kau takut memiliki anak dariku lagi?" Tanya Kevin.


"Bukan begitu." Pungkas Queen. "Aku takut tidak bisa membagi waktu dan kasih sayangku untuk Boy nantinya." Jawabnya.


Kevin menghela nafas sesaat. "Kenapa kau harus takut? Sebagai ibu, kau pasti bisa membagi waktu dan kasih sayangmu untuk anak-anak kita nantinya. Percayalah jika kau adalah ibu yang hebat." Ucap Kevin.


Queen dibuat berkaca-kaca. "Maafkan aku yang terlalu berlebihan. Aku hanya takut memberikan Boy adik di umurnya yang masih kecil seperti ini." Ucap Queen.


Kevin mengelus punggung tangan Queen. "Aku mengerti itu. Tapi kau harus ingat jika kau pasti bisa melakukannya jika dia benar-benar hadir." Tutur Kevin.


"Maaf jika aku terlalu berlebihan." Lirih Queen.


"Tidak seperti itu. Aku paham maksud hatimu saat ini. Untuk saat ini kita sama-sama berjuang memberikan kasih sayang yang besar untuk Boy." Ucap Kevin.


Queen mengangguk mengiyakan. Bukannya tidak ingin memberikan adik untuk Boy. Hanya saja ia merasa Boy masih cukup kecil untuk diberikan adik. Saat ini ia hanya ingin fokus memberikan kasih sayang utuh pada Boy yang sudah dua tahun belakangan ini tidak dirasakan oleh Boy.


"Mommy..." kepala Boy nampak menyembul dari pintu yang sedikit terbuka.


"Boy..." Queen tersenyum menatap pada putranya.


"Ayo tempat Tak Jel." Ucap Boy.


Queen beranjak dari kursi lalu menghampiri Boy. Ia membuka lebar pintu kamarnya hingga memperlihatkan tubuh Boy seutuhnya.


"Apa kau sudah tidak sabar bertemu dengan Kak Zel, hem?" Tanya Queen lembut sambil mengusap kepala putranya.


Queen mengangguk saja. Pandangannya beralih pada Kevin yang sedang berjalan ke arahnya.


"Kita berangkat sekarang?" Tanya Kevin.


Queen mengangguk. "Ayo. Boy sudah tidak sabar untuk pergi." Ajak Queen.


"Baiklah." Jawab Kevin. "Boy... ayo sama Daddy." Ucap Kevin lalu mengangkat tubuh Boy.


"Ehe... main sama Tak Jel." Ucap Boy sambil memainkan rambut Kevin dengan jari mungilnya.


Kevin tersenyum mendengarnya. Ia kemudian keluar dari dalam kamar dan membiarkan Queen menutup pintu kamarnya. Sebelum berangkat ke kediaman Daniel, Queen dan Kevin berpamitan lebih dulu pada Papa Adam dan Mama Lita.


"Ayo blangkat!" Seru Boy setelah masuk ke dalam mobil.


Queen tersenyum lalu mengusap gemas rambut putranya.


"Anak Mommy begitu tidak sabar bertemu Kak Zel, ya." Ucap Queen.


"Ehe." Boy hanya tertawa membalas ucapan Queen.


Kevin tersenyum menatap pada anak dan istrinya. Setelah menutup pintu untuk Queen, Kevin pun memutari mobil dan masuk ke dalam mobil.


"Temu Tak Jel. Main sama Tak Jel." Selama dalam perjalanan menuju rumah Daniel, Boy tak henti berceloteh mengungkapkan rasa senangnya karena akan bertemu dengan Zeline.


"Entah mengapa aku merasa Boy begitu senang bersama Zel hingga bersikap seperti ini." Ucap Queen merasa gemas dengan celotehan putranya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.