Queenara

Queenara
Menerima solusi



"Kita bicarakan setelah berada di dalam ruangan kerjamu saja." Ucap Dio.


"Baiklah, terserah kau saja." Ucap Marvel.


Dio menahan senyum melihat wajah penasaran Marvel namun tetap mau bersabar menunggunya untuk berbicara.


Ting


Pintu lift pun terbuka. Dio dan Marvel keluar dari dalam lift berjalan menuju ruangan Marvel berada. Sebelum masuk ke dalam ruangan Marvel, Dio menyempatkan lebih dulu mengedipkan sebelah matanya pada sekretaris Marvel yang membuat sekretaris Marvel tersenyum malu karenanya.


"Jangan lagi menggodanya, dia sudah mau menikah." Ucap Marvel lalu masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Lalu apa salahnya? Tak masalah bukan jika aku menggoda wanita yang ingin menikah." Ucap Dio santai.


"Tentu saja salah. Kau bisa membuat matanya dengan wajah jelekmu itu." Ketus Marvel.


"Ayolah, jangan berbicara bohong seperti itu. Kau tahu jelas wajah tampanku ini seperti apa." Cibir Dio.


Marvel mendengus mendengarnya. Ia pun berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan bokongnya di sana. Dio tak langsung mengikutinya. Ia terlihat tengah membuka pesan baru masuk ke dalam ponselnya dan membalasnya lebih dulu sebelum menyusul Marvel duduk di atas sofa.


"Sekarang ayo katakan apa maksud ucapanmu tadi?" Tanya Marvel.


"Sabarlah, biarkan aku mengambil nafas lebih dulu." Ucap Dio.


Marvel mendengus mendengarnya. "Jangan berbasa-basi karena aku cukup sibuk hari ini." Ucap Marvel.


"Baiklah-baiklah, aku akan mengatakannya." Ucap Dio.


Marvel diam dengan sebelah alis terangkat menunggu ucapan Dio.


"Kemarin aku bertemu dengan seorang wanita cantik di supermarket." Ucap Dio lalu membayangkan wajah cantik wanita yang ditemuinya kemarin siang.


Marvel diam menunggu lanjutan ucapan Dio.


"Selain cantik dia juga menarik. Apa kau tahu dia sama sekali tidak tertarik dengan wajah tampanku ini? Tidak seperti wanita yang kita temui pada umumnya." Ucap Dio.


"Lalu apa hubungannya wanita itu dengan solusi untukku?" Ketus Marvel.


"Katakan apa maksudmu?" Ucap Marvel menuntut penjelasan.


Dio pun mendekatkan bibirnya ke telinga Marvel dan membisikkan sesuatu yang membuat Marvel terkejut mendengarnya.


"Kau gila?" Sembur Marvel setelah mendengar penjelasan Dio.


"Aku tidak gila. Kau membutuhkan bantuannya begitu pun sebaliknya. Bagaimana untuk meraih tujuan bersama kalian membuat kesepakatan yang saling menguntungkan." Ucap Dio.


"Aku tidak berminat. Aku tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai sebuah mainan." Tolak Marvel. Karena bagaimana pun juga Marvel sudah banyak mengambil pelajaran dari perjalanan rumah tangga Daniel dan Kevin yang membuatnya sadar jika pernikahan adalah hal yang sakral dan tidak bisa untuk dipermainkan.


"Aku tidak memintamu untuk mempermainkan sebuah pernikahan. Aku menyarankan hal lain yang bisa membuat kalian keluar dari permasalahan kalian saat ini." Ucap Dio.


"Aku tidak berminat." Tolak Marvel.


"Apa kau yakin? Kau bisa melihatnya dan mengenalnya lebih dulu." Ucap Dio.


Marvel diam tak menanggapi ucapan Dio.


"Tadi malam aku sudah mendapatkan beberapa informasi tentangnya dari anak buahku." Dio membuka layar ponselnya dan memperlihatkan pesan yang dikirimkan anak buahnya pada Marvel. Marvel pun dengan malas membaca pesan yang Dio tunjukkan. Beberapa saat kemudian ia tertegun membaca informasi yang sangat menyentuh hatinya.


"Jadi bagaimana? Kau bisa mengenalnya lebih dulu bukan?"Tanya Dio.


Marvel diam sambil berpikir.


"Jadi?" Tanya Dio lagi.


"Baiklah, nanti malam bawa aku ke supermarket itu." Putus Marvel yang membuat Dio tersenyum lebar mendengarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.