
...[Pengumuman]...
Ya, hiatus.
Hiya, hiya, hiya.
Siapa yang ketrigger?
Wkwkwk.
Ehm, kembali ke topik.
Seharian ini, aku telah mempertimbakan beberapa hal. Aku memutuskan untuk tidak melanjutkan novel ini dan akan membuat Book 2 nya setelah arc 2 berakhir.
Tetap di NT kok tenang aja.
Alasan? Level karya ini 8, coba aja kalo likenya banyak pasti level 10.
Dan juga, karena kurang lebih sekitar 15-20 chapter lagi arc 2 berakhir, aku memutuskan untuk menguploadnya sekaligus sekitar hmm... mungkin 10-12 hari lagi?
Yah, sekitaran itu pokoknya.
Pecah telor lah ya novel bukan translate tapi crazy up 20 chapter... ya, meskipun harus hiatus sebentar.
Karena aku berniat untuk membuat book keduanya tidak perlu membaca book 1 terlebih dahulu, mengingat fav novel ini cuma sekitar 1k. Akibatnya, aku tidak bisa membiarkan adanya plot hole di last battle ini.
Ada beberapa plot hole di novel ini... mungkin banyak author yang malu ngungkapin, tapi aku sih berani aja toh biar penulis yang lain tidak mengalami hal yang sama.
Terlalu banyak ngasih pancing di awal.
Ya, siapa yang nyangka banyak plot hook malah jadi plot hole? wkwkw bahkan aku gapernah ngira itu bakal terjadi.
Sejujurnya, novel ini telah mengalami 4x perubahan plot. Ya, stres banget emang.
Pada awalnya, aku ngerancang Ares agar jadi karakter cerdas, tapi ga licik. Kenapa begitu? Ares adalah mantan mahasiswa/alias orang baik-baik. Tapi gamungkin dia bakal jadi orang yang ga licik, akhirnya aku memutuskan untuk transmigrasi, bukan reinkarnasi.
Jiwa ares yang lama mempengaruhi jiwa ares yang baru, akibatnya dia jadi terbiasa dengan pertumpahan darah, intrik licik bangsawan, sekaligus kepintaran otaknya serta pengalaman jadi best player gamenya.
Lalu, ada juga plot ekonomi yang ga terlalu berpengaruh, tapi aku memutuskan untuk jadi landasanku nanti di book 2.
Sejujurnya, aku pengen chara development kan Ares agar dia kalah lawan barlock terlebih dahulu, agar dia sadar kalo dunia ini ga sama dengan game. Tapi, plot berjalan sendiri. Malah authornya yang bertarung lawan ares dan pada akhirnya merasakan kekalahan memalukan...
hiks hiks.
akibatnya, aku dengan terpaksa membuat katherine dan anaknya tewas.... yang bahkan waktu penulisan sangat membuatku shock menangis agar ares KENA MENTAL, Chara developmentnya dia ada disitu, apalagi abis *** *** kan.
y—yah lupakan.
Kesalahan ngasih makan si Val.
Aku dilema, sejujurnya aku ingin membuat si kristin muncul lebih awal dan membantu zelhard dan val melawan ares, tapi jika itu terjadi, aku gabisa buat si zelhard jadi seperti sekarang ini. Akibatnya, val tipis tipis terkena plot armor dimana dia selamat, yah meskipun masih kebantu pedang kelas ancient milik zelhard.
Ya, aku beberapa kali tidak fokus hingga nama kristin berubah jadi krestin. Bahkan adik Sieg yang bernama Claire, pada awalnya bernama Celia.
Pusing authornya.
Satu plot hole yang terpaksa aku buat agar tidak membuat perasaanku sangat tergores. Tidak mungkin Evan akan tertidur disaat Katherine memiliki perasaan yang tidak tenang.
Balita memiliki respon kuat terhadap lingkungannya. Bisa saja Evan menangis atau bahkan hanya dapat menatap Ares dalam kebingungan.
Apa yang akan terjadi pada perasaan Ares (apalagi Author) jika dia mengarahkan ujung Rapier ke dada Evan yang menangis atau setidaknya menatapnya?
Ares terlalu OP, sampe nandingin authornya nyetel plot.
Ya, bukan op ngehancurin pasukan hanya dengan satu jari atau satu serangan. Tapi otaknya ngerencanain plot pinter banget sampe sampe authornya perlu hati hati banget agar tidak ada plot hole.
Sejujurnya, aku pengen bikin ares menderita, tapi... sangat ga wajar mengingat dia punya pengetahuan dari dunia game yang bikin susah.
Mungkin juga di novel ini ada adegan cringe seperti incest, pedo, dll tapi di abad pertengahan itu nyata dan banyak, jadi aku memasukkannya ke dalam novel ini, maaf kalo itu sedikit ganggu kalian.
Yah, kalian bisa bayangin kan gimana kalo saudaraan beda ibu beda gender terus terusan nempel?
Trus juga, meskipun usia dewasa 15 tahun, banyak kok cewe 14 tahun yang udah hamil dan itu dianggap biasa oleh orang dulu.
Wkwkw, mungkin itu sih...
Dan juga, aku sangat berterima kasih pada author The Dungeon Master, Cordius Satya yang udah promosiin novel ini. Baik bat dah, jujur aku awal awal baca tdm karena first person POV nya yang epic bat gaada obat. Akhirnya aku minder dan ubah PoV novel ini jadi third person...
Dan juga ada satu karya santai dari author ini, yang kukira awalnya dark tapi gajadi dark elah...
Jujur, alur santai yang ga berat kek gini cocok buat santai yah... itu aja sih gabisa komentar banyak karena baru aja 3 chapter...
Oke, aku akan kasih spill tipis tipis book 2 novel ini... yang mungkin aja tamat sekitar 15-20 chapter lagi.
Sesuai namanya, World Domination.
Aku akan nulis konflik tidak hanya ekonomi saja, tapi juga agama, penduduk, pendidikan, teknologi, ideologi, budaya dan bahkan akan ada pandemi juga.
Ingat wabah pes yang menyerang eropa kan? Aku merencanakan sampai ke sana, mengingat timeline game sudah tidak sesuai dengan aslinya lagi.
Jadi terima kasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya atas keegoisanku.
Dan juga, sebagai penikmat cerita ini, menurut kalian, bagaimana kualitas tulisan ini? Kasih alasannya ya, terima kasih!
^^^Riepra^^^