I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 118 : The Great Commander, part 1



Tahun 1237, 4 Maret.


Benteng Ligard, Bekas Wilayah Perbatasan Natrehn, Kerajaan Rowling.


Pagi Hari.


"Yang Mulia! 5.000 Tentara Natrehn menyerang!"


Seorang ksatria tingkat tinggi melapor kepada Lucas dengan berlutut di hadapannya. Tidak hanya Lucas, Ethan, Lavreigh, serta banyak bangsawan lain merasa aneh dengan laporan tersebut.


Lavreigh—bangsawan utara yang mendukung Lucas untuk mengembalikan kehormatan dan pengaruhnya setelah mengalami kekalahan melawan Barlock—menjadi sangat kesal, "Jangan berbohong, Sialan! Kekuatan Rowling sebesar 200.000 prajurit! Apa kau pikir Zelhard akan bertindak sebodoh itu?!"


Ksatria tersebut memiliki tubuh yang gemetar, yang mana dirinya telah bersiap untuk kehilangan kepalanya. Walau ksatria tersebut tergabung dengan ordo ksatria, tidak ada yang tidak tertekan jika para bangsawan tingkat tinggi menatap tajam kepadanya.


Kening Lucas berkerut. Dia tidak memiliki informasi terperinci dengan Pasukan Natrehn yang dipimpin oleh Zelhard karena tidak dapat menemukan celah untuk menyelinapkan seorangpun mata-mata.


Tidak hanya hal tersebut yang menjadi kesulitannya, pasukannya yang terlampau besar membuat Lucas sangat sulit untuk bergerak, yang mana para bangsawan di sekitarnya tidak memiliki kemampuan dan strategi yang dapat diandalkan.


Tanpa kuantitas yang menjadi keunggulan pasukannya serta keadaan Natrehn yang sedang berperang melawan konfederasi, Lucas tidak berpikir jika dirinya akan memenangkan perang melawan Natrehn walau menerima bantuan melimpah yang berasal dari Ares.


Tentu, Zelhard telah dipercayakan oleh Movic I—mendiang Raja Kerajaan Natrehn sebelumnya sekaligus ayah Julius—untuk memimpin 20.000 prajurit terelit yang dimiliki oleh Kerajaan Natrehn. Sangat sulit bagi Lucas untuk mencari celah kelemahan pada pasukan Zelhard, yang bahkan Lucas hanya menerima informasi kasar apabila Zelhard hanya memiliki sekitar 15.000 prajurit.


Sejenak terdiam, Lucas menutup kedua matanya. Pikirannya berputar cepat, akan sangat membuang sumber daya jika dia menyia-nyiakan waktu untuk berperang melawan Zelhard.


Terbesit di dalam benaknya sebuah ide kotor. Lucas pun samar mengangkat salah satu sudut mulutnya dan kembali berekspresi datar, "Count Dupent, pimpinlah 30.000 prajurit bersama para bangsawan utara. Bunuh Zelhard."


"Baik, Yang Mulia!" timpal Lavreigh.


Reaksi Lavreigh seketika menjadi cerah. Namun, tidak untuk beberapa bangsawan utara yang sekali lagi harus menerima nasibnya yang pahit.


Segera, seorang bangsawan utara hendak menyuarakan pendapatnya—


"Lakukan koordinasi secara mandiri, aku akan mengerahkan 150.000 prajurit ke arah lain," ujar Lucas.


Beberapa bangsawan tercengang, beberapa yang lain hanya dapat terdiam, pun beberapa diantaranya telah menebak niat sejati Lucas.


"Mohon maafkan kami, Yang Mulia. Namun, bolehkah kami mengetahui maksud dan tujuan Anda?" timpal salah satu bangsawan utara.


Lucas hanya tersenyum licik. Sembari berbalik, ia pun melangkah pergi dengan memanggil, "Ethan, jelaskanlah. Aku akan beristirahat."


"Baik, Yang Mulia." Ethan membungkuk ringan.


Tatapan Ethan sejenak tertuju pada Lucas dan beberapa ksatria elit yang menjadi pengawalnya yang meninggalkan ruangan, Ethan pun menghela napas dalam.


Beberapa waktu berlalu sejak menjadi ksatria pengawal pribadi Pangeran Pertama, Ethan tentu telah mengetahui bagaimana Lucas akan mengambil suatu keputusan dan bertindak.


Penilaian Ethan kepada Lucas merupakan sosok yang sangat berhati-hati dan mencari celah untuk memanfaatkan, yang mana Ethan segera memahami tujuan Tuannya tersebut disaat mengatakan akan mengerahkan 150.000 prajurit.


"Yang Mulia bermaksud untuk menyerang Pangeran Zee di luar perbatasan." Ethan menjawab dengan ekspresi serius.


"Hah?!"


"Mengapa?" tanya Lavreigh.


"Kita tidak akan membuat dampak kerusakan pada Wilayah Rowling sehingga nama baik Yang Mulia dapat terjaga. Di samping hal tersebut, Pangeran Zee sedang melancarkan operasi militer menuju Ibukota Scandiva. Saya tidak mengira Jenderal Eina akan membiarkan begitu saja apabila terdapat dua pangeran kerajaan tetangga yang menuju ibukota secara serentak," jawab Ethan.


"Yang Mulia meninggalkan 20.000 prajurit di Wilayah Vietra untuk berjaga-jaga dengan manuver politik Ares serta 30.000 prajurit untuk menyerang Zelhard. Tidak mungkin mengembalikan 20.000 prajurit tersebut menuju ibukota karena dapat merusak hubungan Yang Mulia dengan Ares," sambung Ethan.


Sangat malu, beberapa bangsawan menunjukkan gelagat gelisah. Tidak berbeda dengan bangsawan muda lain, Lavreigh segera menundukkan ringan kepalanya, "Tuan Ethan, saya akan mempersiapkan pasukan terlebih dahulu. Permisi."


Lavreigh serta beberapa bangsawan utara lain segera meninggalkan ruangan dengan langkah canggung. Mereka dipandang remeh karena tidak mengetahui sifat dan gerak Lucas secara mendalam.


"Lintah Darat" adalah sebutan yang berakar kuat di benak Ethan serta bangsawan senior yang berada di dalam ruangan terhadap Lavreigh serta bangsawan muda lainnya.


Lucas tidak dapat mengembalikan 20.000 prajuritnya menuju ibukota. Tidak terpikirkan bagi Ares dan para bangsawan oposisi serta Faksi Zee jika Lucas menyia-nyiakan bantuan yang telah diberikan Ares hanya dengan mengistirahatkan tentara di ibukota.


Jauh dari Benteng Ligard yang berada dalam genggaman Natrehn beberapa bulan lalu, Zelhard memimpin 5.000 prajuritnya melewati sabana yang sangat hijau—yang masih berada dalam Wilayah Natrehn.


Hanya memiliki beberapa batu besar serta pepohonan, Zelhard merasa sangat lega karena dia dapat dengan mudah menggerakkan pasukannya di medan terbuka.


Ares telah memberi Zelhard "permainan" yang bahkan dapat membuatnya tidak dapat mempercayainya.


Dengan memancing Lucas hanya dengan 2.000 kavaleri; 2.500 infanteri; serta 500 pemanah, Ares mengatakan pada surat tersebut jika Lucas tidak akan menyerang dalam skala penuh dan mencoba mengalihkan pasukannya untuk melakukan perang saudara melawan Zee—serta meninggalkan paling banyak 40.000 prajurit untuk berperang melawan Zelhard.


Taktik tarik ulur adalah hal yang diputuskan Zelhard disaat dirinya menimbang saran-saran yang diberikan Ares.


Menyerang lalu mundur dengan cepat secara teratur, Zelhard dapat menarik pasukan musuh untuk melakukan suatu pengepungan.


Jika apa yang dikatakan Ares menjadi kenyataan, Zelhard tentu dapat dengan mudah mengalahkan musuh yang berjumlah dua kali lipat kekuatan tentaranya.


Hingga terlihat sosok prajurit berkuda yang datang mendekat, Zelhard berteriak keras, "Berhenti!"


Bersama Kristin serta beberapa perwira lain, Zelhard tetap berada di atas punggung kudanya. Tanpa penundaan, prajurit pengintai tersebut segera berlutut di atas tanah.


"Lapor! Melalui agen yang berada di dalam pihak musuh, pihak Pangeran Lucas akan menyerang dengan kekuatan sekitar 30.000 prajurit!"


Kata-kata prajurit pengintai sedikit membuat Zelhard terguncang.


Pernyataan Ares telah menjadi kenyataan. Menurut Ares, Lucas memiliki keraguan jika dia hendak melakukan sebuah operasi militer, sifat memanfaatkan, dan bersikap sangat berhati-hati—yang membuatnya sedikit lambat jika dia diminta untuk membuat keputusan mendesak.


"Siapa pemimpinnya?" tanya Zelhard kembali.


"Count Dupent, Tuan!" jawab prajurit tersebut.


Sejenak, tatapan Zelhard melirik Kristin yang berdiri tepat di sampingnya. Kristin memahami perintah kakeknya, yang membuatnya mengangguk kecil sebagai tanda diterimanya perintah.


Sekali lagi, bagaimana kamu dapat memprediksikan hal ini, Margrave?


...----------------...