I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 87 : Different Timeline Game Event



Tahun 1236, 9 Agustus.


Hutan Blervec, Wilayah Utara Benua Barat.


Pagi Hari.


Menurut apa yang aku lihat kemarin, kemungkinan besar suku tersebut diserang oleh Natrehn sekitar 3 hari yang lalu.


Ada dua kemungkinan yang dapat terjadi.


Jika mereka melanjutkan operasi militer mereka sejak hari itu, kemungkinan besar malam ini akan terjadi pertempuran Natrehn melawan Suku Barat.


Jika tidak, meskipun aku tidak mengetahui dimana letak perkemahan utama mereka, kemungkinan besar mereka akan melawan Suku Barat sekitar 2 hari lagi.


Sembari menunggu Marie dan Gale—agar tidak dicurigai sebagai pria—membersihkan dirinya di sungai yang tak jauh dari perkemahan, Ares termenung memikirkan langkah-langkah yang kemungkinan besar diambil oleh militer Natrehn di masa depan.


Melihat perilaku Ares yang terdiam dan duduk di atas suatu batang pohon yang telah tumbang, Alfr pun menghampirinya dan bertanya, "Gnery, apa yang sedang kau pikirkan?"


"Tidak ada. Lagipula, bagaimana keadaanmu?" Ares menolehkan wajahnya dan membalasnya dengan nada yang terdengar sedikit kagum.


Melihat Alfr yang telah berada dalam keadaan baik meskipun hanya mendapatkan perawatan selama satu malam dari Gale—yang tentunya dengan item game tipe pengobatan—sedikit membuat Ares terpana.


"Aku baik-baik saja," jawab Alfr dengan sedikit memerah.


Meskipun Ares sekali lagi hendak tertawa, namun dia menahannya dan mengalihkan pemikirannya kembali karena telah melenceng jauh.


Tentu saja, Alfr belum dapat menerima kenyataan akibat pembunuhan keluarganya dan masih ingin membalas dendam. Hanya emosinya yang telah stabil dan dapat sedikit berpikir lebih logis sehingga membuatnya terlihat tenang.


"Begitu, kita akan berangkat ke utara. Kita akan bertemu dengan suku terbesar di wilayah barat," timpal Ares.


"Eh?! Mengapa?!" Terkejut, Alfr tidak pernah mengira bahwa dirinya akan diajak untuk menemui suku yang beberapa kali telah bermusuhan dengan sukunya.


"Jika aku membiarkan kalian seorang diri, jenis kalian akan punah, kau tahu?" jawab Ares bernada heran.


"Apa maksudmu, Gnery?" Alfr hanya dapat bertanya kembali sembari memiringkan kepalanya karena tidak memahami perkataan Ares.


Menghela napas dalam, Ares menjawab, "Singkatnya, jika kalian tidak bergabung, seluruh suku di utara benua akan musnah."


"Eh? Tidak mungkin!" Alfr dengan kuat menolak pernyataan tersebut. Tidak berpikir bahwa suku-suku di utara benua akan dikalahkan dengan mudah oleh militer Natrehn.


"Lalu, apakah kalian dapat membunuh satu orang saja dari musuh kalian?" tanya Ares kembali.


"Itu..." Alfr tidak dapat melanjutkan jawabannya. Dia mengingat situasi disaat Kepala Suku berserta seluruh orang terkuat sukunya dapat dibantai dengan mudah yang membuatnya benar-benar muak.


"Jadi, apakah kau paham?" tanya Ares acuh tak acuh.


"Aku... paham," jawab Alfr dengan nada berat.


Marie dan Gale kembali menuju mereka dan segera berkemas, mereka segera berangkat ke arah utara dimana desa selanjutnya berada.


Meskipun Ares tahu bahwa kemungkinan pertama sangatlah besar, dia akan memutuskan untuk mundur dan segera menuju ke timur jika Suku Barat telah musnah.


Namun bertentangan dengan harapannya, setelah berjalan seharian melewati padang rumput dan hutan, kelompok mereka segera melihat banyak barbarian yang sedang berkelompok sembari mempersiapkan senjata mereka di luar pintu masuk desa.


Meskipun kecil kemungkinan hal tersebut terjadi, namun tentara Natrehn yang mundur ke perkemahan utama bukanlah sesuatu yang membuatnya terkejut karena telah dia prediksikan sebelumnya.


Ya, Ares melihat sosok manusia kekar bertubuh sangat besar yang memiliki rambut merah dengan pakaian bulu yang hanya sampai bahu sedang mengasah Greatsword keperakan di atas sebuah batu yang tidak jauh dari kelompok tersebut.


"Appraisal," ujar Ares menargetkan orang dan Greatsword tersebut dengan lirih.


......................


...[Item]...


Nama : Gobel Greatsword


Kelas : Legendary


Efek :



Keahlian Senjata +15


Kelincahan +15


Tubuh +15



......................


......................


...[Status]...


Nama : Thorgils


Umur : 48 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Kepala Suku


Afiliasi : Suku Barat, Wilayah Barbarian Benua Barat


Statistik


Keahlian Senjata : 102 (+15)


Kelincahan : 70 (+15)


Kepandaian : 19 (+0)


Tubuh : 109 (+15)


Kepemimpinan : 82 (+0)


Loyalitas : 100


Moral : 100


Pelatihan : 83


......................


Mengapa dia ada di sini?!


Bukankah ini adalah suku desa sebelum tempat tinggal Suku Barat?!


Aku tidak mengerti!


Sangat terkejut dengan keberadaan Thorgils, Ares menyadari bahwa timeline game yang tidak lagi sesuai dengan apa yang ada dalam prakiraannya.


Berbeda dengan empat orang lain yang segera menghentikan langkahnya dan bersembunyi terlebih dahulu untuk menilai keadaan, Alfr tetap melangkah maju seolah tak gentar menghadapi Sang Kepala Suku.


Perhatian orang di sekelilingnya seketika tertuju kepada Alfr, pun tidak berbeda dengan Thorgils yang menghentikan pekerjaannya dan mengarahkan tatapannya yang waspada kepada Alfr.


Beberapa langkah sebelum mencapai Thorgils, Alfr dihadang oleh dua orang pemuda suku yang menatap intimidasi padanya.


"Apakah kalian akan melawan musuh dari selatan?!" Alfr mengatakannya dengan keras karena tidak ingin kalah dari intimidasinya.


Thorgils pun melangkah maju dan mendekat yang membuat dua orang tersebut membuka jalan untuknya.


Tatapan Thorgils menatap penuh penilaian kepada Alfr. Jika dilihat, mereka berdua seperti pria bertubuh kekar dengan tinggi sekitar 3 meter melawan Alfr yang terlihat biasa saja dan memiliki tinggi kurang dari 2,5 meter.


"Apa yang kau inginkan, Nak?" tanya Thorgils mengintimidasi.


"Aku akan bergabung dengan kalian!" teriak Alfr.


Beberapa orang di dekat Thorgils merasa sangat diremehkan. Bangga atas kekuatan mereka, tentu mereka tidak membutuhkan sedikitpun bantuan dari orang lain.


"Kau—" Salah satu pemuda suku yang menghadang Alfr namun segera terputus.


"Hahahahaha!" tawa Thorgils segera bergema.


Para anggota sukunya seketika terdiam dan menunggu perkataan Sang Kepala Suku.


"Dari mana asalmu, Nak?" tanya Thorgils.


"Suku Cryard!" jawab Alfr dengan keras.


Thorgils menampakkan senyuman. Tidak ada diantara mereka yang tidak mengetahui nasib Suku Cryard yang telah dibantai habis, mereka tahu jika Alfr hanya ingin membalaskan dendamnya yang sangat bertentangan dengan Hukum Nord.


Merasakan situasi yang akan berakhir buruk, Ares menggenggam gagang Rapier dengan telapak tangan kanannya beserta gagang Dern Sword—yang dipinjamnya dari istrinya—dengan telapak tangan kirinya sembari merapal, "Appraisal," kepada dirinya sendiri untuk memastikan perbedaan statistiknya dengan Thorgils.


......................


...[Status]...


Nama : Ares von Rueter


Umur : 17 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Margrave, Kerajaan Rowling


Afiliasi : Margrave Rueter, Kerajaan Rowling


Statistik


Keahlian Senjata : 63 (+64)


Kelincahan : 61 (+72)


Kepandaian : 64 (+70)


Tubuh : 61 (+63)


Kepemimpinan : 64 (+30)


Kewilayahan dan Militer


Jumlah Prajurit : 45.000


Moral : 82


Pelatihan : 82


Pasokan Makanan : 7.251.200


Jumlah Dana : 8.086.052.112 G


......................


Tentu saja, Ares tidak meminjam dua senjata terkuat Excel, Ruberion Sword serta Lumient Sword, agar istrinya dapat menjaga keamanan dirinya sendiri—meskipun Ares sangat protektif dengan membuat ksatria pengawal pribadinya untuk selalu menjaga Excel ditambah penjagaan ekstra Klan Cornwall dari balik bayang-bayang—yang tidak berbeda dengan perlakuannya kepada Milly dan para wanitanya yang lain beserta anak-anaknya.


Berbeda dengan perkiraan semua orang, Thorgils pun berkata, "Baik, aku akan membawamu."


"Benarkah?!" jawab Alfr yang sumringah.


"Ya, jika kau dapat menghalau pedangku," timpal Thorgils.


Tangan kanan Thorgils dengan cepat menggenggam gagang Greatsword yang ada di punggungnya dan menariknya untuk menebas Alfr dari atas.


Terkejut, Alfr segera merasa bahwa ini adalah akhir hidupnya karena serangan yang ditujukan kepadanya terjadi begitu tiba-tiba hingga dia sejenak menutup matanya.


TRAAAAAAANG!


Bertentangan dengan harapannya, Ares pun melompat dan berlari dan menangkis Greatsword Thorgils dengan menggoreskan ujung lancip Rapier pada bilah pedang Greatsword hingga samar terlihat bekas yang menggaris.


Tentu, apabila Ares serius dengan memanfaatkan efek senjatanya, dia dapat meretakkan pedang tersebut dengan Rapiernya. Namun, hal tersebut sangat bertentangan dengan tujuannya datang ke utara benua.


"Cih, beban," ejek Ares kesal.


Thorgils dan beberapa orang di dekat Alfr segera mundur dan waspada. Melihat pedangnya yang dapat ditangkis, sedikit membuat Thorgils kagum hingga dia berkata, "Oh?"


Tidak ada yang menginginkan pertumpahan darah sia-sia mengingat Suku Barat yang bermaksud melawan Natrehn dengan kekuatan penuhnya sehingga mereka hanya bersikap waspada.


Sepertinya, aku harus membiarkan mereka diserang Natrehn terlebih dahulu agar membuat mereka sadar akan bahaya.


Memandang semua barbarian di depannya, Ares menyerah untuk berbicara dengan orang keras kepala seperti mereka.


"Alfr, ayo pergi," ajak Ares bernada menyerah.


"Eh?! Ta—tapi—" timpal Alfr panik.


"Cih, terserah kau," timpal Ares acuh tak acuh.


Alfr dengan terpaksa mengikuti langkah Ares pergi.


"Siapa kau?" Sahutan Thorgils yang penuh kekaguman menahan langkah kakinya.


Ares kembali berbalik dan tersenyum lalu menjawab, "Gnery."


"Aku pasti akan bertemu denganmu lagi, Gnery," jawab Thorgils.


Berbalik kembali, Ares berjalan menjauh dengan pikirannya yang penuh akan langkah-langkah yang harus diambilnya di masa depan jika keadaan yang akan menjadi tidak sesuai dengan prakiraannya sebelumnya.


Langkah kaki Ares sejenak terhenti, dia mengingat satu hal yang setidaknya dapat membuat para barbarian dapat memenangkan perang melawan Natrehn.


"Jika musuhmu memancingmu ke suatu tempat, jangan pernah kau ikuti." Langkah Ares segera berlanjut kembali setelah mengatakannya.


"Begitu," timpal Thorgils lalu tersenyum penuh arti.


Saat itu, Gnery tidak pernah mengira bahwa hari ini adalah awal mula namanya bergema di seluruh Benua Barat dan tercatat dalam sejarah, walaupun dirinya tidak melakukan hal apapun.


...----------------...


Catatan :


Aku mengubah pasukan Ares untuk penyerangan ibukota menjadi 30.000 dan menurunkan pasukan yg dimilikinya menjadi 45.000.


I think ini juga tidak mungkin ada di bumi di abad ke 12 karena pada saat itu pasukan sebesar 10.000 orang untuk seorang Duke saja sudah termasuk sangat besar.


...----------------...