Queenara

Queenara
Aku yang bersalah



Papa Adam menatap Mama Lita yang tengah menatapnya penuh harap. Tak ingin membuat Mama Lita kembali drop karena sikapnya yang terlalu keras, Papa Adam pun memilih diam dan membiarkan Queen yang akhirnya beranjak pergi menemui Kevin.


"Pelgi jumpa Daddy!" Boy bersorak di dalam mobil saat mobil mulai berjalan meninggalkan perkarangan rumah.


Queen tersenyum mendengarnya. Ia pun mulai menambah kecepatan mobilnya saat mobil sudah memasuki jalan raya. Untung saja jalanan malam itu tidak terlalu macet hingga tak membutuhkan waktu yang terlalu lama ia dan Boy sudah sampai di apartemen Kevin yang dulunya pernah ia tempati bersama Kevin di sana.


"Daddy dalam, Mom?" Tanya Boy menatap pintu yang tertutup rapat di depannya.


Queen mengangguk lalu sesaat kemudian menekan bel apartemen. "Semoga saja Daddy ada di dalam." Ucap Queen sambil mengusap kepala Boy dengan sayang.


Tak menunggu lama pintu apartemen pun perlahan terbuka dan menampakkan seseorang yang nampak terkejut melihat keberadaan mereka di depan pintu apartemennya.


"Daddy... Daddy!" Pekik Boy.


"Boy... Queen?" Ucap Kevin dengan wajah terkejut dan tak percaya jika dua orang yang sangat disayanginya kini berada di hadapannya


"Daddy..." Boy mengulurkan tangannya pada Kevin.


Kevin dengan sigap mengambil alih Boy dari gendongan Queen hingga kini berpindah kepadanya. Ia mengelus kepala Boy dengan tangannya yang bebas lalu memberikan ciuman cukup lama di kening Boy. "Daddy senang kau ada di sini, Boy. Apa kau tahu jika Daddy begitu merindukanmu di setiap waktu." Ungkap Kevin.


Queen tersenyum mendegarnya. Perasaan haru mulai menyeruak ke dalam dadanya melihat tangan mungil Boy kini mengusap wajah Kevin sebagai respon atas ucapan Kevin.


"Ayo masuk." Ajak Kevin pada Queen yang nampak berwajah sendu.


Queen menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam apartemen mengikuti langkah Kevin. Walau pun ia sedikit canggung karena kali ini untuk pertama kalinya ia kembali menginjak apartemen Kevin setelah dua tahun menghilang, namun Queen berusaha menghilangkan rasa canggungnya dengan menghela nafasnya berkali-kali.


Tidak banyak yang berubah dengan apartemen ini. Ucap Queen dalam hati seraya mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan yang dapat ia jangkau. Queen menghentikan langkahnya setelah berada di ruang tamu.


"Ayo duduk dulu." Ajak Kevin yang diangguki Queen sebagai jawaban. "Boy dengan Mommy dulu, ya, Daddy ingin mengambilkan minuman sebentar untuk Mommy dan Boy." Ucap Kevin pada putranya.


"Ya, Dad." Jawab Boy. Kevin pun segera meletakkan tubuh Boy di samping Queen.


"Tunggu sebentar, aku akan segera kembali." Ucap Kevin pada Queen.


"Baiklah, jangan terlalu repot-repot." Ucap Queen yang diangguki Kevin sebagai jawaban.


Saat sudah berada di dalam dapur, Kevin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya merasa bersyukur dengan kehadiran Queen dan Boy yang dapat menjadi obat di segala kerinduannya saat ini walau beberapa hari yang lalu mereka telah bertemu di taman. Ia dengan segera mengambil minuman dari dalam kulkas dan menuangkannya ke dalam gelas. Setelah selesai mengambilkan minuman, Kevin segera kembali ke ruang tamu karena tak ingin membuat Queen dan Boy terlalu lama menunggunya.


"Terima kasih." Jawab Queen yang diangguki oleh Kevin.


Kevin memutar sofa lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Queen dan Boy. Ia menatap Queen dan Boy dengan penuh kerinduan yang dapat dilihat oleh mata Queen.


"Kau tahu jika aku sangat senang dengan kehadiranmu dan Boy saat ini?" Tanya Kevin.


"Kau memiliki perasaan yang sama seperti apa yang Boy rasakan saat ini." Jawab Queen.


"Bagaimana dengan dirimu?" Tanya Kevin yang membuat Queen tertegun mendengarnya.


"Aku turut senang melakukannya." Jawab Queen seadanya.


Kevin menarik salah satu sudut bibirnya ke samping melihat wajah Queen yang terlihat gugup saat ini.


"Selain membawa Boy untuk bertemu denganmu, aku juga memiliki tujuan untuk datang ke sini." Ucap Queen.


Kevin diam menunggu Queen melanjutkan ucapannya.


"Aku datang untuk meminta maaf kepadamu atas kesalahpahaman yang terjadi di antara kita selama ini." Ucap Queen lalu menundukkan pandangannya saat mata Kevin menatap kedua bola matanya dengan intens.


"Kenapa harus meminta maaf? Kau bahkan tidak memiliki kesalahan atas apa yang terjadi selama ini." Ucap Kevin yang seolah sudah mengerti arah pembicaraan Queen saat ini.


"Boy mau Daddy." Ucap Boy meminta diturunkan dari pangkuan Queen.


Queen segera menurunkan Boy dan membiarkan Boy berjalan ke arah Kevin. Setelah Boy duduk di pangkuan Kevin, Queen pun kembali melanjutkan ucapannya. "Aku bersalah, Kevin. Aku sangat merasa bersalah karena telah berpemikiran buruk padamu selama ini. Aku bersalah karena mudah menyimpulkan sesuatu tanpa mencari tahu kebenarannya lebih dulu. Dan aku sangat bersalah karena telah membuatmu dan Boy harus berjauhan dalam waktu yang cukup lama." Ucap Queen dengan tatapan penuh penyesalan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.