I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 43 : Pengaruh Politikku Melebihi Para Pangeran! – Arc 1 <End>



Tahun 1236, 25 April.


Ibukota Kerajaan Rowling, Lombart.


Menjelang Siang Hari.


Perang.


Apa yang akan terjadi padamu jika kamu menjadi seorang pemenang dalam suatu peperangan?


Tentu saja, kehormatan, kejayaan, serta kekuasaan akan jatuh kepadamu.


Kreeettt.


"Wooaaahh!"


"Berjayalah Sang Putri!"


"Kemenangan untuk Sang Putri!"


"Kejayaan untuk Kerajaan Rowling!"


Dua gerbang utama yang berada di Tembok Terluar Ibukota Lombart, terbuka hanya untuk menyambut parade kemenangan Putri Kerajaan Rowling, Excel von Linius Rowling.


Sepanjang jalan utama Ibukota Lombart, terlihat banyak warga ibukota yang bersorak sembari melambaikan tangannya kepada Excel dan Ares yang saat ini bergerak dengan menaiki gerbong terbuka dan diikuti oleh rombongan pasukan Ares dan sebagian dari tentara reguler kerajaan.


Tentu saja, di samping Excel yang berdiri di tengah-tengah gerbong terbuka, Pangeran Pertama Kerajaan Rowling, Lucas von Holfart Rowling, juga melambaikan tangannya bersama mereka berdua sembari tersenyum yang terlihat sangat terpaksa.


"Yang Mulia, apakah Anda merasa tidak enak badan?" tanya Ares dengan nada lirih.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja," jawab Lucas dengan acuh tak acuh.


Ethan, yang berdiri di belakang ketiganya, hanya dapat menatap mereka dengan ekspresi rumit.


Tepat satu hari setelah Tentara Reguler Kerajaan Rowling yang dipimpin oleh Lucas bersama Pasukan Gabungan Bangsawan Utara Kerajaan Rowling yang dipimpin oleh Lavreigh tiba di Benteng Ligard, mereka segera menggerakkan pasukan mereka untuk mengokupasi Tanah Vietra yang saat ini tidak memiliki tuan meninggalkan 10.000 tentara reguler untuk menjaga Benteng Ligard yang telah berfungsi menjadi benteng garis depan melawan Kerajaan Natrehn.


Meskipun rakyat yang tinggal di Ibukota Lombart memiliki pajak yang berkisar antara 50% hingga 75% bergantung dengan pekerjaan yang dimiliki oleh mereka, tetap saja ketika mendengar berita mengenai kemenangan perang dan keberhasilan menguasai tanah yang selama ini hanya menjadi mimpi, sangat menyambut dan bersuka cita dengannya.


Akibatnya, hampir seluruh penduduk ibukota bergerak menuju jalan utama hanya untuk menyambut dan melihat putri yang telah berhasil mendapatkan prestasi militer tersebut.


Berbeda dengan para penduduk ibukota yang menganggap Excel bak pahlawan, para bangsawan tentu saja mengetahui bila Ares yang sebenarnya memiliki pengaruh dengan mengendalikan Excel dari balik layar.


Bahkan, beberapa bangsawan tingkat tinggi dalam faksi yang beroposisi dalam perebutan tahta saat Ectave masih merupakan seorang pangeran, menganggap bahwa Excel–atau Ares dalam arti tertentu–lebih baik jika dibandingkan dengan Raja saat ini.


Setelah menyusuri jalanan utama hingga tiba di istana kerajaan, mereka pun bergerak menuju ruang tahta dikarenakan mendapat panggilan dari Raja.


Hmm, aku cukup penasaran dengan statistikku saat ini.


Aku hampir tidak pernah mengeceknya karena kelelahan menulis dokumen pasca perang serta mengurus wanita merepotkan selama berada di dalam perjalanan.


"Appraisal," ujar Ares lirih dengan menargetkan dirinya sendiri saat menyusuri lorong istana.


......................


...[Status]...


Nama : Ares von Rueter


Umur : 17 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Margrave, Kerajaan Rowling


Afiliasi : Margrave Rueter, Kerajaan Rowling


Statistik


Keahlian Senjata : 57 (+0)


Kelincahan : 54 (+0)


Kepandaian : 54 (+70)


Tubuh : 56 (+0)


Kepemimpinan : 57 (+30)


Kewilayahan dan Militer


Jumlah Prajurit : 55.425


Moral : 90


Pelatihan : 80


Pasokan Makanan : 4.631.050


Jumlah Dana : 8.183.101.210 G


......................


Seketika, kedua mata Ares segera menuju uang yang menurutnya telah sangat berkurang drastis meninggalkan niat awalnya sebelumnya.


Gila!


Mengapa satu peperangan dapat menghabiskan uang lebih dari 50 juta G?!


Tidak, apakah itu karena aku menggunakan banyak minyak serta menembakkan lebih dari 75 ketapel batu berapi?!


Aku juga mengingat pembakaran Benteng Ligard yang menggunakan bom molotov yang mungkin saja mengeluarkan biaya sangat banyak...


Kuh!


Melirik Ares yang tiba-tiba memperlambat langkahnya, Excel pun juga mengikutinya sehingga dia berjalan secara berdampingan dengan Ares meninggalkan Lucas yang tetap berada di depan mereka.


"Ada apa?" tanya Excel yang penasaran.


Segera, Ares memasang senyuman di wajahnya dan menjawab, "Tidak apa-apa, Yang Mulia. Saya... hanya memikirkan bagaimana upacara pernikahan kami nantinya."


Apakah kamu benar-benar tidak sabar menantikannya?


Sebenarnya, mengetahui beberapa putri bangsawan yang sebaya denganku telah menikah sangat membuatku merasa rendah diri...


Baik, mari buat permintaan kepada ayah.


Excel memiliki perasaan bahagia setelah mendengar perkataan Ares yang menurutnya ingin segera cepat melakukan upacara pernikahan dengannya.


Beberapa saat setelah berjalan menyusuri lorong, mereka tiba di depan pintu besar berwarna keemasan dengan banyak ornamen yang sangat indah dan dijaga oleh dua ksatria tingkat tinggi dengan armor full plate berwarna putih di tiap sisinya.


"Pangeran Pertama, Lucas von Holfart Rowling; Putri Pertama, Excel von Linius Rowling; serta Margrave Rueter, Ares von Rueter, telah tiba!" kata salah satu ksatria dengan nada keras yang menunjukkan ketegasan.


Pintu ruang audiensi pun terbuka. Setelah berjalan masuk, pemandangan ruangan menampilkan banyak bangsawan tingkat tinggi dan rendah yang telah berbaris di samping karpet merah yang menghubungkan pintu masuk dan singgasana, tidak terkecuali dua pangeran lain yang telah berbaris di barisan terdepan.


Kepada singgasana berwarna merah yang saat ini tidak ada satupun yang menduduki, mereka bertiga segera melangkahkan kakinya untuk mendekat.


Setelah mencapai titik yang ditentukan, mereka bertiga segera berlutut dengan Ares yang berada di belakang para royalti.


"Yang Mulia Raja Ectave III, Yang Mulia Ratu Milanie, dan Perdana Menteri memasuki ruangan!" ujar ksatria protokoler yang berdiri di sudut ruangan.


Dari balik tirai yang berada di samping panggung, seorang pria berambut putih yang mengenakan mahkota dan jubah merah yang glamor diikuti seorang wanita cantik berambut merah panjang yang terlihat telah memasuki awal 30 tahunan berjalan masuk menuju singgasana ditemani oleh Perdana Menteri dan 2 orang ksatria pengawal raja di belakang mereka.


Hanya satu hal yang dapat dipikirkan Ares saat menatap ratu yang juga merupakan ibu Lucas tersebut.


Greed...


Ares, yang telah berperang melawan Keluarga Kerajaan Rowling di dalam game, menganggap semua anggota keluarga mereka memiliki sifat yang dapat mencerminkan dosa besar.


Setelah Ectave duduk di atas singgasana ditemani Milaine yang terduduk di kursi yang berada di sampingnya meninggalkan Perdana Menteri yang berdiri tak jauh di samping singgasana, Ectave berkata dengan nada yang memancarkan keagungan, "Lucas, Excel, aku sangat mengapresiasi kerja keras kalian atas keberhasilan kalian menaklukkan Tanah Vietra yang selama ini menjadi perebutan kedua kerajaan, khususnya Excel yang telah berhasil mengambil kepala salah satu dari Tiga Jenderal Besar Kerajaan Natrehn, Barlock von Renus."


"Kata-kata Anda tidak pantas untuk kami, Yang Mulia," ungkap Lucas dan Excel serempak dengan menundukkan kepalanya.


Ectave serta para pangeran tidak ingin mengakui prestasi Ares dikarenakan pengaruh mereka yang merosot tajam. Meskipun pengaruh yang dimiliki Lucas sedikit meningkat akibat memimpin tentara reguler, tetap saja itu tidak dapat dibandingkan dengan Ares saat ini.


Bagi Ares, yang juga mendengar hal tersebut, benar-benar mengutuk Ectave di lubuk hatinya yang terdalam.


"Tentu saja, aku tidak ingin menjadi raja yang tidak menghargai usaha para bawahannya. Aku akan mengabulkan satu permintaan sebagai hadiah untuk kalian," sambung Ectave dengan acuh tak acuh.


Dengan tetap berlutut, Lucas berkata, "Saya menginginkan pembentukan ordo ksatria baru yang dapat saya gerakkan secara pribadi untuk kejayaan bagi Kerajaan Rowling di masa depan, Yang Mulia."


Lucas, yang mengetahui dirinya memiliki pengaruh yang lebih rendah dibandingkan Excel–Ares dalam arti tertentu–tidak mungkin meminta sesuatu yang berlebihan karena dapat menjatuhkan namanya mengingat itu sebenarnya adalah prestasi yang dimiliki Ares.


"Aku mengakui," balas Ectave.


"Terima kasih, Yang Mulia," timpal Lucas.


Setelah sejenak berada dalam keheningan, seolah menjatuhkan bom, Excel berkata, "Saya hanya meminta untuk disegerakan melakukan upacara pernikahan dengan Ares von Rueter, Yang Mulia."


Hah?!


Ares benar-benar dibuat sangat terkejut hingga membuat mulutnya tanpa sadar menganga.


Tidak hanya Ares, Ectave, para pangeran, dan seluruh bangsawan juga tidak luput dari keterkejutan. Tentu saja, mayoritas para bangsawan tidak mengetahui apabila Excel telah bertunangan kecuali para bangsawan besar.


Mengapa kamu tidak meminta uang atau posisi tertentu, Excel?!


Setidaknya, mintalah izin untuk membentuk ordo ksatria seperti Lucas!


Aku benar-benar tidak memahami bagaimana cara otakmu bekerja!


Pulih dari keterkejutannya, Ares benar-benar ingin memukul kepala gadis yang saat ini akan menjadi tunangannya.


Di sisi lain, Ectave, yang telah tersudut oleh pengaruh putrinya yang saat ini lebih besar darinya, tersenyum masam setelah mendengar permintaan dari Excel. Dia benar-benar ingin menjauhkan Excel dari ibukota sehingga dapat memperkecil pengaruh yang dimilikinya meskipun itu hanya sedikit.


"Aku, Ectave III, Raja Kerajaan Rowling saat ini, mengumumkan bahwa Putriku, Excel von Linius Rowling, bertunangan dengan Ares von Rueter dan akan melangsungkan pernikahan mereka setelah pertemuan tiga tahunan para bangsawan pada pertengahan tahun nanti," ungkap Ectave dengan nada yang terdengar memiliki sedikit kelegaan.


Kecuali Ares, semua orang yang berada di dalam ruang audiensi pun memiliki kelegaan yang mendalam.


Bagaimana tidak?


Para bangsawan tidak ingin menjadi korban dari pemaksaan keluarga kerajaan yang mengharuskan mereka menikahi Excel. Para pangeran, beserta Milaine, dapat lebih mempersengit perebutan tahta apabila Excel tidak berada di ibukota.


Tentu saja, Excel juga sangat lega karena dapat lebih cepat menikah dengan Ares dan dapat selalu dimanjakan olehnya.


Ares, yang saat ini memiliki kantung mata yang berkedut karena tidak mempercayai hal yang terjadi kepadanya, hanya terdiam hingga mematung dengan tetap mempertahankan posisinya yang masih berlutut.


Melirik ke arah tunangannya, Excel melihat Ares yang terdiam hingga mematung. Itu membuatnya memiliki perasaan bangga dikarenakan berhasil membuat kejutan untuk Ares.


"Terima kasih, Yang Mulia," jawab Excel.


Perdana Menteri pun bergerak menuju Ectave untuk berdiri di sebelah singgasana. Setelah mencapainya, Perdana Menteri membuka gulungan perkamen dan membaca isinya.


"Sebagai bentuk apresiasi kami karena telah membantu Yang Mulia Pangeran Lucas dan Yang Mulia Putri Excel, kami memberikan sebagian kecil wilayah pesisir dari Tanah Vietra dan rampasan perang yang senilai dua persen kepada Margrave Rueter," ujar Perdana Menteri yang membaca gulungan perkamen.


Hah?!


Untuk apa aku memiliki pantai yang terpisah dari wilayahku?!


Juga, bukankah dua persen itu hanya senilai 5 juta G jika menghitung semua rampasan perang yang kudapat?!


Bukankah itu berarti aku merugi sekitar 45 juta G dan telah kehilangan banyak prajuritku?!


Sialan!


Ares menatap semua orang yang berada di atas panggung dengan tatapan penuh dendam karena benar-benar muak dengan apa yang terjadi kepadanya.


...----------------...


Catatan :


Akhirnya Arc 1 [Perkembangan Diri] telah berakhir!


Setelah 2 chapter interlude, dan 1 chapter intermission, kami akan memasuki Arc 2 [Kudeta]. Namun, karena penulisan novel ini yang berdasarkan pada timeline, mungkin ada beberapa kejadian yang akan berkaitan nantinya dengan Arc 3 [Perang Dagang].


Juga, tolong untuk likenya agar aku semangat update novel ini!


...----------------...