Queenara

Queenara
Kalian akan berbesanan?



"Kau..." Marvel kembali dibuat menggeram menatap Dio sebagai pelaku pelempar bantal.


"Jangan sembarangan bicara. Kau pikir mereka mau menemanimu di saat kau tidak berjaya lagi? Mereka justru akan melemparkanmu ke sarang buaya." Sembur Dio.


"Itu semua tidak akan terjadi. Aku akan tetap berjaya dan—" ucapan Marvel kembali terputus saat mendapatkan lemparan bantal sekali lagi. "Kalian ingin membuatku gegar otak ya!" Sembur Marvel pada Daniel karena kini Daniel-lah yang menjadi pelaku lemparan bantal ke kepalanya.


"Ya. Aku akan membuatmu gager otak jika kau kembali asal berbicara. Kau tidak lihat di sini ada anak-anak yang tidak pantas mendengarkan ucapan tidak berfaedahmu dan Dio?!" Daniel kembali menyembur Marvel.


Bukannya marah, Marvel justru dibuat tersenyum kikuk menyadari kesalahannya. Ia menatap bergantian pada Ziko, Zeline dan Boy yang kini tengah menatap padanya.


"Agh, ya. Hampir saja aku melupakan jika ada kumpulan bocil di sini." Ucapnya.


Daniel mendengus mendengarnya. Pandangan Daniel pun beralih pada Dio yang tengah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa kau sudah menyadari kesalahanmu?" Tanya Daniel.


Dio menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Maaf." Lirihnya.


Daniel dibuat menggeleng-geleng mendengarnya. "Sayang..." ucapnya pada Naina.


"Ya. Ada apa, Sayang?" Tanya Naina pada suaminya.


"Sebaiknya kau membawa Queen dan anak-anak bermain di ruang tengah. Ada hal penting yang ingin aku dan mereka bicarakan di sini." Ucap Daniel lembut.


Naina mengangguk dengan cepat. Setelah mendengarkan percakapan singkat Marvel dan Dio, Naina dapat menangkap jika empat orang pria itu akan membahas perihal Marvel saat ini.


"Queen, ayo ikut aku membawa anak-anak bermain di ruang tengah." Ajak Naina.


"Emh, baiklah." Jawab Queen lalu bangkit dari duduknya. "Boy... ayo ikut Mommy." Ajaknya pada Boy.


Boy menggelengkan kepalanya dan memeluk erat tubuh Kevin tanda penolakan. "Boy... ikut Mom sebentar ya." Tutur Kevin lembut pada putranya.


"Mau Daddy." Rengeknya.


Queen menghela nafasnya melihat putranya yang mulai susah diajak bekerja sama. Melihat Boy yang susah diajak bermain membuat Zeline mengambil alih untuk turun tangan.


"Emh... Tak Jel..." Boy tersenyum malu pada Zel. Ia pun segera meminta diturunkan dari pangkuan Kevin.


"Ayo, Tak." Ajaknya pada Zeline.


Zeline tersenyum lalu menggenggam tangan Boy dan membawanya menuju ruang tengah.


"Kenapa aku melihat seperti sudah ada cinta lokasi di antara para bocil saat ini." Komentar Dio setelah menatap interaksi antara Boy dan Zeline.


"Kau benar. Sepertinya ada kemungkinan jika Daniel dan Kevin akan berbesanan." Timpal Marvel.


Dio pun mengangguk membenarkannya.


"Kenapa kalian selalu saja asal berbicara?" Tanya Daniel dengan tatapan garang.


"Kami tidak asal berbicara, Daniel. Kau lihat sendiri bukan jika Boy menaruh perhatian pada putrimu begitu pun sebaliknya. Bisa saja suatu saat nanti di saat mereka sudah besar nanti Boy dan Zeline saling jatuh cinta dan kalian akan berbesanan." Jawab Dio.


"Kau benar. Mungkin saja Daniel dan Kevin akan berbesanan nantinya. Dan cerita cinta mereka akan diberi judul suamiku adalah anak dari mantan kekasih ayahku." Timpal Marvel.


Puk


Dua bantal sofa kembali mendarat indah di kepala Marvel. Daniel dan Kevin pelakunya. Kedua pria itu terlihat menatap datar wajah Marvel yang tengah menatap berang pada mereka karena sudah berkali-kali melempar bantal ke kepalanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.