Queenara

Queenara
Gara-gara es krim



Queen menggelengkan kepalanya. "Biar aku saja." Jawabnya lalu melangkah ke arah anak tangga.


Kevin mempercepat langkahnya mendahului langkah Queen. Ia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa meninggalkan Queen yang masih berada di lantai atas dan baru mau menuruni anak tangga.


Sesampainya di lantai bawah, Kevin segera melangkah keluar dari dalam rumah untuk mempersiapkan mobilnya yang akan dibawa ke rumah sakit.


"Mama di rumah saja." Papa Adam menahan lengan Mama Lita yang hendak masuk ke dalam mobil.


Mama Lita menggeleng. "Mama ingin ikut, Pah. Bagaimana Mama bisa tenang di rumah sedangkan cucu Mama sakit seperti ini." Ucap Mama Lita lalu masuk ke dalam mobil.


Papa Adam menghela nafas dan membiarkan Mama Lita melakukan apa yang ia inginkan. Setelahnya Papa Adam pun masuk di sebelah kemudi.


Setelah memastikan semua orang masuk ke dalam mobil, Kevin pun segera melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Papa Adam. Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, Boy tak henti menangis sambil memeluk tubuh Queen.


Queen pun tak kuasa menahan tangisannya melihat putranya yang sedang kesakitan saat ini. Mama Lita yang duduk di sebelah Queen hanya bisa menenangkan cucunya dengan terus mengusap punggung Boy.


Kevin mulai menambah kecepatan mobilnya saat mobil sudah memasuki jalan raya yang cukup sepi.


"Tenanglah dan tetap berhati-hati." Pesan Papa Adam. Walau wajah Kevin nampak tenang saat ini, namun Papa Adam dapat melihat kecemasan di balik wajah tenang Kevin saat ini.


Kevin menoleh sejenak pada Papa Adam lalu mengangguk sebagai jawaban. Mobil Kevin terus melaju hingga akhirnya sampai di depan rumah sakit.


Kevin segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Queen. Sedangkan Papa Adam membukakan pintu untuk istrinya. Setelahnya Kevin berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah sakit menuju bagian administrasi untuk mendaftarkan putranya yang sedang sakit.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Kevin dan Queen membawa putranya untuk diperiksa. Karena setelah melakukan pendaftaran, Kevin dan Queen dituntun masuk ke dalam ruangan pemeriksaan oleh seorang perawat yang bertugas malam.


Selama di dalam ruangan pemeriksaan, Boy terus menangis saat Dokter memeriksa keadaan tubuhnya.


"Hua... Mommy..." jerit Boy merasa takut saat alat pemeriksaan menyentuh bagian perutnya.


"Tenanglah, Boy..." Queen hanya bisa menenangkan putranya dengan mengusap kepala Boy.


"Apa sebelumnya Boy meminum minuman dingin yang berlebihan?" Tanya Dokter pada Queen.


"Minuman dingin?" Tanya Queen kembali.


"Ya, seperti es krim dan minuman dingin yang lainnya." Ucap Dokter.


"Tunggu sebentar, Dok." Ucap Queen lalu merogoh ponselnya dari saku celananya. Ia melakukan panggilan telefon dengan pelayan di rumahnya untuk menanyakan makanan apa saja yang dimakan Boy saat acara pernikahan mereka tadi.


Dan betapa terkejutnya Queen saat mengetahui Boy tadi sempat menghabiskan setengah cup es krim saat acara pernikahannya berlangsung.


"Astaga Boy..." lirih Queen lalu mengatakan pada Dokter apa yang diberitahukan pelayannya padanya.


Dokter mengangguk paham setelah mendengar jawaban dari Queen.


"Untuk anak seusia Boy sebaiknya jangan dibiarkan makan es krim terlalu banyak karena dapat mengganggu kesehatan pencernaannya hingga membuat Boy sakit perut seperti saat ini. Untuk memastikan keadaan Boy lebih lanjut, sebaiknya Boy dirawat inap sampai besok pagi. Jika besok pagi kesehatannya mulai membaik, Boy sudah bisa dibawa pulang." Saran Dokter.


"Baik, Dok. Lakukan yang terbaik untuk anak saya." Pinta Queen yang diangguki Dokter sebagai jawaban.


Setelah memeriksa keadaan Boy, Kevin diminta mengurus administrasi penginapan Boy. Melihat Kevin keluar dari ruangan pemeriksaan, Mama Lita dan Papa Adam pun segera menghampiri Kevin.


"Bagaimana keadaan Boy saat ini, Kev?" Tanya Mama Lita cepat.


"Boy mengalami sakit perut karena pencernaannya terganggu akibat memakan es krim terlalu banyak, Ma." Jawab Kevin.


"Apa? Memakan es krim terlalu banyak?" Tanya Mama Lita dengan wajah terkejut.


Kevin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tapi bagaimana bisa? Mama bahkan tidak melihat Boy memakan es krim hari ini?" Tanya Mama Lita lagi.


Baru saja Kevin hendak menjawab pertanyaan Mama Lita, niatnya terhenti saat melihat Daniel memasuki rumah sakit sambil menggendong Zeline yang tengah menangis kesakitan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.