Queenara

Queenara
Berniat menemuinya



Windi memilih menelefon Alisa di kursi tunggu yang berada tidak jauh dari ruang rawat ayahnya berada. Selain bisa menelefon Alisa, ia juga bisa melihat ke arah ruangan ayahnya untuk memastikan siapa saja yang masuk ke dalam ruangan ayahnya.


"Hallo, Alisa." Ucap Windi saat panggilan telah terhubung.


"Hallo, Windi. Ada apa kau menelefonku malam begini? Tidak biasanya sekali." Tanya Alisa bingung. Karena biasanya saat malam seperti ini Windi hanya fokus menjaga ayahnya.


"Aku menelefonmu karena ada hal yang ingin aku bicarakan padamu." Jawab Windi.


"Apa itu?" Tanya Alisa.


"Al... tadi sore pria itu datang menemui ayahku." Ucap Windi tanpa basa-basi.


"Pria siapa yang kau maksud?" Tanya Alisa bingung.


"Marvel." Jawab Windi.


"Apa?" Suara Alisa terdengar begitu nyaring di seberang telefon.


Windi sampai dibuat menjauhkan ponselnya karena merasa sakit pada telinganya akibat suara Alisa.


"Untuk apa dia menemui ayahmu, Windi?" Tanya Alisa kemudian.


Windi pun mulai menceritakan kedatangan Marvel menemui Ayahnya dan apa saja yang dibicarakan pria itu pada ayahnya.


"Apa? Dia memintamu secara terang-terangan untuk menjadi istrinya pada ayahmu?" Alisa semakin tak kuasa menahan rasa tak percayanya.


Windi pun mengangguk walau Alisa tak dapat melihat pergerakannya.


"Gentelmen sekali dia." Puji Alisa dengan mata berbinar.


"Ck." Windi berdecak mendengar pujian Alisa untuk Marvel.


"Aku sedang serius, Al. Aku merasa tidak suka dia tiba-tiba mendatangi ayahku seperti itu. Dia bahkan membuat Ayahku menjadi berharap padanya." Jelas Windi.


"Berharap seperti apa yang kau maksud?" Tanya Alisa.


"Mungkin saja pria itu benar-benar berniat ingin menikahimu, Wind." Ucap Alisa serius.


"Tidak mungkin, Al. Bagaimana bisa dia semudah itu mengajakku untuk menikah? Kami bahkan baru bertemu beberapa kali dan belum saling mengenal satu sama lain." Ucap Windi. Ia masih dibuat tak habis pikir dengan jalan pikiran Marvel saat ini.


"Bagaiman untuk menjawab rasa bingungmu saat ini kau datang menemuinya. Karena jika kau menelefonnya itu tidak mungkin karena kau tidak tahu nomer telefonnya dan kau telah menghilangkan kartu nama yang dia berikan." Saran Alisa.


"Aku memang tidak memiliki nomer telefonnya karena kartu nama itu telah hilang entah kemana. Tapi untuk menemuinya, dimana aku akan menemuinya? Aku bahkan tidak tahu dimana tempat tinggalnya." Ucap Windi.


"Kau bisa menemuinya di tempat kerjanya, Win." Jawab Alisa.


"Dimana? Aku juga tidak tahu dimana tempat kerjanya." Ucap Windi bingung.


"Kalau untuk itu kau tenang saja. Aku akan mencari tahu dimana tempat kerjanya dan akan mengirimkan alamatnya secepatnya kepadamu." Ucap Alisa.


"Apa kau yakin bisa semudah itu menemukan alamat perusahaannya?" Tanya Windi.


"Tentu saja." Alisa terlihat menahan senyumannya di seberang telefon. Bagaimana tidak, ia sedikit banyak telah mengetahui siapa Marvel dan apa pekerjaannya. Dan lebih dari itu, Alisa sudah mengetahui jika Marvel adalah seorang pria pemilik perusahaan yang cukup terkenal di kota mereka.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu kabar darimu. Besok aku akan datang menemuinya di tempat kerjanya." Ucap Windi.


"Oke. Aku akan mengabarimu secepatnya." Jawab Windi. Dan tak lama panggilan pun terputus karena Alisa ingin mencarikan alamat tempat dimana Marvel bekerja.


Tak berselang lama, ponsel Windi pun berbunyi tanda adanya pesan masuk. Windi segera membuka pesan masuk dari Alisa dan membacanya.


"Perusahaan Atmajaya?" Gumam Windi membaca pesan dari Alisa.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.