I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 20 : Kota Kanal Hauzen, Basis Dagangku yang Baru!



Tahun 1236, 20 Februari.


Kota Hauzen, Wilayah Margrave Rueter.


Pagi Hari.


Kota Hauzen.


Sebuah kota yang terlihat sedang berada dalam masa pembangunan dengan banyak buruh yang sedang membangun banyak pondasi bangunan di dalamnya, bahkan saat mentari masih menerbitkan sepenggala tubuhnya.


Kota yang direncanakan menjadi kota wisata sekaligus sebagai pusat perekonomian dunia, telah dibagi menjadi beberapa distrik untuk mempermudah akses serta kenyamanan bagi para wisatawan dan para pedagang yang akan tinggal di dalamnya.


Dibagi menjadi 5 distrik dan memiliki 3 lapisan tembok, menjulang tinggi di bagian dalam tembok terdalam, sebuah kastil besar yang berada di tengah-tengah danau.


Apabila Ares dapat membandingkannya dengan dunianya yang sebelumnya, itu akan terlihat seperti Kastil Schwerin yang berada di Jerman.



Pada sisi luar danau, kastil tersebut dikelilingi oleh Distrik Bangsawan, distrik yang ditujukan untuk tempat tinggal para bangsawan dan para pejabat margrave yang berada di bagian dalam tembok terdalam.


Distrik Kelas Atas, pada sisi luar tembok terdalam yang ditujukan untuk para penduduk kaya dan pelancong atau pedagang kaya yang ingin berwisata menikmati keindahan sebuah kota kanal. Distrik ini berada pada sisi bagian timur hingga utara di dalam tembok kedua.


Distrik Komersial, dimana toko-toko, lokakarya, serta bengkel berada yang akan digunakan untuk para pengrajin serta para pedagang nantinya yang berada di bagian barat hingga selatan di dalam tembok kedua.


Juga, di dalam distrik ini, telah dibangun sebuah landmark berupa bangunan besar seperti gedung parlemen, dimana nantinya akan digunakan sebagai basis dari Guild Pedagang.


Distrik Kelas Bawah, distrik dimana banyak rumah murah dan sederhana berada yang dilengkapi dengan banyak fasilitas umum seperti toilet umum, taman kota, dan lain sebagainya yang berada di dalam tembok terluar bagian timur.


Distrik Pegudangan, distrik yang berperan sebagai tempat disimpannya komoditas atau barang-barang para pedagang dan pengrajin yang memiliki banyak gudang besar, meskipun juga di dalamnya terdapat rumah dan penginapan yang lebih murah mengingat distrik ini berada di bagian barat di dalam tembok terluar.


Tentunya, karena direncanakan Kota Hauzen akan memiliki banyak komoditas langka yang berasal dari perdagangan jalur laut, Distrik Pergudangan akan memiliki akses langsung menuju pelabuhan yang berada di sisi barat kota.


Tentu saja, Ares telah mempertimbangkan banyak hal.


Meskipun disebut kota kanal, Kota Hauzen tetaplah memiliki jalanan berupa trotoar yang mengapit kedua sisi kanal karena kanal merupakan kebudayaan baru bagi masyarakat dunia ini sehingga mayoritas belum terbiasa terhadapnya.


Juga, jalanan utama kota telah dibagi menjadi beberapa lajur yang digunakan bagi kereta kuda aristokrat, pedagang, serta bagi pejalan kaki dengan banyak pepohonan di sisinya.


Para pekerja dan penduduk lama maupun baru yang telah menetap di Kota Hauzen, memiliki ekspresi cerah mengingat mereka datang ke kota ini karena terdapat banyak pekerjaan yang menunggu.


Disaat mereka memiliki banyak pekerjaan dengan gaji cukup besar mengingat Ares menginginkan pembangunan kota dengan cepat, mereka juga tidak ditarik pajak sepeserpun sehingga mereka memiliki ekspresi yang cerah.


Di puncak menara kastil yang baru saja dibangun, Ares yang ditemani oleh Maid Pribadinya, Mia, beserta Arl, Hudson, dan Robert sedang melihat pemandangan Kota Hauzen yang saat ini sedang dibangun sembari merasakan hembusan udara pagi yang sangat sejuk.


Ares membawa Hudson karena ia merasa bahwa Hudson adalah salah satu orang terbaik diantara para pejabatnya meskipun Ares menganggapnya mengecewakan. Karenanya, Ares mengangkat Hudson sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengembangan desa dan kota yang berada di dalam Wilayah Margrave Rueter.


Aku tidak menyesal menggelontorkan banyak dana hanya untuk melihat pemandangan yang menakjubkan seperti ini...


"Nah, bagaimana menurut kalian?" tanya Ares sembari melihat pemandangan kota.


"Jika melihat distrik bangsawan dan tingkat atas, saya benar-benar kagum dengan tata letak kota ini yang jauh menjadi lebih baik, Tuan," jawab Arl kagum.


"Saya juga menilai kota ini sangat indah, Tuan. Saya bahkan menunggu bagaimana kota akan terlihat apabila telah mencapai tahap akhir pembangunan," jawab Robert terpana.


"Namun, apakah kanal air itu dapat benar-benar berfungsi untuk tujuan wisata, Tuan?" tanya Hudson penasaran.


"Hm? Tentu saja. Menurutmu, apa yang menjadikan sebuah destinasi menarik bagi orang lain?" tanya Ares kembali tanpa menatapnya.


"Itu benar. Tapi, sebuah destinasi wisata yang tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai itu tidak akan berhasil, kau tahu? Maka dari itu, aku membuat sebuah kota dengan banyak fasilitas umum di dalamnya," timpal Ares seolah bosan.


Ares pun berbalik untuk menatap keempat orang yang ada dibelakangnya. Seolah menyelisihi kicauan burung yang terdengar, ia bertanya kembali, "Apakah kalian mengetahui alasan pendirian kota dengan model seperti ini?"


Mereka berempat pun terdiam karena tidak dapat menjawab pertanyaan Ares. Bagi mereka, kota kanal adalah suatu kebudayaan yang baru saja mereka kenal sehingga mereka kebingungan dengan pertanyaan yang Ares lontarkan.


Ares tersenyum ketika melihat tanggapan mereka, ia pun berbalik untuk melihat lanskap kota kembali sembari berkata, "Disamping menjadi pusat perekonomian, jika Kota Hauzen juga menjadi suatu destinasi wisata, itu akan menjadikan kota ini bersaing dengan banyak ibukota negara lain, termasuk juga kota terbesar di dunia ini, Ibukota Kekaisaran Renacles, Argen. Selain itu, kota ini akan memiliki keuntungan karena merupakan zona bebas pajak."


Ares menyadari bahwa ia tidak dapat secara instan untuk menggeser peringkat kota yang telah memiliki pengaruh kuat di dunia ini.


Meskipun Ares membangun kota dengan banyak keuntungan bagi para pedagang, ia tidak akan dapat dengan cepat membujuk mereka untuk mengalihkan basis mereka menuju Kota Hauzen.


Karenanya, ia memanfaatkan para pelancong, yang notabene akan ditarik dengan wisata kota kanal yang baru bagi mereka, untuk menjadi sales pribadinya.


Ya, mereka akan memberikan kesan mereka terhadap Kota Hauzen kepada banyak orang kaya lainnya, termasuk para bangsawan dan pedagang besar.


Meskipun memahami kepentingan Ares yang bergerak untuk menggeser pengaruh kota-kota besar di dunia ini, mereka berempat masih tidak memahami tujuan Ares melakukan hal ini.


"Apa tujuan Anda yang sebenarnya, Tuan?" tanya Hudson tajam.


"Singkatnya, mengalihkan para pedagang dan pengrajin untuk membuat basis di kota ini," jawab Ares heran.


"Untuk apa?" tanya Arl heran.


Ketika mendengarnya, Ares memiliki wajah yang tersenyum bahagia, lalu ia berkata, "Apa yang akan terjadi dengan negara lain, jika aku menutup pelabuhan dan gerbang kota yang notabene memiliki harga komoditas yang lebih murah dan menjadi basis produksi serta titik transit bagi benua ini?"


Seketika, mata Arl, Robert, dan Hudson terbuka dengan lebar menyisakan Mia yang masih kebingungan.


"I—iblis..." ujar Hudson ketakutan.


Ya, itu akan menimbulkan kelangkaan barang yang menyebabkan harga barang melonjak tinggi. Tentu saja, itu juga mencakup persenjataan militer, kebutuhan akan perkamen, serta barang pokok yang digunakan untuk suplai makanan bagi para tentara.


Sejak awal, Ares bermaksud meningkatkan pengaruh politiknya dengan cara seperti ini.


"Jadi, kirimkan surat undangan kepada para pedagang besar yang berbasis di Kerajaan Rowling serta negara disekitarnya untuk melakukan pertemuan denganku. Jika memungkinkan, tulis juga untuk semua pedagang besar di Kekaisaran Renacles, Kerajaan Holenstadt, Kekaisaran Suci Alven, serta Republik Ecasia," perintah Ares dengan tersenyum yang terlihat menakutkan.


"B—baik, Tuan!" jawab Hudson ketakutan.


Karena keheranan dengan ekspresi Mia yang kebingungan, Ares berkata, "Apakah kamu memahaminya, Mia?"


"I—itu..." ujar Mia dengan wajah memerah karena malu.


"Nah, tidak apa-apa. Aku akan menjelaskannya secara perlahan kepadamu," timpal Ares hangat.


"Ba—baik, terima kasih, Tuan..." jawab Mia malu.


Mereka bertiga yang melihat Ares sebagai seorang iblis, dapat berkata hangat kepada seorang wanita yang berasal dari kalangan rakyat jelata biasa, merasa bahwa Ares benar-benar tidak boleh mereka jadikan sebagai musuh.


...----------------...


Catatan :


Mungkin chapter ini sedikit lebih berat untuk dipahami. Jika kalian memiliki pertanyaan mengenai chapter ini, harap tanya melalui kolom komentar, oke?


...----------------...