
Tahun 1236, 22 November.
Kota Ereth, Wilayah Margrave Rueter.
Siang Hari.
"Luar biasa..." Claire sangat terkagum disaat dirinya berkeliling fasilitas penelitian komersial yang berada dalam lingkungan kastil.
Wien Ugloss, pejabat yang bertanggung jawab atas perusahaan yang terafiliasi pada House of Rueter, seketika merasa terdapat kebanggaan yang merasuk ke dalam hatinya.
Wien tersenyum cerah, mengambil salah satu piring koleksi penelitian gerabah keramik putih, dia segera menyerahkannya kepada Claire untuk pengamatan yang lebih dekat, "Silakan, Yang Mulia."
Menerimanya, Claire menatap dengan seksama pada setiap sudut-sudut keramik tersebut. Tidak hanya kondisi fasilitas yang sangat membuatnya terkagum, namun sebuah etalase—lemari kaca—yang menjadi tempat penyimpanan koleksi sangat membuat Claire kagum.
Pandangannya tertuju kembali pada Wien, ada sedikit perasaan aneh yang mengganjal pada benak Claire, "Bukankah membuat kerajinan seperti ini membutuhkan waktu yang sangat lama? Apakah koleksi ini telah dibuat dari waktu yang sangat lampau?"
Wien terkikik sembari menutup mulutnya. Dengan menggeleng kecil, Wien menatap Claire seperti disaat dirinya menjadi seorang instruktur beberapa bulan lalu, "Tidak, Yang Mulia. Sejak awal, kami tidak menggunakan cara-cara normal seperti para pengrajin pada umumnya."
"Eh? Bolehkah aku mengetahui maksud dari cara-cara normal?" tanya Claire yang kebingungan.
"Didukung dengan pendanaan besar, Tuan Ares memberikan kami instruksi agar kami memiliki standar operasional yang terprosedur sehingga seseorang yang memiliki sedikit pengalaman menjadi seorang pengrajin sebelumnya, dapat dengan mudah membuat suatu kerajinan," jawab Wien.
"Benarkah?" Claire melihat Wein dengan takjub. Kedua matanya juga terlihat sedikit berbinar.
"Kami menggunakan 'Cetakan' sehingga proses produksi dapat dipersingkat. Yah, meskipun hal-hal yang sulit serta beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra tetaplah menjadi tanggung jawab para pengrajin ahli," timpal Wein.
Claire sejenak termenung disaat dirinya kembali memandang piring putih. Pikirannya seketika tertuju kepada berbagai hal, yang bahkan tidak Wein ketahui, "Apakah militer dari Margrave Rueter juga menggunakan cara ini?"
Wein tersenyum kecut. Beberapa kali dirinya diberikan pertanyaan kritis yang bagi Wein sangat cerdas, "Bahkan, informasi tersebut terbatas untuk saya, seorang pejabat tingkat tinggi, Yang Mulia. Saya kira teknologi mereka jauh lebih canggih, karena seharusnya Tuan Ares lebih mengedepankan perkembangan militer House of Rueter."
"Begitu..." timpal Claire.
Melanjutkan kunjungannya berkeliling fasilitas penelitian serta kantor pejabat ditemani oleh Wien dan beberapa ksatria hingga matahari akan terbenam, Claire pun tiba di salah satu sudut istana yang terdengar sangat berisik.
Wien mengerutkan kening. Kesalahannya yang tidak sengaja membawa Claire menuju kandang ayam. Tidak seperti elang dan merpati pengantar pesan, Wien mengetahui jika unggas tersebut tidak dapat dengan mudah untuk kembali dimasukkan ke dalam kandang.
Hingga berada tak jauh dari sumber suara, Claire menemukan dua orang gadis serta beberapa ksatria sedang berlarian menangkap ayam dengan kedua tangannya.
"Sial!"
"Kemarilah, Bodoh!"
"Esther! Tangkap dia!" teriak Anette penuh kekesalan.
Ptok!
Ptook!
Ptok!
Ptook!
Ares tentu mengerti bahwa hewan liar—meskipun itu hanyalah seekor ayam—tidak akan dengan mudah menurut. Namun, hal ini adalah suatu keharusan yang harus dia lewati jika dia benar-benar ingin melakukan domestikasi terhadap kelompok ayam liar tersebut, hingga mereka berganti generasi.
Meskipun dia telah menyekat area kandang dengan susunan dari potongan bambu berlubang yang sedikit tinggi hingga tidak dapat dilompati oleh ayam, tetap saja menangkap mereka adalah sesuatu yang sangat sulit.
Naluri bebas ada di dalam benak para unggas, beberapa kali kaki dan tangan para prajurit terpatuk karena para ayam merasa keselamatannya terancam.
"Um... hewan apa itu?" Melihat sesuatu yang sangat asing, Claire tidak mengerti alasan para ksatria berlarian menangkap para unggas tersebut.
"Itu... adalah ayam, Yang Mulia... Kami sedang dalam masa percobaan untuk membuat hewan-hewan tersebut dapat diternakkan," jawab Wien.
"Mengapa?" tanya Claire.
"Meskipun saya tidak yakin mengenai hal ini, menurut pendapat Tuan, jika ayam telah berhasil mengalami domestikasi serta diternakkan, ayam lebih cepat berkembang biak dan bertelur." Wein sejenak melirik Claire dan menemukannya sangat terfokus pada area kandang, "Ketika saya memakannya, rasanya mungkin tidak lebih baik dibandingkan dengan kalkun... namun itu juga tidak dapat dikatakan buruk."
"Baik, saya akan meminta koki untuk menyajikannya kepada Anda pada menu makan malam," timpal Wein.
"Terima kasih," balas Claire penuh syukur.
Derap langkah kaki samar terdengar semakin menjadi lebih keras. Rombongan Claire mengalihkan perhatiannya, yang juga dilakukan oleh Esther, Anette, serta para ksatria yang berada di dalam area kandang.
Para perwira militer tingkat tinggi berjalan mendekat. Tidak ada yang tidak menjadi gelisah seperti seseorang pada umumnya.
Menemukan Don dan Canaria yang berada di bagian terdepan, Wein menemukan Albert, Dia, Gnery, serta beberapa ksatria pejabat tingkat tinggi lain, yang bahkan Renne, Kepala Wilayah, juga mengikuti di belakang Don.
Namun, ada perasaan aneh yang tidak pada tempatnya. Mayoritas tentu memiliki tanda tanya besar mengenai maksud kedatangan para perwira tingkat tinggi tersebut.
Menemukan Claire yang lebih dahulu berada di tempat, Don, Canaria, Renne, serta para perwira lain menundukkan ringan kepalanya sembari menyapa untuk formalitas, yang mana status Claire sangatlah tinggi dibandingkan dengan mereka.
Termasuk Canaria, perhatian Don seketika tertuju kepada Gnery dan melihatnya juga memiliki tanda tanya besar yang terlihat dari wajahnya, "Gnery, ini adalah tempat ujian terakhirmu."
"Hah?!"
Tidak hanya Gnery, bahkan Albert dan Dia juga sangat terkejut, terkecuali Canaria dan Renne yang segera tersenyum masam karena telah menebak niat Don yang sebenarnya.
Pulih dari keterkejutan mereka, seketika tersadar akan ucapannya yang tidak sopan, para perwira di belakang Don segera meminta maaf.
Namun, tidak untuk Gnery. Dia benar-benar tidak mengerti mengapa ujian kenaikan pangkat terakhirnya harus dilaksanakan di salah satu sudut istana.
Tentu, Gnery diharapkan agar dapat membantai sepuluh orang dari kelompok bandit atau Dark Guild tanpa bantuan, yang mana lima penguji hanya akan menjadi pengawas jika keadaan bergerak ke arah yang tidak diharapkan.
"Mohon maafkan saya, Pak!" timpal Gnery keras.
"Ya, katakan," jawab Don.
"Mengapa ujian terakhir kenaikan pangkat dilakukan di tempat ini, Pak?" balas Gnery.
Don sejenak memandang wajah pria berusia lebih dari tiga puluh tahun tersebut. Menghela napas berat, Don memutuskan untuk memberitahu kebenarannya, "Karena ujian ini lebih sulit dibandingkan dengan melawan 10 orang bandit."
Terkecuali Renne, Canaria, serta Don sendiri, para perwira yang dalam kesehariannya bekerja di kastil, tersadar. Mereka tentu sangat mengetahui tingkat kesulitan memasukkan kembali seekor ayam liar ke dalam kandangnya.
Tidak hanya menguras fisik, namun juga sangat melelahkan mental.
Bagi mereka, lebih baik bertarung dengan kelompok bandit dibandingkan dengan mengurus seekor ayam yang sangat merepotkan.
"Apa yang Anda maksud dengan 'ujian ini,' Pak?" tanya Gnery yang masih kebingungan.
"Tanpa bantuan, masukkanlah kembali setidaknya 7 ekor ayam liar di depannmu ke dalam kandangnya."
Namun, Gnery, yang berperan sebagai komandan garnisun yang berada di pos tembok kota, tidaklah mengetahui tingkat kesulitannya yang membuatnya hanya menatap aneh pada Don.
"Ya, Pak..." timpal Gnery lalu memasuki area kandang.
Tanda telah diberikan untuk mengeluarkan seluruh orang yang berada dalam area kandang.
Perjuangan berat Gnery pun sangat terlihat, yang bahkan membuat Claire terkagum. Menghindari paruh yang datang menerjang, beberapa kali terkena serangan beberapa ekor ayam yang sekaligus menyerang ke arahnya dengan taji serta cakarnya, sangat membuat para perwira yang melihatnya terkagum.
Saat itu, bahkan menunggu hingga petang tiba, Gnery hanya dapat memasukkan seekor ayam liar kembali ke dalam kandangnya.
...----------------...
Catatan :
Mungkin, tidak akan ada lagi chapter santai setelah ini.
...----------------...