Queenara

Queenara
Hari yang dinantikan



Mami Eve dan Papi Niko kini merasa tenang karena akhirnya Kevin menemukan kebahagiaannya tanpa rasa terpaksa sedikit pun. Rasa bersalah mereka pada Kevin pun akhirnya terasa berkurang dengan kebahagiaan Kevin saat ini.


Qeenara... memilikimu adalah hal yang pernah aku mimpikan sejak dulu sebelum kau bersama Danie. Walau hati ini pernah merasa sakit melihatmu bersama dengan sahabatku, namun aku tetap bahagia karena akhirnya kau bisa mendapatkan Daniel menjadi milikmu. Telah sekian lama aku berusaha membohongi hati dan perasaanku jika aku sudah tidak menginginkanmu hingga akhirnya aku menyakitimu. Dan saat ini, aku berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang pernah aku perbuat. Aku akan berusaha sekuat dan semampuku untuk memberikan cinta dan kebahagiaan untukmu dan anak-anak kita.



Satu bulan kemudian


Hari yang dinantikan Queen dan Kevin pun akhirnya tiba. Pagi itu di kediaman Papa Adam, Queen sudah terlihat cantik dengan kebaya bewarna putih dan rok batik bewarna coklat yang melekat indah di tubuhnya. Di sebelah Queen, Boy pun sudah terlihat tampan dengan kemeja bewarna putih dan celana bewarna senada melekat di tubuh mungilnya.


"Mana Daddy, Mom?" Pertanyaan yang sama kembali keluar dari mulut Boy yang sejak tadi menantikan kedatantan Daddynya.


"Daddy masih berada di perjalanan, Sayang." Jawab Queen tersenyum lalu mengusap rambut putranya.


Wajah Boy pun berubah cemberut karena Daddynya tak kunjung datang.


"Tenanglah, Sayang, Daddymu pasti akan datang sebentar lagi." Riri yang mendampingi Queen di dalam kamarnya pun turut menenangkan Boy yang terus menayakan keberadaan Daddy.


"Lamana." Jawab Boy sedikit merengek.


Riri mengusap kepala Boy dengan lembut.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar mengalihkan tatapn Queen dan Riri dari Boy.


"Naina." Ucap Queen tersenyum menatap Naina yang baru masuk ke dalam kamar dengan membawa minuman di atas nampan.


Naina tersenyum sambil melangkah mendekat pada Queen.


"Aku membawa minuman untukmu agar kau tidak terlalu gugup menanti kedatangan Kevin." Ucap Naina lalu meletakkan segelas air putih di atas nampan.


"Kau terlalu repot-repot sejak tadi, Nai. Aku sungguh tidak enak padamu." Ucap Queen.


"Aku tidak merasa demikian, Queen. Aku senang melakukannya." Jawab Naina lalu menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang.


"Nona..." Riri tersenyum pada Naina yang dibalas Naina dengan senyuman di wajahnya.


"Mana Tak Jel, Nty?" Tanya Boy pada Naina.


"Ziko?" Tanyanya lagi.


"Ziko juga dalam perjalanan menuju ke sini, Boy." Jawab Naina lagi.


Boy tak lagi bertanya dan memasang wajah cemberutnya. Melihat itu membuat Queen tersenyum gemas pada putranya.


Tak berselang lama, Mama Lita nampak masuk ke dalam kamar dan memberitahu jika Kevin dan keluarganya sudah datang. Jantung Queen dibuat berdebar-debar mendengar kedatangan calon suaminya itu.


"Naina... Riri... kenapa aku merasa gugup sekali." Ucap Queen lirih.


Naina mengusap lembut lengan Queen. "Tarik nafas dan hembuskan secara perlahan." Perintah Naina.


Queen melakukannya. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Naina pun memberikan air putih pada Queen. "Minumlah. Sebentar lagi kau sudah diminta untuk turun." Ucap Naina yang diangguki Queen sebagai jawaban.


"Daddy datang... Daddy datang!" Boy melompat-lompat di atas ranjang mendengar Dadddynya sudah datang. "Biy mau Daddy, Mom!" Pinta Boy.


"Tenanglah, Biy, sebentar lagi kita akan bertemu dengan Daddy." Ucap Queen lembut pada putranya.


Seolah mengerti maksud ucapan Queen, Boy pun tak lagi merengek dan duduk dengan tenang di atas ranjang.


Di lantai bawah rumah, Papa Adam, Mama Lita dan kerabat mereka nampak menyambut kedatangan Kevin dan keluarganya. Papa Adam dan Mama Lita mempersilahkan Kevin dan keluarganya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Dimana mempelai wanitanya?" tanya seorang pria yang berprofesi sebagai penghulu.


"Mempelai wanitanya masih berada di dalam kamar, Pak." Jawab Mama Lita.


"Berhuhung mempelai prianya sudah datang, maka mempelai wanitanya sudah bisa dibawa duduk di sini." Ucap penghulu.


Mama Lita mengangguk paham lalu meminta keponakannya membawa Queen yang masih berada di dalam kamarnya untuk turun ke lantai bawah.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.