
"Boy... ayo sini sama Kakek." Papa Adam menahan suaranya karena tak ingin mereka semakin menjadi pusat perhatian orang-orang saat ini.
"Nda mau... mau Daddy Boy!" Ucap Boy menolak.
Jantung Kevin semakin berdetak dengan kencang mendengar ucapan Boy yang terdengar begitu menyedihkan di telinganya.
"Biarkan Boy bersamaku, Pah..." ucap Kevin yang masih memanggil Papa Adam dengan sebutan Papa walau statusnya saat ini sudah berubah.
Kedua tangan Papa Adam terkepal. Jika tidak mengingat dimana mereka saat ini, Papa Adam tidak akan segan mengambil paksa Boy dari Kevin karena ia tidak rela melihat Boy dengan gampangnya menerima Kevin sebagai Daddynya.
"Ehe... Daddy..." Boy mulai tertawa sambil menepuk pipi Kevin.
"Anak Daddy..." Kevin tak lagi memperdulikan tatapan Papa Adam dan lebih memilih mendekat tubuh Boy dengan erat. "Boy anakku..." lirih Kevin dan dengan air mata yang semakin menggenang di pelupuk matanya.
*
Papa Adam tak dapat menikmati acara yang sedang berlangsung malam itu dengan baik. Karena sejak Boy bertemu dengan Kevin cucunya itu masih saja menempel dengan Kevin seolah enggan untuk dipisahkan. Tak ingin membuat Boy menangis karena ia memaksa memisahkannya dan Kevin ditambah akan membuat keributan nantinya, Papa Adam pun memilih untuk duduk diam di posisinya dan sesekali menatap ke arah cucunya berada.
Papa Adam pun cukup merasa awas pada Kevin karena takut Kevin akan membawa Boy lari darinya saat ia sedang lengah. "Terus perhatikan Kevin. Jangan sampai dia berani membawa Boy pergi." Ucap Papa Adam pada Mirza yang tengah duduk di sebelahnya.
Mirza menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Papa Adam. Namun dari relung hatinya yang terdalam Mirza sangat percaya jika Kevin tidak akan bersikap gegabah untuk melarikan Boy.
"Ehe... Daddy." Suara tawa Boy terdengar renyah diikuti dengan tawa Marvel dan Dio setelahnya. Kedua pria yang masih single itu nampak ikut dalam kesenangan Boy memegang wajah Kevin dengan tangan mungilnya.
"Aku sangat percaya jika dia adalah anakmu jika di lihat dari wajahnya. Namun melihat sikapnya aku tidak begitu percaya karena Boy sangat ceria berbeda denganmu yang bersikap seperti kutub utara." Seloroh Dio.
Marvel tertawa-tawa mendengarkan ucapan Dio. Ia mengacungkan kedua jempolnya menyetujui ucapan sahabatnya itu. "Entah mengapa saat ini aku merasa kau berbicara dengan benar." Ucap Marvel kemudian.
Puk
Dio memukul lengan Marvel cukup keras. "Jadi maksudmu selama ini aku tidak berbicara dengan benar?" Cetus Dio.
"Tentu saja." Jawab Marvel dengan enteng dan berhasil membuat Dio mendaratkan pukulan yang kedua kalinya di lengan Marvel.
"Kau..." Marvel menggeram karena pukulan kedua Dio terasa lebih keras.
"Apa bedanya denganmu?" Ucap Marvel dan Dio berbarengan.
Daniel menghela nafasnya lalu menggelengkan kepalanya karena tak ingin lagi berdebat dengan kedua sahabatnya itu. Sementara Kevin tak lagi memperdulikan ucapan Dio dan Marvel dan lebih memilih mendengarka Boy yang sedang berbicara kepadanya.
"Nenek atit... cian itu." Ucap Boy dengan suara cadelnya.
"Iya... doakan Nenek agar cepat sembuh, ya." Ucap Kevin yang paham apa maksud yang Boy katakan.
Boy meganggukkan kepalanya lalu bergelayut manja di leher Kevin.
"Kev, apa kau tidak merasa heran kenapa Boy bisa mengenalimu? Bahkan ini adalah pertemuan pertama kali di antara kalian dan dia sudah dapat mengenalimu begitu saja." Tanya Marvel dengan nada serius.
"Itu karena Queen mengenalkan siapa Daddynya pada Boy walau hanya memperlihatkan foto Kevin kepada Boy." Timpal Mirza yang sudah berdiri di belakang Kevin.
Ucapan Mirza pun berhasil membuat Kevin dan yang lainnya tertegun. Walau mereka sangat mengetahui bagaimana tulusnya hati Queen selama ini namun mereka tidak menyangka Queen masih menyampingkan masalahnya dengan Kevin demi anak mereka.
"Queen... kau begitu tulus." Ucap Marvel.
Mirza mengangguk mengiyakan. "Dia adalah wanita yang sangat tulus dan baik hati." Ucap Mirza. Tangan Mirza pun terulur mengelus kepala Boy dengan sayang. "Boy... ayo kita bersama Kakek dulu. Kakek Adam ingin memperkenalkanmu kepada teman-temannya." Ucap Mirza lembut pada Boy.
Boy menggelengkan kepalanya tanda penolakan. Namun Mirza masih berupaya berkata lembut pada Boy hingga membuat Boy mau beralih kepadanya. "Aku bawa Boy sebentar karena Om Adam ingin memperkenalkan Boy pada yang lainnya." Ucap Mirza.
Daniel, Marvel dan Dio mengangguk mengiyakan. Sementara Kevin nampak tak melepaskan pandangannya dari Boy yang sudah berada di gendongan Mirza.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.