Queenara

Queenara
Kecemasan Queen



"Boy sakit apa?" Queen segera turun dari ranjang tanpa menggunakan selimut yang tadi menutupi tubuhnya.


Kevin kembali dibuat menguatkan imannya melihat pemandangan begitu indah di depannya dengan mengingat putranya yang sedang sakit saat ini.


"Aku juga tidak tahu. Tapi Boy menangis sambil memegang perutnya." Ucap Kevin.


Queen dibuat semakin panik. Tanpa pikir panjang ia segera berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya di sana.


"Ayo kita pulang sekarang, Kev!" Ajaknya yang sudah semakin cemas.


Kevin mengangguk lalu segera memakai pakaian yang diberikan Queen kepadanya.


***


Selama dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tua Queen, Kevin dan Queen tak henti memanjatkan doa agar putra mereka baik-baik saja dan dihilangkan rasa sakit pada tubuhnya. Queen terlihat tak henti menangis sambil memikirkan putranya yang sedang kesakitan saat ini.


Ia tidak dapat membayangkan bagaimana wajah putranya yang sedang menahan sakit saat ini sambil mencari keberadaannya dan Kevin. "Maafkan Mommy, Boy..." lirih Queen sambil menanngis.


Kevin tetap fokus pada kemudinya menatap jalanan yang nampak sepi dini hari itu. Ia menambah kecepatan mobilnya saat melewati jalanan yang nampak semakin sepi menuju kediaman Papa Adam. Walau merasa cemas memikirkan putranya yang sedang kesakitan saat ini dan ingin cepat sampai di rumah orang tua Queen, Kevin tetap mengutamakan keselamatan mereka selama berkendara.


Tak membutuhkan waktu lama seperti biasanya, mobil Kevin pun telah sampai di depan rumah orang tua Queen. Queen turun lebih dulu dari dalam mobil tanpa menunggu Kevin turun. Seorang pelayan nampak menunggu kedatangan mereka dan memberikan sapaan pada mereka.


Queen melewati pelayan begitu saja dan langsung berlari masuk ke dalam rumah sedangkan Kevin menyempatkan membalas sapaan pelayan sebelum akhirnya turut berlari mengejar langkah Queen.


Quren tak memperdulikan rasa sakit di pangkal pahanya saat ini dan terus menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa.


"Jangan terburu-buru, Queen." Kevin memperingati istrinya. Queen hanya mengangguk namun tak mengurangi kecepatan langkahnya.


Kevin dibuat menggeleng melihat sikap istrinya itu namun ia paham kecemasan yang dirasakan istrinya itu.


Tak membuang waktu lama, Queen masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Di dalam kamar, lebih tepatnya di atas ranjang, Boy nampak menangis sambil memegang perutnya yang terasa sakit.


Mama Lita terlihat berusaha menggendong Boy namun Boy selalu menolaknya dan terus memanggil nama Mommy dan Daddynya.


"Mommy..." melihat kedatangan Queen membuat tangisan Boy semakin kencang.


"Hua... pelut atit..." adunya sambil menangis.


"Bagaimana bisa perut Boy sakit, Mah?" Tanya Queen pada Mama Lita.


Mama Lita menggelengkan kepalanya. "Mama juga tidak tahu, Queen. Tiba-tiba saja Boy bangun dan menangis sambil memegang perutnya." Jawab Mama Lita yang nampak berkaca-kaca menahan tangis.


"Hua... Daddy!" Boy mengulurkan tangannya pada Kevin yang baru masuk ke dalam kamar.


"Boy..." Kevin menatap iba pada putranya.


"Sudahlah, lebih baik sekarang kita bawa Boy ke rumah sakit!" Titah Papa Adam.


Mama Lita dan Queen mengangguk. Sedangkan Kevin keluar kembali dari dalam kamar memberi jalan Queen dan Mama Lita untuk keluar.


"Biar aku yang menggendong Boy." Ucap Kevin pada Queen.


Queen menggelengkan kepalanya. "Biar aku saja." Jawabnya lalu melangkah ke arah anak tangga.


Kevin mempercepat langkahnya mendahului langkah Queen. Ia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa meninggalkan Queen yang masih berada di lantai atas dan baru mau menuruni anak tangga.


Sesampainya di lantai bawah, Kevin segera melangkah keluar dari dalam rumah untuk mempersiapkan mobilnya yang akan dibawa ke rumah sakit.


"Mama di rumah saja." Papa Adam menahan lengan Mama Lita yang hendak masuk ke dalam mobil.


Mama Lita menggeleng. "Mama ingin ikut, Pah. Bagaimana Mama bisa tenang di rumah sedangkan cucu Mama sakit seperti ini." Ucap Mama Lita lalu masuk ke dalam mobil.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.