I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 99 : Ares and Sieg, Two Sides of The Same Coin



Tahun 1236, 20 September.


Kota Ereth, Wilayah Margrave Rueter.


Pagi Hari.


"Haaahhh..." Ares menghela napas dalam penuh kelegaan.


Menatap lelah pada ratusan perkamen di hadapannya, Ares benar-benar menyesal bahwa dia telah bepergian lebih dari dua bulan meninggalkan pekerjaannya.


Meskipun Renne, Elsa, dan Ivy telah membantunya, namun hal tersebut seolah tidak cukup menjadi bala bantuan untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.


Rasa kantuk telah menyerang, Ares benar-benar hampir tidak tidur selama tiga hari terakhir, yang mana dirinya mencuri-curi waktu untuk sejenak memejamkan kedua matanya.


Hatinya benar-benar lega bahwa dia telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya yang telah menggunung tersebut, meskipun terdapat kesedihan mendalam di dalam hatinya bahwa dirinya belum pernah mengunjungi ketiga anaknya dan tidak sekalipun bercakap-cakap dengan Excel.


Bangkit dari kursinya dan merilekskan anggota tubuhnya, Ares pun berjalan mendekati jendela dan melihat pemandangan kota.


Hmm...


Lean mungkin akan kembali sekitar tiga—tidak, dua pekan lagi.


Tapi... aku benar-benar tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Julius di musim dingin nanti.


Mengingat pengalamannya menaklukkan Kerajaan Natrehn di dalam game, Ares menipu Julius beserta salah satu dari tiga jenderal terbaik Kerajaan Natrehn, Eina von Fonca, dengan berpura-pura kalah dan mundur agar membiarkan pasukan mereka menguasai Benteng Veldaz dengan cepat.


Akibat menaiki pegunungan dengan cepat, Natrehn pun mengalami wabah karena mayoritas dari prajurit mereka adalah orang-orang yang tinggal di dataran rendah.


Beberapa hari berlalu semenjak Ares memasuki perbatasan utara Kerajaan Rowling. Memerintahkan Lean untuk memberikan surat kepada Warren beserta Gale untuk mengkondisikan keadaan ibukota serta mengambil informasi dari Night Walker, Ares pun memutuskan untuk segera kembali ke Kota Ereth.


Mengetahui pergerakan persenjataan militer yang sangat deras mengalir di kota-kota besar Kerajaan Natrehn, Ares memperkirakan jika perang melawan Konfederasi Tiga Kerajaan Lemane akan berlangsung tepat setelah musim dingin berakhir.


Haruskah aku berangkat menuju ibukota tepat setelah Lean kembali?


Tapi... Sena dan Mia mungkin saja akan melahirkan setelah ini.


Hmm...


Sedikit dipenuhi dilema, Ares memantapkan hatinya untuk menunggu hingga waktu persalinan Sena tiba, meskipun dia dengan berat hati terpaksa untuk tidak menunggu persalinan Mia karena tidak memiliki waktu yang tersisa.


Tok.


Tok.


"Tuan," panggil Owen dari balik pintu.


"Masuklah," timpal Ares.


"Permisi." Owen sedikit membungkukkan tubuhnya disaat memasuki ruangan.


Berbalik menuju sumber suara, Ares menemukan wajah kepala pelayannya seolah dilanda sebuah kesulitan, yang menurutnya sangat tidak cocok dengan seragam hitam kepala pelayannya yang begitu elegan.


"Ada apa?" tanya Ares yang keheranan.


"Kami... mendapatkan sebuah permintaan untuk melakukan suatu pertemuan dengan Anda, Tuan," jawab Owen sembari menyerahkan sebuah gulungan perkamen yang terlihat mewah.


"Hmm?" Ares sedikit membelalakkan kedua matanya disaat dia melihat lambang yang menyegel perkamen tersebut.


"Kami... mendapat kunjungan dari Putra Mahkota Kerajaan Lethiel serta Putri Kerajaan Lethiel yang sedang melakukan penyamaran dan saat ini berada di sebuah penginapan mewah di distrik kelas atas." Owen sedikit sulit untuk mengatakannya.


Membuka segel dan membaca perkamen tersebut dengan cepat, Ares melihat sebuah tulisan tangan yang tersusun rapi serta penuh kehormatan di dalamnya.


"Bagaimana keadaan mereka?" Ares menutup kedua matanya karena kejadian yang baginya tidak terduga.


"Kami telah mengerahkan beberapa ksatria terbaik untuk melakukan penjagaan di sekitar penginapan mereka, Tuan," jawab Owen.


"Bagus." Ares sekali lagi mengalihkan pandangannya ke arah jendela.


Mengingat pengalamannya dahulu, disaat dunia ini masih berupa permainan, Ares melakukan strategi untuk mendapatkan Wilayah Kerajaan Lethiel secara keseluruhan dengan menikahi Sang Putri, Claire vi Lethiel.


Mengenang kembali ingatannya di dunia sebelumnya, Ares tidak pernah melupakan kekesalannya disaat Sieg mengkhianatinya. Bagi Ares, Sieg adalah seorang aristokrat yang memiliki watak pragmatis atau sangat mendahulukan kepentingan wilayahnya, yang sangat dicintai oleh Sieg.


Berada di bawah kekuasaan kekaisaran milik Ares pada saat itu, Wilayah Lethiel diserbu oleh Kekaisaran Suci Alven yang membuat Sieg berpaling mengkhianatinya agar wilayahnya tidak dihancurkan, meskipun adiknya telah berada di pihak Ares.


Meskipun Ares telah mempersiapkan bala bantuan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Sieg akan beralih pihak dengan sangat cepat.


Tidak, ingatlah jika aku masih dapat mempengaruhi kepribadiannya karena usianya yang masih berumur sekitar 17 tahun saat ini.


Meskipun begitu, aku harus tetap berhati-hati dengannya.


Saat dunia ini masih berupa game, tentu Ares tidak mengetahui seluk-beluk setiap karakter dengan sangat terperinci.


Bagi Sieg, yang merasakan penderitaan sejak dini akibat wilayahnya yang sejak dulu begitu tertekan, tentu saja akan selalu mengambil peluang yang baginya sangat menguntungkan wilayahnya.


Sebuah diplomasi datang dari Kekaisaran Suci Alven yang telah memasuki wilayahnya, membuat Sieg segera beralih pihak agar dia dan wilayahnya tidak dihancurkan—yang sebenarnya merupakan niat Kekaisaran Suci Alven untuk mengadu domba Sieg dan Ares agar menghancurkan diri mereka sendiri.


"Kirim sebuah tanggapan jika aku akan menerima permintaannya besok. Dan juga, tolong panggil Canaria dan Don ke ruangan ini," ujar Ares dengan tetap melihat pemandangan di balik jendela.


"Baik, Tuan. Permisi." Owen membungkuk ringan lalu berbalik keluar ruangan.


Ares sekali lagi merebahkan dirinya di atas kursi kerjanya, tangannya pun mengambil perkamen yang baru saja diserahkan kepadanya dan membacanya dengan cermat.


Tapi... Claire, kah?


Bagaimana keadaannya saat ini?


Sejujurnya... aku sedikit merindukan dirinya.


Beberapa saat menunggu hingga membuatnya tidak sengaja tertidur, pintu ruangan Ares sekali lagi terketuk. Membuatnya terbangun, Ares segera mengijinkan mereka memasuki ruangannya.


"Permisi, Tuan." Don memasuki ruangan terlebih dahulu disusul oleh Canaria dengan masing-masing membungkuk ringan.


"Tolong laporkan kemajuannya," perintah Ares.


"Bukankah Anda lebih baik untuk sejenak beristirahat, Tuan?" Canaria memandang wajah Tuannya yang terlihat mengantuk dengan penuh kekhawatiran.


"Tidak apa-apa. Aku akan tidur setelah ini," jawab Ares.


Don dan Canaria segera mengubah tegas ekspresi wajahnya seperti seorang perwira militer sembari membusungkan dadanya.


"Ya, Tuan. Kami telah mengirimkan 950 prajurit elit sebagai sebagai pelancong dari beberapa arah yang berbeda untuk memasuki ibukota serta 200 prajurit yang bertindak sebagai karavan pedagang. Pengiriman persenjataan militer untuk Operasi Penaklukkan Ibukota dilakukan secara bertahap selama empat bulan ke depan." Don menjawab tegas.


"Lalu, persiapan 35.000 tentara dilakukan di Wilayah Terbatas sehingga sangat minim kebocoran informasi. Saat ini, kami berada dalam tahap persiapan pasukan serta persenjataan militer," sambung Canaria tegas.


"Untuk koordinasi dengan Margrave Francois dan faksinya, kami mengutus Letnan Kolonel Robert sebagai perantara dan masih berada dalam tahap penyusunan strategi bersama sesuai dengan laporan dari surat burung yang kami terima." Canaria melanjutkan perkataannya.


"Begitu, baiklah..." Bersamaan dengan kata-katanya, Ares mengambil sebuah lembaran perkamen dan menuliskan pesanan tambahan berupa puluhan ribu persenjataan militer.


"Tolong tambahkan ini, libatkan para pengrajin juga demi kecepatan produksi. Aku akan menambahkan anggaran sebesar 60 juta G." Ares memberikan lembaran perkamen tersebut sembari mengatakannya.


Canaria yang menerima perkamen sangat terkejut saat membacanya, "Tuan, apa yang akan Anda lakukan dengan senjata sebanyak ini?!"


"Aku akan memberikannya kepada para barbarian di utara melewati jalur laut, aku memiliki tanggung jawab kepada mereka," jawab Ares.


Canaria menyerahkan lembaran perkamen tersebut kepada Don. Tidak berbeda dengan reaksi wanita di sampingnya, Don seolah menatap takjub kepada Tuannya tersebut.


"Apa... yang sebenarnya Anda lakukan di utara beberapa pekan yang lalu?" Canaria berkata takjub hingga membuat Ares hanya dapat tersenyum masam.


Kening Don berkerut, jika rencana ini terlaksana, maka kegiatan militer Ares tentu akan diketahui yang membuat faksi Lucas dan Zee waspada terhadapnya, "Bukankah hal ini dapat menyebabkan kedua faksi lain akan menyikapi Anda dengan kewaspadaan tinggi, Tuan?"


"Tidak, itu tidak akan terjadi." Ares menggeleng ringan sembari mengambil dua gulungan perkamen yang telah ia segel sebelumnya di atas mejanya.


"Karena aku akan berpura-pura mendukung mereka," sambung Ares sembari menyerahkan dua gulungan perkamen tersebut kepada Don.


Meskipun keduanya telah mengetahui rencana tersebut, Don dan Canaria tidak menyangka bahwa Ares akan bergerak cepat. Sebuah kamuflase perakitan puluhan ribu persenjataan militer dengan alasan untuk menjadi dukungan bagi kedua pangeran, tentu tidak akan membuat mereka memasang kewaspadaan tinggi kepadanya.


Ares tidak mengirim keseluruhan persenjataan militer tersebut kepada para barbarian. Dia akan menyisihkan sebagian yang lain kepada dua pangeran.


"Nah, dalam satu bulan lagi, aku akan berangkat menuju ibukota dan membimbing kedua pangeran tersebut untuk berperang melawan Natrehn," ujar Ares sembari merebahkan tubuhnya di atas kursinya.


"Begitu... baik, kami akan undur diri terlebih dahulu," ujar Don sembari hendak membungkuk ringan.


"Tunggu." Ares menghentikan Don, "Buat Gnery menjadi jenderal bagi 35.000 prajurit tersebut."


"Apa... yang Anda maksudkan, Tuan?" Don bertanya dengan takjub.


"Karena aku telah membuat namanya bergema di utara," jawab Ares lalu tersenyum kecut.


"Bergema?" tanya Don.


"Ya, aku menggunakan nama Gnery dan berhasil memukul mundur Zelhard. Bahkan, Gnery saat ini memiliki julukan sebagai 'The Destroyer,'" jawab Ares.


Hanya dapat tercengang, Don dan Canaria sejenak mematung karena sangat terkejut.


"Be—begitu... baik, Tuan. Kami akan melaksanakan perintah tersebut. Permisi," ujar Don sembari membungkuk dalam.


Langkah cepat menyertai kepergian Don, dia benar-benar ingin segera bertemu dengan Gnery yang baginya sedang berada dalam masalah besar.


Berbeda dengan Don, Canaria mengubah ekspresi wajahnya menjadi tajam. Sedikit terbuat terkejut, Ares pun dengan heran bertanya, "Ada apa?"


"Saya... mendengar suatu kabar dari Dia bahwa Anda telah memperkosa cucu saya, Tuan. Meskipun Anda juga telah saya anggap sebagai seorang cucu, namun saya tidak dapat membiarkan hal ini lepas begitu saja," jawab Canaria dengan wajah lurus.


"Hah?!" Hanya sebuah kata penuh kepanikan yang dapat keluar dari mulut Ares yang sangat terkejut.


Saat itu, meskipun Ares hampir tidak dapat tidur lebih dari tiga hari lamanya, namun dia tidak menyangka bahwa dirinya akan sekali lagi terjaga hingga malam hari hingga membuatnya memiliki kantung mata besar pada keesokan harinya.


...----------------...


Catatan :


Pragmatis: bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau bersangkutan dengan nilai2 praktis.


Pragmatisme: kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan, dsb), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia; paham yang menyatakan bahwa segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus; pandangan yg memberi penjelasan yang berguna terhadap suatu permasalahan dengan melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis.


Oportunisme: paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari kesempatan yang ada tanpa berpegang pada prinsip tertentu.


^^^(Sumber : KBBI Online)^^^


Dapat dikatakan,


..."Pragmatis adalah bersifat praktis dan berguna bagi umum/kelompok; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan)."...


Di dalam game, pemikiran Sieg terlalu mementingkan wilayah serta kehidupan warganya. Disaat wilayahnya diserang oleh Kekaisaran Suci Alven, dia pun mengkhianati Ares yang menyebabkan kehidupan warganya dapat terselamatkan.


Pada akhirnya, pragmatisme Sieg mengarah kepada dirinya yang oportunistik karena sangat takut jika dirinya kehilangan seluruh kekuasannya, meskipun itu tidak disadari oleh dirinya pribadi.


Meskipun dia diadu domba, apakah hal yang dilakukan Sieg merupakan sebuah kesalahan?


Karenanya, seseorang tidak dapat hanya mengambil satu sudut pandang tertentu dan mengabaikan sudut pandang yang lain.


...----------------...