
Marvel dan Dio pun turut menghela nafas lega melihat respon Queen yang mau berbicara dengan mereka. Tak lama seorang pelayan pun datang menghidangkan makanan untuk mereka.
"Silahkan makan dulu." Ucap Kevin setelah semua makanan terhidang di atas meja.
"Baiklah, ayo makan, perutku sudah sangat lapar." Cetus Dio yang diangguki mereka sebagai jawaban.
Setelah selesai menghabiskan makan siang mereka masing-masing, Daniel pun berdehem untuk memulai percakapan di antara mereka.
"Queen..." ucap Kevin membuka pembicaraan di antara mereka.
Queen mengangkat kepalanya yang tertunduk lalu menatap pada Kevin. "Ada apa? Apa ada hal yang ingin kau sampaikan?" Tanya Queen sambil menatap Kevin dengan tatapan penuh tanya.
Kevin menganggukkan kepalanya. "Terlalu banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu, Queen." Ucap Kevin.
Queen tertegun. Pandangannya kini terpusat pada Kevin seolah tiada satu pun orang di sana selain mereka.
"Bukankah kemarin aku sempat bertanya kenapa kau memutuskan untuk pergi tanpa bertanya tentang apa yang ada di dalam pemikiranmu lebih dulu?" Tanya Kevin.
Queen menganggukkan kepalanya. "Jika cara kepergianku terasa tidak berkenan untukmu maka maafkan aku." Ucap Queen mengakui kesalahannya.
"Tidak. Kau tidak bersalah dalam hal ini. Aku bertanya karena banyak hal yang sudah salah arti dalam pemikiranmu sebelum kau memutuskan untuk pergi dari apartemen waktu itu." Ucap Kevin. Ia pun berupaya menganggap tidak ada orang lain di dalam ruangan selain mereka berdua.
"Kenapa kau masih ingin membahas tentang apa yang telah terjadi? Bukankah apa yang kau inginkan di awal pernikahan kita sudah terjadi dan tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi?" Tanya Queen.
Kevin menggelengkan kepalanya. "Masih banyak hal yang perlu kita bicarakan dan apa yang kau pikirkan saat ini tidak seluruhnya benar, Queen." Ucap Kevin.
Queen menghela nafasnya. "Bisakah kau katakan hal mana yang salah dalam pemikiranku? Bukankah apa yang aku pikirkan itu benar. Kau menikahiku hanya sekedar tanggung jawab untuk anak dalam kandunganku dan setelah dia lahir kita akan berpisah?" Tanya Queen dengan nada sedikit bergetar.
"Aku tidak menyalahkanmu tentang apa yang kau dengar langsung dari mulutku. Asal kau tahu jika apa yang keluar dari dalam mulutku tidak sesuai dengan apa yang ada dalam hatiku. Tapi apa yang kau lihat dan kau dengar saat itu tidak seluruhnya benar." Kevin pun mulai menceritakan niatnya sebelum datang ke rumah ke dua orang tuanya dan apa yang terjadi saat sampai di rumah kedua orang tuanya. Pertemuan tak terduganya dengan Melody dan kedua orang tuanya serta tuntutan kedua orang tua Melody tentang pernikahannya dan Melody.
"Maafkan aku karena setelah sekian lama aku baru mengetahui jika kau mendengar apa yang kami bicarakan waktu itu, namun satu hal yang harus kau tahu jika apa yang kau dengar tidak sesuai dengan apa yang kau pikirkan. Pembicaraan kami waktu itu belum selesai sepenuhnya kau dengar." Kevin merasa menyesal karena tidak mau mendengarkan ucapan security rumahnya waktu itu yang ingin menyampaikan jika Queen datang ke rumah mereka dan tiba-tiba saja pergi dalam keadaan menangis.
"Aku memiliki alasan yang cukup kuat untuk itu, Queen." Kevin menghela nafasnya yang kian memberat mengingat kejadian apa yang menimpanya beberapa tahun lalu.
"Queenara..." Marvel mencoba mengambil alih pembicaraan saat mengerti Kevin merasa sulit menjelaskan kejadian yang terjadi karena tidak ingin Queen merasa kasihan kepadanya.
Queen menatap Marvel dengan tatapan penuh tanya.
"Maaf jika aku lancang masuk ke dalam percakapan di antara kalian. Namun aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian agar semuanya terasa jelas." Ucap Marvel.
"Katakan saja." Ucap Daniel pada Marvel.
Marvel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Setelah kepergianmu waktu itu tiada hari yang Kevin lewatkan untuk mencari keberadaanmu. Kevin telah mengerahkan seluruh anak buahnya namun hingga hari ke dua puluh tidak membuahkan hasil sama sekali. Setelah hampir satu bulan mencari, akhirnya Kevin menyadari jika ada orang yang sangat berpengaruh menutupi akses keberadaanmu dan identitasmu." Ucap Marvel yang tertuju pada Mirza. "Dan jika kau bertanya kenapa Kevin tidak kembali berjuang menemukan keberadaanmu itu semua salah karena Kevin selalu berusaha menemukan keberadaanmu walau saat itu keadaan perusahaannya sedang tidak baik-baik saja." Ucap Marvel.
"Apa maksud ucapanmu?" Queen merasa penasaran dengan ucapan Marvel yang penuh maksud.
"Perusahaan Kevin terancam bangkrut setelah kedua orang tua Melody menarik saham mereka dari perusahaan Kevin." Jawab Marvel.
"Apa? Tapi kenapa?" Queen nampak bingung.
"Itu karena Kevin menolak untuk menikahi Melody dan lebih memilih memperjuangkanmu tetap menjadi istrinya." Ucap Marvel yang membuat kedua mata Queen membola sempurna.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.