Queenara

Queenara
Meminta restu ibu mertua



Dan lagi pria yang berstatus menjadi calon suaminya itu berhasil membuatnya tertegun saat mendengarnya mengetahui bunga favorit ibunya.


"Marvel..." Windi berucap lirih.


"Sudahlah jangan banyak berpikir. Lebih baik sekarang kau mengambil bunga yang kau inginkan." Titah Marvel.


Windi tak langsung mengiyakannya begitu saja. Ia justru kembali menatap pada Marvel seolah meminta sebuah jawaban yang belum ia dapatkan jawabannya.


"Aku akan menunggumu di kasir." Ucap Marvel yang merasa enggan menjawab pertanyaan Windi. Ia lebih memilih pergi untuk membayar bunganya dan menunggu Windi di sana.


Windi menghela nafas sesaat melihat sikap Marvel. "Kenapa kau selalu saja mengetahui apa yang seharusnya tidak kau ketahui?" Gumam Windi menatap Marvel. Tidak ingin membuat Marvel menunggunya terlalu lama, Windi segera mengambil setangkai bunga mawar putih lalu membawanya ke kasir.


"Ini saja?" Tanya Marvel menatap bunga yang dipegang Windi.


Windi mengiyakannya lalu memberikan bunga pada kasir. Marvel pun dengan cepat mengeluarkan dua lembar uang bewarna merah dari dompetnya dan memberikannya pada kasir.


"Uangnya terlalu banyak, Tuan." Ucap kasir lalu memberikan selembar uang bewarna merah pada Marvel karena harga kedua bunga tidak sampai selembar uang yang diberikan Marvel.


"Ambil saja. Anggap saja ini hadiah untuk kerja kerasmu hari ini." Ucap Marvel pada wanita yang berprofesi sebagai kasir.


Wanita itu mengangguk lalu mengucapkan terima kasih pada Marvel. Marvel pun mengangguk mengiyakannya lalu membawa Windi keluar dari dalam tokonya.


Windi menatap Marvel yang berjalan lebih dulu dari dirinya. "Marvel, apakah benar jika kau adalah manusia yang berwujud seperti malaikat kebaikan? Kenapa sampai saat ini tidak sedikit pun keburukan yang aku lihat dari dirimu?" Tanya Windi dalam hati.


*


"Ibu..." lirih Windi lalu meletakkan bunga yang dibawanya di atas gundukan tanah. Setelahnya ia pun berjongkok di samping makam yang berada dekat dekat batu nisan ibunya. Marvel pun turut melakukan hal yang sama meletakkan bunga di atas gundukan tanah lalu berjongkok di sebelah Windi.


"Ibu... hari ini Windi datang lagi. Maaf jika beberapa minggu terakhir Windi sudah tidak lagi datang mengunjungi Ibu karena Windi sedang fokus merawat ayah yang sedang sakit." Ucap Windi sambil mengusap batu nisan ibunya.


"Ibu... hari ini Windi datang tidak sendiri. Windi datang bersama pria yang sebentar lagi menjadi imam dalam hidup Windi. Ya, pria di sebelah Windi saat ini adalah calon suami Windi. Oh ya, Windi belum memperkenalkan pria ini sebelumnya pada ibu. Perkenalkan ibu, pria ini adalah Marvel. Pria baik hati yang bersedia menjadikan Windi menjadi calon istrinya." Ucap Windi. Windi menghentikan ceritanya sejenak saat merasakan hembusan nafasnya terasa memberat.


"Ibu... saya datang lagi." Ucap Marvel mengambil alih pembicaraan. Windi menoleh pada Marvel yang kini sedang menatap batu nisan ibunya. "Kali ini saya datang tidak sendiri. Saya datang bersama anak ibu yang akan saya jadikan istri di dalam hidup saya."


"Marvel... apa benar kau sudah pernah datang ke makam ibuku sebelumnya?" Tanya Windi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Marvel mengangguk. "Ya. Aku datang meminta restu pada ibumu untuk menjadikanmu menjadi istriku." Jawab Marvel seadanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Queenara update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.