Queenara

Queenara
Menguntit bersama bocil



"Ya, Om." Jawab Zeline menurut. Ia pun meletakkan jari telunjuknya di bibir tanda bersikap diam.


"Bagus." Ucap Marvel lalu mengusap rambut Zeline. Setelahnya, pandangannya pun kembali beralih pada pintu supermarket dimana memperlihatkan keberadaan Windi yang sedang berbincang dengan Alisa.


Marvel terus memperhatikan pergerakan Windi yang sedang berbicara dengan Alisa hingga akhirnya percakapannya dengan Alisa terhenti saat Alisa berpamitan untuk pulang pada Windi.


"Ada apa dengannya?" Tanya Marvel saat melihat Windi menghembuskan nafas berkali-kali di udara. "Kenapa dia pulang tidak menggunakan motornya?" Tanya Marvel lagi saat melihat Windi tengah berjalan ke arah halte bus.


Sesampainya di halte bus, Windi nampak bergabung pada calon penumpang yang lainnya yang sedang menunggu kedatangan bus. Marvel terus memusatkan pandangannya ke sana. Ingin sekali ia melajukan mobilnya agar semakin dekat dengan Windi, namun ia tidak ingin mengambil risiko jika Windi mengetahui kegiatannya saat ini.


Tak berselang lama, bus yang ditunggu pun akhirnya tiba. Windi terlihat saling berdesak-desakan bersama penumpang yang lainnya masuk ke dalam bus. Melihat bus yang ditumpangi Windi mulai berjalan, Marvel pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya mengikuti bus.


"Om menguntit Tante itu, ya?" Tanya Zeline yang sejak tadi sudah tidak sabar ingin bersuara.


Marvel meletakkan jari telunjuknya di bibir tanda agar Zeline diam dan tak banyak bertanya. Zeline pun segera membekap mulutnya dengan kedua tangannya agar tak lagi bersuara walau saat ini ia dibuat begitu penasaran dengan maksud Om Marvel menguntit wanita yang ia ketahui adalah karyawan supermarket yang tadi ditabrak oleh Boy.


Lima belas menit mengikuti bus, akhirnya bus pun berhenti di halte yang berada tidak terlalu jauh dari gang rumah Windi. Marvel tak memutuskan pandangannya dari kerumunan orang yang keluar dari dalam bus agar tak kehilangan sosok Windi.


"Itu dia." Gumam Marvel melihat Windi yang baru saja turun dari dalam bus. Marvel kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan saat melihat Windi sudah masuk ke dalam gang kontrakannya. Kini Marvel dibuat bimbang apakah masuk ke dalam gang Windi atau selesai mengikuti pergerakan Windi yang baru sebentar.


"Kenapa Om tidak melanjutkan menguntit Tante itu?" Tanya Zeline dengan wajah bingung.


Marvel menoleh menatap wajah Zeline yang kini menatapnya dengan bingung. "Itu karena Om ragu untuk melanjutkan mengikutinya atau tidak." Jawab Marvel.


Marvel mendengus mendengar ucapan Zeline yang terdengar begitu polos di pendengarannya. "Apa kau ingin membuat Om ketahuan telah mengikutinya?" Tanya Marvel.


"Emh, tentu saja tidak." Jawab Zeline.


"Jika kau tidak ingin maka jangan menyarankan Om yang tidak-tidak." Ucap Marvel.


"Tidak-tidak bagaimana? Zel menyarankan Om yang iya-iya, Om." Jawab Zeline bingung sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.


"Sudahlah, bocil. Kau tidak akan paham." Ucap Marvel lalu mulai berpikir apakah melanjutkan mengikuti Windi atau tidak.Jika ia memilih mengikuti Windi sampai ke dalam gang, bisa saja keberadaannya akan terlihat oleh Windi dan Windi akan curiga padanya. Namun jika tidak, ia semakin dibuat penasaran dengan kegiatan Windi selanjutnya.


Cukup lama berpikir, Marvel sudah kembali dikejutkan melihat Windi yang baru saja keluar dari dalam gang dengan menjinjing tas yang cukup besar. "Dia mau kemana?" Tanya Marvel merasa bingung sekaligus penasaran.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.