I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 50 : Ak—Aku Menang!



Tahun 1236, 4 Juni.


Kota Botson, Wilayah Baron Herney, Kerajaan Normadia.


Setelah Matahari Terbit.


Srrtt.


Ak—aku menang!


Srrtt.


Aku benar-benar tidak percaya jika aku dapat mengalahkannya!


Srrtt.


Di dalam sebuah kamar penginapan yang sangat mewah untuk seseorang yang hidup pada abad pertengahan, terlihat di lantai kamar seorang aristokrat muda berambut biru sedang menyeret tubuhnya karena sangat lelah.


Setelah semalaman berperang dengan Excel yang mabuk di atas ranjang, pada akhirnya Ares membuat tunangannya takluk sesaat sebelum matahari terbit.


Tetap saja, tubuh Ares sangatlah lelah yang menyebabkan dia tidak dapat melakukan apapun untuk seharian ini apabila dia tidak memiliki Rapiernya.


BRUK!


Karena tidak kuasa menahan tubuhnya yang sangat berat, Ares pun melemaskan tangannya yang membuat tubuhnya terjatuh. Karena posisinya yang tidak nyaman, ia membalikkan tubuhnya untuk tidur terlentang di atas lantai dimana ia terkena sinar mentari pagi yang masuk melalui jendela kamar penginapannya.


Untung saja!


Aku benar-benar bersyukur bahwa aku tidak mengatakan kepada Klan Cornwall untuk membunuhku mulai hari ini!


Jika itu terjadi, aku tidak hanya akan terbunuh!


Aku pasti akan menjadi bahan tertawaan bagi mereka semua!


Ketika Ares mengintip benda yang telah sangat berjasa karena menolongnya saat berperang melawan Excel tadi malam yang berada diantara kedua pinggulnya, ia melihat benda tersebut sangat lemas karena telah diperas kering.


Sedikit penasaran dengan statistiknya saat ini, ia pun merapal, "Appraisal," dengan menargetkan dirinya sendiri.


......................


...[Status]...


Nama : Ares von Rueter


Umur : 17 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Margrave, Kerajaan Rowling


Afiliasi : Margrave Rueter, Kerajaan Rowling


Statistik


Keahlian Senjata : 58 (+0)


Kelincahan : 55 (+0)


Kepandaian : 57 (+70)


Tubuh : 9 (+0)


Kepemimpinan : 57 (+30)


Kewilayahan dan Militer


Jumlah Prajurit : 56.530


Moral : 85


Pelatihan : 78


Pasokan Makanan : 4.628.754


Jumlah Dana : 8.186.098.610 G


......................


Gila...


Statistik Tubuh milikku menjadi 9 poin setelah dihajar olehnya...


Kuh...


Aku juga belum tidur sejak tadi malam...


Ares menarik napas dalam dan berkata dengan nada yang terdengar lesu, "Hah... lelah sekali..."


Dengan tangan yang lemah, Ares pun memaksakan diri untuk menggapai Rapiernya yang saat ini disandarkan pada tembok di dekatnya.


Hmm, efeknya hanya terlihat jika berada di dalam kondisi kritis seperti ini.


Merasakan kekuatan yang seketika merasuki tubuhnya, Ares dengan sedikit terhuyung bangkit dan melihat gadis yang menyiksanya tadi malam sedang tertidur nyenyak di atas ranjang dengan senyuman di wajahnya. Ia pun mendekati ranjang untuk duduk di samping Excel dan menyelimuti tubuhnya yang tidak mengenakan satu helai kainpun.


"Yah, kurasa tidak apa-apa terlambat untuk satu hari dari jadwal yang seharusnya," gumam Ares saat melihat wajah Excel yang terlihat bahagia.


Setelah menunggu hingga kekuatannya sedikit pulih, Ares segera bangkit untuk berjalan ke kamar mandi yang berada di dalam kamar untuk membersihkan dirinya dan membasahi selembar kain. Setelah keluar dari kamar mandi, ia pun segera mengenakan baju baru yang diambilnya dari tas yang dibawanya dan mengelap beberapa bercak darah yang terdapat di atas ranjang dimana Excel tertidur.


Kupikir, aku harus sedikit memberikan tip untuk pemilik penginapan ini agar mereka mengganti kasurnya...


Ketika melihat bercak darah yang masih membekas, sedikit membuat perasaan Ares bersalah karena itu disebabkan oleh aktivitas malamnya bersama Excel.


Setelah meninggalkan Excel dengan meletakkan pedang kelas Phantasmal di dekatnya karena ia berpikir Excel yang dapat terbangun jika sedikit merasakan nafsu membunuh yang ditujukan kepadanya, Ares pun segera keluar dari kamar untuk sarapan di kafetaria penginapan yang berada di lantai pertama.


"Dia begitu luar biasa."


"Sampai pagi..."


"Aku tidak akan sanggup jika aku menjadi dia..."


Ada apa dengan mereka?


Setelah turun dari tangga penginapan, seorang gadis pelayan mendatanginya dan berkata, "Selamat pagi, Tuan. Menu hari ini adalah daging dan bir atau... apakah Anda menginginkan sesuatu yang lain?"


"Ah, tidak apa-apa. Aku tidak keberatan," timpal Ares yang menyerah.


"Baik," balas gadis pelayan itu dengan menundukkan ringan kepalanya lalu pergi.


Ares pun melangkahkan kakinya menuju meja yang kosong di kafetaria yang telah dipenuhi beberapa orang.


Hmm, ada yang kurang...


Jika itu abad pertengahan, bukankah seharusnya ada sesuatu seperti guild petualang?


Tidak, meskipun dunia ini juga merupakan dunia game, tapi dunia ini bukanlah dunia klasik seperti game pada umumnya.


Ares sedikit termenung saat berjalan mendekati meja yang memiliki tempat duduk kosong. Karena tidak terdapat satupun meja yang benar-benar kosong, Ares pun menuju salah satu meja dengan pemuda tampan dengan rambut oranye yang sedang memakan sarapannya.


"Appraisal," gumam Ares dengan menargetkannya karena sedikit curiga dengannya.


......................


...[Status]...


Nama : Gale


Umur : 19 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Clown


Afiliasi : Klan Cornwall


Statistik


Keahlian Senjata : 85 (+0)


Kelincahan : 84 (+2)


Kepandaian : 62 (+0)


Tubuh : 79 (+4)


Kepemimpinan : 43 (+0)


Loyalitas : 90


Moral : 75


Pelatihan : 61


......................


Begitukah?


"Bolehkah aku duduk di sampingmu?" tanya Ares dengan sopan.


"Ah, silakan," timpal Gale ramah.


"Baik, terima kasih," balas Ares dan duduk di depannya.


Tak berselang lama, gadis pelayan tadi datang kepada Ares dengan membawa 2 piring makanan dan satu gelas bir dengan gerakan lincah dan sangat cekatan. Setelah menyajikannya kepada Ares, gadis tersebut bertanya dengan polos, "Tuan, mengapa istri Anda tidak sarapan bersama Anda?"


"Y—yah... dia masih tertidur..." jawab Ares dengan sedikit gugup.


"Um... jika dia tidak datang pagi, mungkin saja makanannya telah habis... jadi..." timpal gadis pelayan itu.


"Ah, tidak masalah. Aku akan membeli makanan secara terpisah nanti," jawab Ares dengan tersenyum paksa.


"Baik, terima kasih, Tuan," timpal gadis pelayan tersebut dengan menunduk ringan dan pergi.


Kuh, pelayanan tingkat rendah!


Jika saja ada jam, kalian dapat menentukan waktu untuk sarapan sehingga pasti akan ada sisanya!


Jangan membuat pelangganmu membeli sarapan secara terpisah jika dia terlambat bangun!


Menghilangkan kekesalan di dalam hatinya, Ares segera mengambil daging dengan garpu yang telah disiapkan dan memakannya.


Setelah menelan beberapa suapan, Ares berkata dengan acuh tak acuh, "Jadi... kamu tidak mengintipku kan, Clown?"


Seketika, Gale sangat terkejut hingga membuatnya tersedak.


"Uhok! Uhok!" teriak Gale yang terbatuk dengan memegangi dadanya.


"Yah... minum dulu..." ujar Ares dengan acuh tak acuh dan kembali memakan dagingnya.


Setelah meminum segelas air dan menenangkan dirinya, Gale berkata dengan gelisah, "Ba—bagaimana Anda dapat mengetahuinya?!"


"Hmm, jawab pertanyaanku terlebih dahulu," timpal Ares seolah tidak peduli.


"Jujur... tidak... namun, suara Anda begitu keras yang mungkin saja terdengar hingga seluruh kamar yang berada di lantai yang sama dengan Anda," jawab Gale yang menyerah.


Seketika, Ares tersadar bahwa beberapa orang yang ditemuinya sebelum menuruni tangga mendengar keberisikan aktivitas malamnya dengan Excel yang membuatnya sangat malu.


"Be—begitu... yah..." timpal Ares gelisah lalu mempercepat menyantap sarapannya.


"Jadi, bagaimana Anda dapat mengetahui gelar saya? Juga, bukankah Anda belum melihat saya secara langsung kemarin?" tanya Gale dengan nada menyelidiki.


Seolah tidak peduli, Ares segera menenggak birnya setelah menghabiskan sarapannya. Lalu, ia pun berkata, "Sesuai kesepakatan kita, jangan ganggu aku sebelum tanggal yang ditentukan. Aku akan pergi untuk saat ini," dan bangkit untuk menuju kamarnya kembali dengan menaiki tangga.


Tercengang dengan jawaban yang diberikan kepadanya, Gale segera tersadar akan Ares yang telah pergi menaiki tangga dengan langkah cepat.


"Tu—tunggu, Oi!" ujar Gale sedikit keras dengan mengarahkan tangannya ke depan.


Tentu saja, Gale pun tetap diacuhkan oleh Ares yang membuatnya kembali dengan tangan kosong.


...----------------...