
Karena telah mendapatkan persetujuan dari Amri untuk melakukan pengobatan di luar negeri, hari itu Marvel pun segera menyelesaikan administrasi keberangkatan Amri besok ke luar negeri. Walau merasa cukup lelah setelah melewati acara pernikahannya dengan Windi, namun Marvel tetap bersemangat untuk mengurus segala kebutuhan mertuanya itu.
Windi pun turut membantu Marvel mengurus segala kebutuhan ayahnya yang bisa ia kerjakan. Tidak ada kata lelah yang keluar dari mulut Windi karena saat ini ia begitu bersemangat untuk kesembuhan ayahnya yang telah lama terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Setelah menyelesaikan apa saja yang dibutuhkan untuk perjalanan Ayah Amri esok melakukan pengobatan ke luar negeri, akhirnya Marvel dan Windi pun pulang ke apartemen Marvel untuk mempersiapkan barang-barang Marvel yang akan dibawa selama berada di negara S.
Untuk pertama kalinya akhirnya Marvel membawa seorang wanita yang berstatus sebagai istrinya masuk ke dalam apartemennya. Suasana canggung kembali menyelimuti mereka karena hanya ada mereka yang ada di dalam apartemen Marvel.
Dengan susah payah Marvel mencoba menghilangkan pemikirannya dengan bentuk punggung polos Windi yang masih terngiang-ngiang di benaknya. Ia tidak ingin karena pemikirannya itu membuatnya tidak bisa mengontrol diri hingga akhirnya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai pengantin baru😁
"Apartemennya luas sekali." Lirih Windi merasa semakin kerdil setelah melihat betapa luasnya dan mewahnya apartemen Marvel hingga masuk ke dalam kamar milik Marvel yang kini sudah berubah status menjadi kamar milik mereka.
"Kau hanya tinggal sendiri di sini?" Tanya Windi.
Marvel menoleh ke arah belakang dimana Windi tengah melihat-lihat isi dalam kamarnya.
"Ya. Kemarin aku hanya tinggal sendiri di sini. Tapi setelah ini aku akan tinggal bersamamu di sini." Jawab Marvel sambil tersenyum.
Windi dibuat tertegun melihat senyuman manis yang terbit di wajah tampan Marvel. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya dari wajah Marvel agar tidak lagi terpesona dengan ketampanan yang dimiliki suaminya itu.
"Biar aku bantu membereskan barang-barangmu." Ucap Windi setelah Marvel mengeluarkan koper dari dalam lemarinya.
Windi tersenyum melihat Marvel yang tanpa berat hati mempersilahkan dirinya untuk mempersiapkan segala kebutuhannya. Kali ini untuk pertama kalinya sebagai seorang istri ia melakukan kewajibannya untuk mengurus segala kebutuhan suaminya itu.
Setelah selesai memasukkan baju dan beberapa perlengkapan Marvel yang lainnya dengan dibantu oleh Marvel, akhirnya Marvel mengajak Windi untuk pergi ke kontrakan Windi untuk menyiapkan pakaian Windi yang akan dibawa Windi untuk pergi ke luar negeri.
"Kau yakin ingin ikut denganku ke rumahku?" Tanya Windi merasa ragu. Bagaimana tidak, saat ini ia sudah mengetahui bagaimana kehidupan Marvel yang sangat jauh dari kata sederhana tidak sama seperti dirinya. Rasanya Windi merasa tidak enak pada suaminya itu untuk membawanya masuk ke dalam rumahnya yang sangat jauh dari kemewahan bila dibandingkan dengan rumah dan apartemen Marvel.
"Kenapa aku harus tidak yakin?" Tanya Marvel pada Windi.
"Aku takut kau merasa tidak nyaman berada di rumahku nanti." Jawab Windi seadanya.
"Kenapa aku harus merasa tidak nyaman?" Marvel kembali memberikan pertanyaan yang membuat Windi kesulitan untuk menjawabnya. "Aku akan selalu merasa nyaman jika itu bersama dengan istriku." Jawab Marvel kemudian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.