Queenara

Queenara
Aku akan menjemputmu kembali



Marvel dan Dio tertegun mendengarnya. "Maksudnya kau akan datang ke hadapan Om Adam dan meminta Queen kembali menjadi istrimu?" Tebak Marvel.


Kevin mengangguk pasti. "Aku tidak bisa mengulur waktu dengan menunggu perintah dari Queen. Aku tidak perduli bagaimana tanggapan Papa dengan kedatanganku nanti." Ucap Kevin.


"Kau yakin akan menghadapi Papa Adam tanpa Queen?" Tanya Marvel meragu terlebih ia dapat melihat sendiri reaksi tidak suka Papa Adam pada Kevin.


"Aku yakin. Tidak ada satu pun yang aku takuti jika itu untuk keluargaku. Sudah cukup lama aku, Boy dan Queen terpisah. Sudah saatnya aku berjuang untuk membuat mereka kembali kepadaku walau rintangan berat sudah terlihat jelas di hadapanku." Ucap Kevin.


"Kapan kau akan menemui Om Adam?" Tanya Marvel.


"Besok. Besok pagi aku akan datang menemui kedua orang tua Queen."


"Semoga saja usahamu berhasil dan Om Adam tidak mempersulit niat baikmu dan Queen." Ucap Marvel.


"Aku harap juga begitu." Timpal Dio.


"Semoga saja." Jawab Kevin.


Malam itu, Kevin, Dio dan Marvel pun melanjutkan perbincangan mereka dengan membahas segala permasalahan di antara mereka masing-masing dan saling memberi solusi untuk keluar dari permasalahan masing-masing. Tak lupa Marvel dan Dio pun menggunakan apartemen Kevin untuk bermain game bersama seperti biasanya. Setelah cukup lama berada di apartemen Kevin, Marvel dan Dio berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing meninggalkan Kevin yang kembali sendiri di apartemennya.


"Boy... tunggu Daddy untuk bisa menjemputmu dan Mommymu kembali tinggal di sini." Gumam Kevin menatap foto Boy dan Queen yang terpajang di dinding kamarnya.


*


Di kediaman keluarga Papa Adam pagi itu nampak dikejutkan dengan kedatangan Kevin. Papa Adam dan Mama Lita yang merasa cukup terjekut melihat kedatangan mantan menantu mereka pun seketika bangkit dari duduk mereka masing-masing.


"Kevin?" Mama Lita berjalan mendekat ke arah Kevin sambil tersenyum.


Kevin membalas senyuman Mama Lita lalu mengulurkan tangan kanannya saat Mama Lita sudah berada dekat dengannya.


"Mama senang kau datang kemari, Nak." Ucap Mama Lita setelah bersalaman dengan Kevin.


"Kevin juga senang karena akhirnya bisa kembali mengunjungi Mama di rumah ini." Jawab Kevin.


Mama Lita tersenyum mendengarnya. "Ayo duduk dulu." Ajak Mama Lita.


Kevin mengangguk lalu berjalan ke arah Papa Adam yang tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.


"Papah...." sapa Kevin. Tanpa rasa takut sedikit pun Kevin mengulurkan tangannya pada Papa Adam. Di luar dugaannya Papa Adam segera meraih tangannya dan menyalaminya.


Kevin mengangguk lalu mendaratkan bokongnya di kursi single yang berhadapan dengan Papa Adam dan Mama Lita.


"Kevin, kau ingin minum apa?" Tanya Mama Lita.


"Terserah Mama saja." Jawab Kevin.


"Baiklah, kalau begitu Mama pamit ke belakang dulu." Ucap Mama Lita.


Kevin mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya Mama Lita pun melangkah menuju dapur meninggalkan Papa Adam dan Kevin. Suasana di dalam ruang tamu pun berubah hening setelah kepergian Mama Lita karena baik Papa Adam maupun Kevin saling diam satu sama lain dengan mata yang saling bertatapan.


"Saya tidak menyangka jika kau akan berani kembali datang ke rumah ini." Ucap Papa Adam.


Kevin tersenyum tipis. "Tidak ada yang membuat saya tidak berani datang ke sini lagi, Pah." Jawab Kevin tenang.


Papa Adam menarik salah satu sudut bibirnya. "Benarkah?" Tanya Papa Adam dengan sinis.


"Tentu saja, Pa." Jawab Kevin. Ia masih menampilkan senyuman tipisnya walau tatapan Papa Adam tidak bersahabat padanya.


Papa Adam kembali diam namun tak melepas pandangannya dari Kevin. Dapat ia lihat jika Kevin sama sekali tidak menaruh rasa takut padanya selain rasa hormat dan sopan padanya.


Kevin memutus pandangannya dari Papa Adam dan menatap ke arah sekitar seperti mencari sesuatu yang sejak tadi ia harapkan kehadirannya.


"Boy masih tidur di dalam kamarnya." Ucap Papa Adam yang seolah mengerti arti pencarian Kevin.


Kevin kembali menoleh pada Papa Adam. "Tumben sekali Boy belum bangun?" Tanya Kevin merasa bingung.


"Tadi malam Boy tidak tidur dengan tenang dan sering terjaga." Jawab Papa Adam. Entah mengapa ia mau menjawab pertanyaan menantunya itu padahal sejak tadi ia menatap Kevin dengan tatapan tidak bersahabat.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.