Queenara

Queenara
Akhirnya menerima



"Kenapa anda terlihat begitu serius berniat menikahi saya? Anda tahu jelas kita belum saling mengenal satu sama lain bahkan pertemuan di antara kita bisa dihitung hanya dalam waktu beberapa kali." Ucap Windi.


"Saya sudah mempertimbangkan untuk itu semua. Dari pernikahan yang saya tawarkan banyak hal yang menguntungkan untuk anda. Anda bisa membuat ayah anda bahagia dan anda bisa merasa bahagia karena dinikahi oleh saya." Ucap Marvel.


"Anda jangan bercanda, Tuan!" Ucap Windi merasa dipermainkan.


"Saya tidak bercanda, Nona. Anda pikir saya adalah pria yang mau mempermainkan sebuah pernikahan? Buang jauh-jauh pemikiran buruk anda karena saya bukanlah pria yang seperti itu. Menurut saya pernikahan adalah hal yang sakral dan bukan untuk dipermainkan." Ucap Marvel tegas.


Windi memperhatikan dengan seksama wajah Marvel saat mengatakannya. Ia dapat melihat dengan jelas keseriusan di wajah pria itu saat ini. Namun, tetap saja ia masih meragu dengan ajakan menikah dari Marvel.


"Kita berbeda." Ucap Windi pada akhirnya.


"Berbeda? Tidak ada perbedaan di antara kita, Nona. Di mata Tuhan kita sama." Ucap Marvel seolah paham kemana arah pembicaraan Windi. "Saya harap anda tidak membawa perbedaan yang ada dalam pemikiran anda saat ini untuk menolak tawaran saya. Semakin cepat kita menikah maka semakin cepat saya bisa mengurus pemindahan perawatan ayah anda." Ucap Marvel.


Windi kembali diam dan berpikir keras. Saat ini kebahagiaan ayahnya adalah hal nomer satu di dalam hidupnya. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana ayahnya sangat bahagia saat mengatakan tentang Marvel dan bagaimana ayahnya itu berharap agar mereka cepat menikah.


"Jika anda setuju dengan tawaran saya, secepatnya saya akan membawa kedua orang tua saya menemui ayah anda." Ucap Marvel.


Windi kembali mencoba membaca ekspresi wajah Marvel yang dapat ia lihat penuh keseriusan saat ini. Ia terdiam beberapa saat dan memikirkan ucapan Alisa, ayahnya dan ucapan Marvel. Pernikahan yang ditawarkan Marvel adalah hal yang menguntungkan baginya karena ia bisa mewujudkan keinginan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah. Tapi di sisi lain Windi masih meragu karena ia belum mengenal Marvel bahkan kini ia sudah melihat perbedaan sangat jauh di antara mereka.


"Baiklah. Saya setuju." Ucap Windi pada akhirnya.


"Apa?" Wajah Marvel terlihat sangat senang setelah mendengarnya. "Apa anda setuju menikah dengan saya?" Tanya Marvel memastikan.


"Ya, saya setuju menikah dengan anda. Tapi sebelum itu pertemukan dulu saya dengan kedua orang tua anda agar saya yakin jika diri saya bisa diterima di keluarga anda." Ucap Windi.


"Baiklah, Marvel." Jawab Windi yang sudah paham maksud ucapan Marvel.


Marvel tersenyum mendengarnya. "Begini kan lebih bagus." Jawabnya.


"Aku rasa sudah tidak ada lagi hal yang harus kita bicarakan. Kalau begitu aku pamit pulang dulu." Ucap Windi.


"Aku akan mengantarkanmu pulang." Ucap Marvel lalu beranjak dari duduknya.


"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri." Tolak Windi.


"Tidak ada bantahan. Lagi pula aku ingin bertemu dengan calon mertuaku untuk yang kedua kalinya." Jawab Marvel.


"Tapi—" ucapan Windi terpotong saat Marvel dengan cepat menyangkalnya.


"Ayo kita pergi." Ajaknya.


^^^


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.