Queenara

Queenara
Hampir saja



"Agh sudahlah, untuk apa aku memikirkannya." Ucap Windi lalu beranjak pergi dari hadapan Marvel dan Dio.


Marvel dan Dio menghembuskan nafas lega secara bersamaan setelah melihat Windi pergi dari hadapan mereka.


"Untung saja dia tidak mengetahui siapa kita." Ucap Dio sambil mengelus dadanya.


Marvel turut melakukan apa yang Dio lakukan. "Sudahlah, sebaiknya kita segera pergi dari sini." Ajak Marvel.


"Tunggu dulu." Dio menahan tangan Marvel.


"Ada apa?" Tanya Marvel.


"Apa kau tidak berniat melihat calon mertuamu lebih dulu di dalam sana?" Tanya Dio.


Marvel mendengus mendengarnya. "Jangan berbicara sembarangan. Belum tentu wanita itu menjadi pilihanku." Ketus Marvel.


"Oh, ayolah... jangan menyangkal seperti itu." Ucap Dio.


"Aku tidak ingin melihatnya sekarang. Apa kau ingin pergerakan kita diketahui jika kita melihatnya sekarang? Wanita itu bisa saja kembali sebentar lagi. Bisa saja dia menuduh kita berniat buruk pada Ayahnya jika masih lama berada di sini bahkan sampai masuk ke dalam ruangannya." Jawab Marvel.


Dio pun tersenyum mendengar jawaban Marvel. "Baiklah, ayo kita pergi." Ajak Dio.


Marvel mengiyakannya lalu berjalan lebih dulu dibandingkan Dio.


"Siapa mereka? Kenapa aku seperti tidak asing dengan postur tubuh mereka?" Tanya Windi dari balik tembok. Ya, sejak tadi Windi memilih bersembunyi di balik tembok sambil memperhatikan gerak-gerik kedua pria yang terlihat mencurigakan di matanya. "Sepertinya mereka bukan orang jahat." Windi menghela nafas lega setelah tubuh Marvel dan Dio semakin jauh dari pandangannya.Setelah tak melihat bayangan Marvel dan Dio, Windi pun melanjutkan niatnya untuk pergi menemui perawat.


*


"Marvel, tunggu dulu." Dio menahan tangan Marvel hingga menghentikan langkah pria itu. Marvel terlihat menatap datar pada Dio dan tak lupa mendengus karena Dio kembali menahan pergerakannya.


"Ada apa lagi? Bukankah misi kita pagi ini sudah selesai?" Tanya Marvel.


Dio menggelengkan kepalanya. "Apa kau tidak berniat mencaritahu lebih dulu bagaimana keadaan Ayah Windi saat ini?" Tanya Dio.


Marvel diam dan berfikir. Jujur saja sejak tadi di dalam benaknya ia juga mempertanyakan bagaimana keadaan Ayah Windi saat ini setelah sadar dari komanya.


"Tentu saja pada Dokter yang menanganinya." Jawab Dio. "Jadi bagaimana?" Tanya Dio lagi.


Marvel menganggukkan kepalanya tanda persetujuan. "Baiklah, ayo kita temui dokter itu." Jawab Marvel.


Dio mengangguk lalu menarik tangan Marvel menuju lift.


"Jangan menarik tanganku. Aku bisa berjalan sendiri." Ketus Marvel merasa geli dengan pegangan tangan Dio saat ini.


Lidah Dio berdecak mendengarnya. Ia melepaskan tangan Marvel begitu saja dan melanjutkan langkahnya menuju lift.


Ting


Pintu lift terbuka tepat saat Dio dan Marvel tiba di depan lift. Marvel dan Dio segera masuk ke dalam lift setelah orang yang berada di dalam lift keluar.


"Di lantai berapa ruangannya?" Tanya Marvel.


"Lantai lima." Jawab Dio.


Lift pun mulai bergerak turun ke bawah. Setelah berhenti di lantai lima, Marvel dan Dio pun segera keluar dari dalam lift.


"Kau yakin di lantai ini ruangannya?" Tanya Marvel.


"Tentu saja. Menurut informasi ruangannya ada di sebelah kanan lantai ini." Ucap Dio sambil mencari ruangan yanga bertuliskan nama dokter yang menangani Ayah Windi. Setelah melihat keberadaan ruangan Dokter, Dio pun kembali menarik tangan Marvel menuju ruangan. Baru saja mereka hendak mengetuk pintu ruangan, Marvel dan Dio sudah dibuat terkejut mendengar suara Windi yang sedang berbicara dengan seorang perawat yang kini tengah berada di belakang tubuh mereka.


"Maaf, Tuan, apa anda ingin masuk?" Tanya perawat pada Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.