Queenara

Queenara
Desakan untuk menikah



"Itu sama saja!" Ucap Papa Bagas tak ingin dibantah.


"Bagaimana bisa sama saja? Papa menambah umurku satu tahun lebih tua." Jawab Marvel.


"Marvel..." Mama Belinda menggelengkan kepalanya agar anaknya tak lagi membantah ucapan suaminya.


"Hem, baiklah." Balas Marvel mengalah.


Suasana di dalam ruangan Marvel pun berubah hening saat Papa Bagas memilih diam begitu pun dengan Marvel. Sedangkan Mama Belinda menunggu anak dan suaminya kembali angkat bicara.


"Papa sangat mengharapkan kau bisa mendapatkan tender itu." Ucap Papa Bagas setelah cukup lama terdiam.


"Aku juga mengharapkan tender itu menjadi milikku tanpa ada syarat di dalamnya." Jawab Marvel.


"Itu semua tidak mungkin. Pimpinan perusahaan M sudah terkenal dengan ketegasannya yang hanya mau bekerja sama dan memberikan tender dengan pemimpin perusahaan yang sudah menikah. Menurut mereka seorang pria yang sudah menikah akan lebih mudah menemukan solusi yang tepat jika terdapat sebuah permasalahan dalam pekerjaan mereka." Ucap Papa Bagas.


"Alasan yang sangat konyol." Lirih Marvel namun dapat didengar oleh Papa Bagas.


"Mau tidak mau setiap orang yang mau bekerja sama dengan perusahaannya harus memenuhi standar itu." Ucap Papa Bagas tegas.


Marvel mengangguk saja tak ingin membantah ucapan Papanya. Lagi pula sekarang ia sudah tahu apa maksud dan tujuan utama Papa dan Mamanya datang mengunjunginya.


"Marvel... jika kau kesulitan mendapatkan pasangan, Mama bisa membantumu menemukannya. Banyak anak dari teman-teman Mama yang masih single dan mau denganmu." Tawar Mama Belinda.


Marvel seketika menggeleng. Ia tidak mempercayai wanita mana pun untuk menjadi istrinya walau wanita itu adalah pilihan Mamanya. "Marvel masih bisa mencarinya sendiri, Mah. Mama tenang saja untuk itu." Ucap Marvel.


"Tapi kapan? Mama sudah lama mengharapkannya." Mama Belinda memasang wajah sedihnya.


"Secepatnya, Mah." Jawab Marvel.


"Oh benarkah?" Wajah Mama Belinda seketika ceria.


Setelah cukup lama berbincang, Tuan Bagas dan Mama Belinda pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka.


"Ingat, untuk malam ini kau harus tidur di rumah!" Titah Papa Bagas sebelum keluar dari dalam ruangan Marvel.


"Ya. Marvel akan tidur di rumah malam ini." Jawab Marvel.


"Mama menunggu kedatanganmu, nak." Ucap Mama Belinda.


"Baik, Mah." Jawab Marvel mencoba tersenyum.


Mama Belinda dan Papa Bagas pun akhirnya keluar dari dalam ruangan kerja Marvel.


"Papa yakin jika rencana ini akan berhasil?" Tanya Mama Belinda setelah keluar dari dalam ruangan kerja Marvel.


"Emh, ya, tentu saja rencana ini akan berhasil." Jawab Papa Bagas yakin.


"Baiklah, ayo kita pulang." Mama Belinda merangkul tangan suaminya dan berjalan meninggalkan depan ruangan Marvel dengan senyuman manis di wajahnya.


Sedangkan di dalam ruangan kerjanya, Marvel menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia mengusap kasar wajah tampannya merasa kesal karena saat ini sangat terpojok untuk disuruh menikah.


"Kenapa semua orang tidak ada yang mendukung keputusanku untuk melajang? Mama, Papa, bahkan Dio, Kevin dan Daniel tidak ada yang mendukung keputusanku. Apa mereka pikir dengan menikah aku bisa bahagia? Apa mereka lupa banyak orang di luar sana tidak bahagia dengan pernikahan mereka dan justru menambah kesulitan dalam hidup mereka?" Ucap Marvel merasa tak habis pikir dengan jalan pikiran orang-orang terdekatnya.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.