Queenara

Queenara
Dia pria yang baik



"Farhan, Fahri?" Sapa Windi dengan tersenyum pada kedua anak Dara.


Farhan dan Fahri tak langsung menjawab sapaan Windi. Mereka terlihat saling menyerngitkan dahi melihat satu air mata yang terjatuh di pipi Windi saat ini.


"Apa kau melihat sesuatu Farhan?" Tanya Fahri menatap Farhan.


Farhan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Apa Tante baru saja menangis?" Tanya Farhan pada Windi.


"Eh?" Windi buru-buru menghapus air mata yang masih tersisa di pipinya.


"Windi, kau habis menangis?" Tanya Dara yang baru menyadari jika Windi habis menangis dari pipinya yang terlihat masih basah.


"Emh, ya." Jawab Windi jujur.


"Kenapa kau menangis? Apa ada hal yang membuatmu terluka saat ini?" Tanya Dara.


Windi menggelengkan kepalanya. "Tidak ada. Aku hanya rindu pada almarhum ibuku saja, Kak." Jawab Windi jujur.


"Benarkah begitu?" Tanya Dara memastikan karena ia tidak ingin kesedihan Windi disebabkan oleh hal lain termasuk karena pernikahannya dan Marvel yang akan berlangsung beberapa hari lagi.


"Iya Kak Dara." Jawab Windi.


Dara tersenyum mendengarnya. "Jika kau rindu pada ibumu kau bisa datang mengunjungi tempat peristirahatannya bukan?" Tanya Dara.


Windi terdiam beberapa saat. Ia tersadar karena terlalu fokus merawat ayahnya ia sampai melupakan untuk mengunjungi makam ibunya. "Kakak benar. Aku akan mengunjungi ibu." Jawab Windi kemudian.


Dara mengusap pundak Windi lalu duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Windi.


"Farhan, Fahri, kalian duduk di sana saja, ya." Ucap Dara sambil menunjuk kursi yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Ada apa Kak Dara?" Tanya Windi pada Dara.


"Windi, ada hal yang ingin Kakak bicarakan kepadamu." Ucap Dara.


"Katakan saja, Kak." Ucap Windi.


"Windi, Kakak tahu jika saat ini kau mungkin ragu dengan pernikahanmu dan Marvel yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Namun satu hal yang harus kau ketahui jika Marvel adalah pria yang baik. Di balik sikapnya yang suka bercanda, dia adalah pria yang baik dan bisa diandalkan di setiap kita membutuhkannya." Ucap Dara.


Windi menganggukkan kepalanya."Aku tahu itu, Kak. Walau belum terlalu lama mengenal Marvel tapi aku dapat merasakan jika dia adalah pria yang baik." Jawab Windi membenarkan ucapan Dara.


"Selain baik dia adalah pria yang bertanggung jawab. Percayalah jika dia akan memperlakukanmu dengan baik setelah menjadi istrinya nanti. Bukan hanya itu saja, dia pasti juga akan melindungimu di saat kau membutuhkan bantuannya." Bukan tanpa alasan Dara mengucapkan beberapa kebaikan Marvel pada Windi saat ini, Dara mengatakan itu semua karena ia dapat melihat dan merasakan dengan jelas setiap kebaikan Marvel dan baiknya pria itu dalam membantu teman-temannya termasuk bersedia dengan suka rela menjadi baby sister jika diperlukan.


"Aku harap juga seperti itu, Kak." Jawab Windi dengan tersenyum.


Dara meraih sebelah tangan Windi lalu mengusapnya. "Jika ada hal yang terasa mengganggu hati dan pikiranmu tentang Marvel silahkan tanyakan saja pada Kakak. Walau Kakak bukanlah orang yang selalu dekat dengan Marvel namun sedikit banyaknya kakak sudah mengetahui bagaimana sikap dan kesehariannya." Ucap Dara.


Windi mengangguk mengiyakannya. "Terima kasih atas segala kebaikan Kakak." Ucap Windi tersenyum. Ia merasa sangat bersyukur saat ini karena telah didekatkan dengan orang-orang baik yang dapat menerimanya apa adanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.