Queenara

Queenara
Papa juga melukaiku



Jemarinya terulur mengusap pipi Boy yang basah dan mengusap punggung Boy yang bergetar. "Maafkan Mommy. Jangan menangis lagi." Ucap Queen.


"Mommy nanis." Ucap Boy dengan serak.


"Mommy menangis karena Mom menyesal telah bersikap buruk selama ini hingga membuatmu harus jauh dari Daddymu, Boy." Ucap Queen.


"Daddy? Mana Daddy Boy?" Tanya Boy mengingat Daddynya.


"Sepertinya Daddy masih bekerja saat ini." Jawab Queen.


"Boy mau Daddy!" Ucap Boy dengan sedikit keras.


Queen mengusap sayang kepala Boy. "Mom akan membawamu bertemu dengan Daddy nanti malam." Ucap Queen.


"Nanti malam?" Boy mengulang ucapan Queen.


Queen mengangguk mengiyakan. "Mom akan membawamu bertemu dengan Daddy. Mom yakin jika Daddy juga sangat merindukan Boy seperti Boy yang selalu merindukan Daddy." Ucap Queen.


"Jumpa Daddy... jumpa Daddy...!!" Boy pun melompat-lompat di atas ranjang karena merasa senang akan bertemu dengan Daddynya kembali.


***


Saat jam makan malam tiba, Queen terlihat menuruni tangga sambil menggendong Boy. Ia terus melangkah menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai di lantai bawah.


"Queen..." suara lembut Mama Lita menghentikan langkah Queen.


Queen mengarahkan pandangannya pada Mama Lita seraya tersenyum. "Mamah..." ucapnya lembut.


Mama Lita berjalan ke arah Queen lalu mengusap rambut Boy hingga membuat bayi tampan itu memanggilnya.


"Nenek..." ucap Boy dengan tersenyum.


Mama Lita turut tersenyum melihatnya. "Kau ingin kemana, Queen?" Tanya Mama Lita melihat penampilan Queen seperti ingin bepergian.


"Queen ingin pergi mengajak Boy menemui Daddynya, Mah." Jawab Queen jujur.


"Kenapa buru-buru sekali? Apa kau tidak ingin menunggu selesai makan malam lebih dulu? Kau bisa makan malam dulu sebelum pergi bukan?" Tanya Mama Lita.


"Queen ingin cepat pergi agar tidak terlalu terkena macet di jalan, Mah." Jawab Queen.


Mama Lita mengangguk paham. Ia hendak kembali berbicara namun ucapannya tertahan saat mendengar pertanyaan yang keluar dari dalam mulut suaminya yang baru saja turun dari tangga.


"Kau ingin kemana Queen?" Tanya Papa Adam dengan tatapan menelisik.


"Apa?" Kedua mata Papa Adam membola. "Kau ingin pergi membawa Boy menemui pria itu?" Tanya Papa Adam dengan wajah yang sudah berubah berang.


Queen menganggukkan kepalanya. "Queen ingin membawa Boy berjumpa denga Ayah kandungnya, Pah." Jawab Queen tanpa ragu.


"Queenara..." suara Papa Adam terdengar menggeram. "Sudah Papa katakan agar kau menjaga jarak dengan pria itu termasuk dengan Boy!" Sentak Papa Adam.


Queen menggelengkan kepalanya. "Sampai kapan pun Queen tidak akan menjauhkan Boy dari ayah kandungnya, Pah. Kevin sangat menyayangi Boy dan dia berhak atas Boy." Jawab Queen dengan tegas.


"Apa kau tidak ingin mendengar ucapan Papamu lagi Queen?" Wajah Papa Adam memerah memperlihatnya kemarahannya saat ini.


"Queen masih ingin mendengarnya, Pah. Tapi Queen juga berhak menentangnya jika apa yang Papa katakan itu salah." Jawab Queen.


Kedua tangan Papa Adam terkepal mendengar ucapan Queen.


"Maaf, Pah. Queen harap Papa tidak lupa jika sikap Papa dan Mamah dulu juga sangat menyakiti Queen dan Boy." Walau pun merasa tidak pantas mengungkitnya namun Queen tetap mengatakannya agar Papa Adam sadar dan tak lagi melarangnya mengajak Boy bertemu ayah kandungnya.


Hembusan nafas Papa Adam terdengar kasar. Menyadari amarah suaminya yang hampir memuncak membuat Mama Lita mengelus lengan suaminya. "Papah... biarkan Queen pergi membawa Boy bertemu Kevin." Tutur Mama Lita lembut.


Papa Adam menatap Mama Lita yang tengah menatapnya penuh harap. Tak ingin membuat Mama Lita kembali drop karena sikapnya yang terlalu keras, Papa Adam pun memilih diam dan membiarkan Queen yang akhirnya beranjak pergi menemui Kevin.


"Pelgi jumpa Daddy!" Boy bersorak di dalam mobil saat mobil mulai berjalan meninggalkan perkarangan rumah.


Queen tersenyum mendengarnya. Ia pun mulai menambah kecepatan mobilnya saat mobil sudah memasuki jalan raya. Untung saja jalanan malam itu tidak terlalu macet hingga tak membutuhkan waktu yang terlalu lama ia dan Boy sudah sampai di apartemen Kevin yang dulunya pernah ia tempati bersama Kevin di sana.


"Daddy dalam, Mom?" Tanya Boy menatap pintu yang tertutup rapat di depannya.


Queen mengangguk lalu sesaat kemudian menekan bel apartemen. "Semoga saja Daddy ada di dalam." Ucap Queen sambil mengusap kepala Boy dengan sayang.


Tak menunggu lama pintu apartemen pun perlahan terbuka dan menampakkan seseorang yang nampak terkejut melihat keberadaan mereka di depan pintu apartemennya.


"Daddy... Daddy!" Pekik Boy.


"Boy... Queen?" Ucap Kevin dengan wajah terkejut dan tak percaya jika dua orang yang sangat disayanginya kini berada di hadapannya


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.