
"Boy, kemarilah, kau belum selesai memakai jaketmu." Tutur Queen lembut.
Boy pun menurut lalu mendekat pada Queen. Queen pun segera memasangkan lengan jaket Boy yang belum terpasang sebelahnya.
"Dimana Mama dan Papa?" Tanya Kevin.
"Mama dan Papa masih ada di belakang. Apa kita mau berangkat sekarang?" Tanya Queen.
"Ya, sebaiknya kita segera berangkat agar tidak pulang terlau malam." Balas Kevin.
"Baiklah, tunggulah sebentar aku akan memanggil Mama dan Papa. Duduklah lebih dulu sambil menunggu aku kembali." Ucap Queen.
Kevin mengangguk mengiyakan lalu mengangkat tubuh Boy untuk dibawa duduk di sofa ruang tamu.
Queen pun melangkah meninggalkan Kevin dan Boy ke ruangan belakang untuk memanggil Mama dan Papanya. Tak berselang lama, Queen telah kembali bersama Mama Lita dan Papa Adam. Kevin pun seketika bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Mama Lita dan Papa Adam.
"Kalian ingin berangkat sekarang?" Tanya Papa Adam pada Kevin.
"Ya, kami ingin berangkat sekarang, Pah." Jawab Kevin.
Papa Adam menganggukkan kepalanya. "Pergilah." Ucap Papa Adam.
Kevin menatap ke arah Queen yang diangguki Queen sebagai jawaban.
"Tunggu sebentar, aku ingin mengambil tas lebih dulu." Ucap Queen lalu berjalan ke arah ruangan keluarga untuk mengambil tasnya yang tadi ia letak di sana.
Tak berselang lama, Queen pun telah kembali membawa tasnya. "Ayo kita berangkat." Ajaknya pada Kevin.
"Kalau begitu saya pamit membawa Queen dan Boy dulu, Pah, Mah." Ucap Kevin lalu menyalimi Papa Adam dan Mama Lita secara bergantian.
"Hati-hati di jalan. Kabari Papa jika kalian sudah sampai." Titah Papa Adam.
Queen dan Kevin menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke luar dari rumah dengan membawa Boy di dalam gendongan Kevin.
"Aku senang karena Papa akhirnya bersikap baik kepadamu." Ucap Queen saat Kevin hendak membukakan pintu untuknya.
"Papa Adam selalu baik, Queen. Papa bersikap tidak mengenakkan seperti itu karena Papa ingin melindungimu dan tidak ingin kau kembali terluka karenaku." Jawab Kevin.
Queen tersenyum mendengarnya. "Ayo masuk." Ajak Queen lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan kursi kemudi sambil memangku Boy.
Setelah menutup pintu untuk Queen, Kevin segera memutari mobil dan masuk ke dalam kursi kemudi.
Mobil Kevin pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dengan diiringi celotehan Boy yang merasa senang karena akan dibawa pergi jalan-jalan oleh Daddynya.
Kevin dan Queen pun hanya bisa tersenyum mendengar celotehan Boy yang menghibur mereka selama dalam perjalanan menuju rumah Daniel.
Setengah jam berlalu, mobil Kevin pun telah sampai di depan rumah Daniel. Kevin memarkirkan mobilnya di belakang mobil Dio yang sudah terparkir lebih dulu.
"Ini lumah Tak Jel, Mommy?" Tanya Boy pada Queen.
"Ayo Mommy!" Jawab Boy merasa tak sabar.
Kevin pun membukakan pintu untuk Queen lalu mengambil alih tubuh Boy dari pangkuan Queen. Ia menggendong tubuh Boy dan mempersilahkan Queen turun dari mobilnya.
"Sepertinya yang lain sudah pada datang." Ucap Queen.
"Ya. Mereka selalu datang lebih awal dari pada aku." Jawab Kevin.
Queen mengangguk paham. Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah Daniel setelah seorang pelayan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Di ruangan tamu, Daniel, Marvel dan Dio terlihat tengah berbincang sambil tertawa tanpa menyadari kehadiran mereka.
"Ehem." Deheman Kevin berhasil menghentikan pembicaraan mereka.
"Kev, kau sudah datang?" Marvel bangkit lebih dulu lalu diikuti Dio dan Daniel.
Kevin mengangguk sambil terus berjalan mendekat ke arah mereka.
"Hai jagoan... kau bertambah tampan saja." Puji Marvel pada Boy.
Boy tersenyum memperlihatkan deretan giginya pada Marvel. Dio pun turut memuji ketampanan Boy hingga membuat Boy tertawa karenanya.
"Ayo duduk dulu, Kev, Queen." Ucap Daniel setelah mereka saling berjabat tangan.
Kevin dan Queen mengangguk sebagai jawaban.
"Mommy... mana Tak Jel?" Tanya Boy pada Queen karena tidak melihat keberadaan Zeline di antara mereka.
"Kau mencari keberadaan Zeline, jagoan?" Tanya Marvel yang mendengar pertanyaan Boy.
"Mana Tak Jel, Om?" Tanya Boy pada Marvel dengan suara cadelnya.
"Apa kau merindukan Kak Zel?" Bukannya menjawab, Marvel justru menggoda keponakannya itu.
Boy pun mengiyakan dengan wajah polosnya hingga membuat Marvel dan Dio tertawa-tawa karenanya.
"Kenapa aku meresa ada cinta lokasi di antara para bocil saat ini?" Kelakar Marvel yang dibalas Dio dengan tertawa semakin keras.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.