
Tahun 1237, 5 April.
Ibukota Lombart, Kerajaan Rowling.
Pagi Hari.
"Margrave, kami memutuskan untuk memenuhi kondisi Anda." Seorang pria paruh baya berambut klimis pirang, berwajah rapi, dengan tubuh yang sedikit gemuk menatap Ares dengan wajah penuh keseriusan.
Salah satu alis Ares terangkat, ia sedikit kagum dengan keputusan berat yang dapat diambilnya hanya dalam waktu kurang dari 5 hari.
"Namun, kami mengajukan beberapa syarat dan tuntutan pada Anda." Pria tersebut meletakkan sebuah lembar perkamen di atas meja dan memutar meja hingga perkamen tersebut sampai kepada Ares, yang duduk di meja bundar yang sama dengannya.
Ares mengambil lembar tersebut, ia memfokuskan kedua pandangannya untuk membaca isinya dengan cermat, hingga dia meletakkannya kembali dengan sebuah senyuman kecut yang terukir di atas wajahnya.
Di dalam ruangan besar dimana sebuah pertemuan birokrasi selalu dilangsungkan, Ares bersama dengan beberapa petinggi kerajaan yang mengubah sikapnya menjadi netral duduk melingkar di sebuah meja bundar dengan penjagaan Ksatria Rueter di tiap sudut ruangan.
Sinar mentari pagi yang merasuk melalui jendela besar seolah tidak membuat suasana pertemuan tersebut mendingin.
Tentu, hanya dua orang yang memiliki hak untuk berbicara sebagai perwakilan.
Tepat setelah melakukan kudeta, tentu Ares tidak dapat membunuh para pejabat istana—termasuk menteri-menteri negara—secara keseluruhan. Akan sangat memakan banyak waktu serta biaya jika Ares membangun negara dari nol kembali.
Meskipun begitu, dia tidak menyangka bahwa 4 dari 6 menteri kerajaan—dari 8 menteri secara keseluruhan termasuk Perdana Menteri—yang tersisa di ibukota akan melakukan perlawanan yang menyebabkan Ares dengan terpaksa mengeliminasi keempatnya.
Dua menteri yang tersisa, Menteri Keuangan serta Menteri Pendidikan sekaligus menjabat sebagai Kepala Akademi, melihat tidak adanya harapan untuk melawan, mereka dengan terpaksa menyerah dan menjadi tahanan rumah.
Aku tidak berpikir mantan guruku akan menuntut sebanyak ini...
Meskipun kepalamu telah berada di dalam genggamanku, meskipun kau tidak memiliki nilai yang sangat berharga, kau sangat berani bukan, Marquis Viliers?
"Perdana Menteri, Duke Holfart." Ares menatap pria paruh baya yang menyerahkan perkamen kepadanya dengan senyuman cerah. Namun, kedua menteri di depannya mengerti bahwa hanya terdapat kata-kata gelap yang akan keluar dari mulutnya.
"Menteri Perang sekaligus Kepala Ordo Ksatria Pertama dan Pengawal Raja, Earl Victor; Menteri Luar Negeri, Marquis Errol; Jaksa Agung, Count Garrahard; Menteri Pembangunan, Earl Ashes..." Ares sejenak tersenyum kecut disaat ia melihat dua petinggi negara di hadapannya terlihat sangat gelisah, "Dan Menteri Kehakiman... Duke Linius."
"Apakah Marquis Viliers, Sang Menteri Keuangan, juga akan mengikuti jejak mereka?" sambung Ares lalu tersenyum masam.
Kata-kata Ares tidak hanya membuat Marquis Viliers sangat terkejut, namun seorang pria tua beruban dengan wajah yang terlihat sangat renta juga terlihat membuka lebar kedua matanya.
Tidak ada diantara mereka berdua yang mengira bila Ares telah membunuh Duke Linius, meskipun dia berada di dalam wilayahnya yang dirumorkan memiliki pertahanan yang tidak dapat ditembus oleh seorang pembunuh.
Berbeda dengan Menteri Pendidikan yang wajahnya terlihat sedih, amarah Marquis Viliers seketika memuncak.
BRAK!
"Apakah kau tahu apa yang telah kau lakukan?!" Marquis Viliers menggebrak meja, dia tidak menyangka bila Ares akan sangat gegabah dalam melancarkan kudeta hingga meninggalkan formalitasnya.
"Tidak masalah. Gardom tidak mungkin bergerak, Margrave Francois telah bergerak membasmi para bangsawan yang memihak Faksi Istana, Ksatria Duke Linius terisolasi dengan kekacauan wilayah mereka serta anggapan mereka sendiri yang mengira Gardom hendak menyerang... siapa yang dapat menghentikanku?" Ares tersenyum sembari mengejek.
Meskipun begitu, dia sangat merasa tidak nyaman telah menyakiti mantan gurunya karena ingatan masa lalunya, yang mana Ares telah sangat berhutang budi padanya.
"Kau pasti akan hancur! Yang Mulia Pangeran Luca—" timpal Marquis Viliers.
"Tidak mungkin." Ares menyela kata-kata Menteri Keuangan dengan wajah tegas.
"Apa maksudmu?" Ketidakpercayaan besar terhadap perkataan yang terlontar kepadanya hingga Marquis Viliers memincingkan kedua matanya pada Ares.
"Walaupun ksatria kerajaan telah meninggalkan ibukota pada malam penyerangan, dia tidak akan sampai tepat waktu sebelum dua Jenderal Besar Kerajaan Natrehn mengepung Pasukan Gabungan Kedua Pangeran Kerajaan Rowling dari dua sisi. Kemungkinan besar, kedua pangeran akan menghentikan perseteruan mereka untuk sementara dan mengirim Pangeran Zee serta Duke Alein kembali dengan pasukan berskala paling banyak 20.000 prajurit," jawab Ares.
Mengingat hasrat Duke Alein terhadap adiknya, Ratu Nieve, dia tidak mungkin mengabaikan Ratu Nieve yang tertawan dan akan memaksakan diri untuk mundur bersama dengan Zee.
Tentu, hal itu bukanlah tanpa alasan. Ares telah membunuh hewan-hewan pengantar pesan yang dapat mengirimkan pesan secara cepat sebelum malam kudeta berlangsung. Akibatnya, informasi kudeta lebih lambat mencapai telinga kedua pangeran yang berada jauh di dalam Wilayah Kerajaan Natrehn.
"Mengapa Anda sangat yakin?" Marquis Viliers berkata seolah tidak percaya pada Ares.
Yah... pengalaman, mungkin?
Terlebih lagi, ayo injak-injak harga diri orang menyebalkan ini.
Hanya terdiam tanpa menjawab, Ares mengambil pena bulu di hadapannya dan mencoret besaran imbalan "ganti rugi" yang berjumlah 300 juta G lalu menuliskan 900 juta G tepat di sampingnya.
Selama masa transisi, Ares memberikan kondisi kepada para pejabat tingkat tinggi yang sebelumnya telah menyerah berupa: patuh sebagai tahanan rumah di bawah House of Rueter selama masa vakum kekuasaan; bersedia bersumpah setia kepada Ares von Rueter serta Excel von Linius Rowling sebagai keluarga penerus tahta yang sah jika ketiga penerus tahta yang berada di atas Excel telah tiada; serta tidak melancarkan segala operasi militer yang dapat membahayakan Ares dan para sekutunya.
Meskipun begitu, Ares tidak akan memaksakan kehendaknya pada mereka. Walaupun pada akhirnya Ares akan membentuk negara dengan bentuk pemerintahan monarki absolut, dia tidak ingin menjadi seorang diktaktor atau bersifat terlalu otoriter.
Baginya, kebebasan berpendapat dapat mendorong kemajuan ilmu dan teknologi dengan pesat, selama masih berada dalam batas tertentu.
Tidak hanya itu, Ares juga mencoba menggiring opini bila Keluarga Kerajaan adalah sosok yang sangat disegani, yang mana dapat membuat taraf hidup masyarakat meningkat secara bertahap, yang tentu saja akan direalisasikan olehnya di masa depan nanti.
Karenanya, Ares tidak mempermasalahkan bila para bangsawan memberikan syarat tertentu kepadanya. Ares berpikir bila dia sebaiknya memiliki hubungan sehat dengan para bangsawan lain mengingat dia akan mendirikan sebuah negara baru, yang mana masih sangat rentan.
Syarat yang diberikan oleh para bangsawan adalah: menjamin keamanan, keselamatan, serta menanggung biaya hidup mereka selama berada di bawah tahanan rumah House of Rueter; memberikan sebuah ganti rugi sebesar 300 juta G secara keseluruhan yang akan dibagi kepada masing-masing rumah bangsawan dengan rincian yang telah ditetapkan; serta berlepas tangan atas seluruh perbuatan Margrave Rueter beserta istrinya apabila tidak mampu membuktikan keluarganya merupakan penerus sah tahta.
Setelah memberikan tanda tangan beserta segel House of Rueter dan Keluarga Kerajaan Rowling secara berdampingan, Ares meletakkan kembali perkamen tersebut di atas meja dan memutar mejanya.
Meskipun sedikit merasa sebal sebelumnya karena hanya diabaikan, senyuman mengejek pun terlukis disaat Marquis Viliers membaca perkamen tersebut dengan seksama, bermaksud untuk memeriksa bila Ares mengajukan sebuah keberatan atas syarat yang diberikan kepadanya.
Perlahan, wajahnya menjadi semakin jelek, Marquis Viliers tidak sekalipun menemukan adanya perubahan.
Kedua mata Marquis Viliers perlahan terbuka semakin lebar melihat nominal yang baginya tidak mungkin berada di atas tangannya, yang bahkan anggaran tahunan serta ruang harta istana tidak mampu mencapainya.
"K—kau..." Nada Marquis Vilier sedikit bergetar.
Tidak pernah mengira seseorang yang dianggapnya hanya seorang "anak kecil" akan memiliki harta yang sangat berlimpah melebihi dirinya. Tidak hanya itu, dia merasa semakin terintimidasi akibat adanya segel Keluarga Kerajaan Rowling di atas tanda tangan Ares.
"Ada apa, Marquis? Bukankah anggaran tahunan kerajaan hanya sekitar 300 juta G? Yah, saya baru saja melipatgandakannya menjadi tiga kali lebih banyak. Tidak perlu khawatir," timpal Ares sembari tersenyum dengan wajah yang menyegarkan.
Mendengar kata-kata tersebut, tidak hanya kedua menteri di hadapannya yang mematung, bahkan beberapa bangsawan yang menghadiri pertemuan juga tidak berbeda dengan keduanya.
"Da—dari mana... Anda mendapatkan uang sebanyak ini..." ungkap Marquis Viliers dengan nada bergetar.
"Seekor ikan kecil tidak mungkin menyelam ke laut dalam." Perasaannya sangat segar, tidak berbeda dengan ekspresi Ares yang tersenyum lebar seolah sangat mengejek.
Memandang dua pria yang mematung di hadapannya, Ares hanya dapat tersenyum masam.
Meskipun begitu, perasaan bersalah tidak dapat lepas dari lubuk hatinya karena telah membuat pria tua yang merupakan mantan guru Akademinya dahulu mengalami masa yang sangat mencekam akibat malam kudeta beberapa hari yang lalu.
Warren mungkin akan menyelesaikan operasi militernya sekitar 1 pekan ke depan serta pasukanku akan tiba di ibukota besok...
Hmm, mungkin besok atau lusa, Lucas dan Zee akan mendapat kabar bila aku telah melakukan kudeta.
Tetap saja...
Sebelum aku merencanakan langkah selanjutnya, kupikir aku harus menundukkan kepala dan meminta maaf kepada guruku karena telah merepotkannya.
...----------------...