
"Entahlah. Mungkin karena mereka sudah malas menasehati Zel yang tidak pernah mau mendengarkan ucapan mereka jika tentang es krim." Jawab Daniel.
"Sepertinya begitu." Timpal Marvel.
Dio pun menggelengkan kepalanya mendengar kelakuan Zeline. Pandangan ketiga pria itu pun beralih pada Zeline yang nampak masih merengek sambil memeluk erat tubuh Naina.
"Jika kalian berdua ada di sini, lalu bagaimana dengan Ziko? Apa Ziko tidak mencari keberadaanmu dan Naina?" Tanya Marvel.
"Ada Mamaku yang menemani Ziko di rumah. Mama sempat mengabari jika Ziko merengek mencari keberadaan kami. Namun setelah diberikan mainan, Ziko sudah mulai diam." Jelas Daniel.
Marvel menganggukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana dengan Farhan dan Fahri, apa mereka tidak datang menjenguk Zel ke sini?" Tanya Dio.
"Setelah pulang sekolah mereka akan datang." Jawab Daniel.
"Aku yakin nanti mereka akan mendapat omelan dari Kak Dara karena tidak bisa menjaga adik-adiknya dengan baik." Ucap Dio lalu tertawa kecil.
Marvel turut tertawa kecil mendengarnya. "Kasihan sekali mereka." Ucap Marvel kemudian.
Dio pun mengangguk membenarkan. Sedangkan Daniel hanya menggelengkan kepalanya membayangkan kedua ponakan nakalnya akan mendapat omelan dari kakaknya nanti.
*
Setelah cukup lama berbincang dengan Daniel di dalam ruangan perawatan Zeline, Marvel dan Dio pun berpamitan untuk kembali berangkat bekerja pada Daniel dan Naina. Tak lupa mereka juga berpamitan pada Queen dan Kevin di dalam ruangan perawatan Boy.
"Sayang, bagaimana?" Tanya Queen saat Kevin baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan Boy.
"Dokter akan datang sebentar lagi. Jika keadaan Boy dikatakan sudah baik-baik saja, maka Boy sudah diperbolehkan pulang hari ini." Jawab Kevin.
Queen mengangguk paham. "Semoga saja keadaan Boy sudah membaik." Harapnya. Kevin pun mengangguk mengiyakannya.
"Mommy Tak Jel tatit juga?" Tanya Boy yang sedang duduk di atas ranjang.
Queen menoleh menatap putranya. Ia tersenyum lalu memberikan usapan lembut di kepala putranya. "Benar, Sayang. Kak Zel sakit juga karena terlalu banyak makan es krim." Jawab Queen.
"Iya kasihan Kak Zel juga sakit seperti Boy. Ayo kita doakan Kak Zel agar cepat sembuh." Ajak Queen.
Boy pun mengangkat kedua tangannya dan mengikuti ucapan Queen mendokan Zel agar cepat sembuh dari sakitnya.
Melihat interaksi anak dan istrinya membuat kedua bola mata Kevin berkaca-kaca. Ia merasa haru melihat sikap lembut dan penyayang istrinya pada putranya.
Tak berselang lama, dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Boy saat ini. Melihat kedatangan dokter membuat Boy menangis karena merasa takut pada dokter yang akan memeriksanya.
"Tidak apa-apa, Sayang. Jangan takut.. Dokter hanya ingin memeriksa keadaan Boy." Tutur Queen lembut pada Boy.
"Mommy..." Boy menggelengkan kepalanya saat Dokter semakin dekat dengannya.
Dokter pun tersenyum menatap pada Boy. "Hai tampan..." ucapnya lembut pada Boy.
Boy tak membalas ucapannya justru semakin merengek pada Queen. Queen pun berusaha menenangkan putranya hingga akhirnya mau diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana, Dok?" Tanya Queen setelah Dokter selesai memeriksa keadaan Boy.
"Keadaan Boy sudah membaik. Sore ini Boy sudah diperbolehkan untuk pulang." Jawab Dokter tersenyum.
Queen turut tersenyum lega mendengarnya. "Terima kasih Dokter." Ucap Queen yang diangguki Dokter sebagai jawaban.
Tak lama setelah kepergian Dokter, Farhan dan Fahri nampak masuk ke dalam ruangan rawat Boy dengan senyum merekah di wajah mereka masing-masing.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.