I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 125 : Malam Penyesalan



Tahun 1237, 23 Maret.


Kota Utama Entenne, Wilayah Duke Linius.


Malam Hari.


Sialan kau, Lean!


Di dalam hatinya, Gale mengumpat penuh kekesalan terhadap Lean yang secara penuh menyerahkan operasi pembunuhan Duke Linius kepadanya seorang diri.


Tentu, Lean memiliki misi tersendiri untuk menuju Ibukota Scandiva yang menyebabkannya tidak dapat menemani Gale lebih lanjut dalam misinya apabila keduanya tidak dapat menyelesaikan misi kurang dari dua pekan.


Meskipun Gale telah memiliki ratusan pengalaman menjalankan suatu misi pembunuhan sendirian sebelumnya, Duke Linius benar-benar merupakan sosok yang sangat berbeda daripada bangsawan pada umumnya yang membuat Gale sangat kesulitan.


Tidak seorangpun dapat mendekati Sang Duke secara pribadi terkecuali Kepala Pelayan, para pelayan yang merupakan ksatria tingkat tinggi House of Linius, beberapa perwira militer yang terpercaya, para bangsawan yang memiliki janji temu dengannya, serta sanak keluarga dan para kerabatnya.


Tidak hanya itu, identitas para pelayan lain yang bekerja di kastil Duke serta perwira militer tingkat rendahnya secara keseluruhan telah terekam dengan baik di tangan Duke.


Akibatnya, Gale dengan terpaksa melakukan operasi penyusupan dengan membunuh seorang gadis pelayan berusia sekitar 17 tahun yang memiliki rambut twintail merah serta memiliki kemiripan fisik yang sangat dekat dengan dirinya.


Bertentangan dengan harapannya. Pengamanan di sekitar Duke sangat ketat. Bahkan, Gale hampir tidak pernah melihat Duke Linius jika dia berada dalam penyamarannya selama beberapa hari terakhir.


Mengetatkan kembali pakaian pelayannya yang terdiri dari kombinasi warna hitam dan putih hingga lekuk tubuhnya menyerupai sesosok wanita, Gale perlahan menyusuri lorong kembali di suatu sudut terpencil kastil yang diterangi oleh beberapa lentera pada dindingnya.


Sedikit kekhawatiran menyelimuti perasaan Gale. Sesuai dengan instruksi, Gale memiliki batas waktu untuk menyelesaikan misinya hingga beberapa hari ke depan.


Meskipun Ares tidak menginginkan keributan, jika Gale tidak dapat membunuh Duke Linius dalam senyap hingga waktu yang telah ditentukan, Ares memerintahkan Gale untuk menyelesaikan misinya secara terang-terangan—walaupun dapat dipastikan akan terjadi kekacauan yang bisa saja membuatnya terseret dalam tuduhan melakukan pembunuhan berencana terhadap Duke Linius.


Jika ini terus berlanjut, aku terpaksa melakukan rencana terakhirku!


Sial!


Gale tentu telah mengetahui seluk beluk kastil dari penyusupannya bersama Lean selama beberapa hari terakhir, meskipun dia hanya mengetahui sedikit denah tersembunyi seperti jalan rahasia serta sebagian kecil kastil bagian dalam.


Dengan sengaja, langkah Gale tertuju pada sudut kastil dimana menjadi lingkungan terbatas bagi orang yang tidak mendapatkan kepercayaan Duke Linius secara langsung.


"Mengapa kamu memasuki daerah terlarang?"


Kata-kata yang terasa sangat mengintimidasi menusuk gendang telinga Gale. Langkah kakinya terhenti, Gale dengan cepat mengalihkan perhatiannya menuju sumber suara dan menemukan seorang pria tua beruban dengan pakaian rapi yang berdiri di balik tiang besar penyangga kastil.


"Mohon maafkan ketidaktahuan saya, Kepala Pelayan." Gale dengan panik membungkuk dalam, nada feminimnya terdengar penuh ketakutan.


Gale sejak awal tentu telah merasakan hawa kehadirannya yang sangat tipis, yang mungkin tidak akan dapat dirasakan oleh penyusup kelas teri.


Ekspresi keruh seketika terlukis di atas wajah Kepala Pelayan. Entah pelayan di hadapannya memanglah tidak mengerti atau bahkan berbohong, Kepala Pelayan tentu telah mengatakan pada setiap orang yang telah dikontrak untuk bekerja di kastil agar tidak mendekati area yang terlarang untuk mereka.


"Ikuti aku." Tanpa nada, Kepala Pelayan berbalik pergi.


"Baik..." Tertunduk lesu, bernada lemah, kepura-puraan Gale benar-benar terlihat sangat alami, yang bahkan membuat Kepala Pelayan memiliki sedikit keraguan terhadapnya.


Cahaya keremangan lorong membimbing langkah keduanya. Mereka tidak saling mengucapkan apapun, hanya suara-suara serangga malam yang terdengar dari suasana diantara mereka berdua.


Tak berselang lama, Gale melihat dirinya diarahkan menuju pintu kembar besar berwarna kehijauan di sebuah sudut kastil yang merupakan area yang tidak sama sekali diketahui olehnya. Bukannya ruang bawah tanah atau kastil bagian dalam seperti apa yang telah dia prediksikan sebelumnya, yang menyebabkan Gale terkejut meskipun dia menyembunyikannya di dalam benaknya.


Tok.


Tok.


"Tuan, saya membawa seseorang untuk Anda," panggil Kepala Pelayan setelah mengetuk pintu.


"Masuklah." Suara berat Duke Linius yang benar-benar diingatnya terdengar dari balik pintu. Seketika, Gale merasa sumringah, yang mana membuatnya segera memasang kewaspadaan tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.


Perlahan, Kepala Pelayan membuka pintu. Hanya suasana keremangan lentera yang menyambutnya di balik pintu.


Kepala Pelayan melirik Gale, menilai terdapat ketakutan besar yang terpancar dari wajahnya, salah satu sudut bibir Kepala Pelayan pun terangkat, "Apa yang kau tunggu?"


"Eh?" Gale menolehkan wajahnya kepada Kepala Pelayan dengan penuh ketakutan.


"B—baik." Akting Gale benar-benar membuat mata tertipu. Dengan langkah cepat, Gale memasuki ruangan dengan ketakutan.


Krieett.


Duke Linius terlihat menuliskan sesuatu di atas mejanya, perhatiannya sekalipun tidak tertuju kepada Gale yang memasuki ruangan. Tanpa penundaan, pintu yang berada di balik punggung Gale seketika menutup.


"Kali ini, gadis muda... kah?" Perlahan, pandangan Duke terangkat.


Gale hanya terdiam, menunjukkan akting penuh ketakutannya. Kepalanya hanya dapat tertunduk, gemetar samar juga terlihat pada kondisi tubuhnya yang terasa sangat alami.


Tatapan Gale melirik kondisi ruangan di sekitar. Dia hanya dapat menemukan satu jendela besar sebagai jalur pelariannya jika Gale dapat melakukan pembunuhan terhadapnya.


Tentu, Duke Linius sendiri telah mengetahui jika terdapat seseorang yang dibawa kepadanya secara pribadi, maka orang tersebut patut untuk dicurigai.


Duke Linius menghentikan pekerjaannya. Bangkit, dia perlahan mendekati Gale hanya dengan ekspresi datar. Langkahnya tidak terhenti, Duke Linius segera membelakangi Gale dan mendekatkan wajahnya menuju bahu Gale.


"Mengapa kau melanggar kontrak pelayanmu?" tanya Duke Linius.


Tubuh Gale berkeringat deras, kepalanya tertunduk ketakutan, nada yang dihasilkan juga terdengar sangat ketakutan, "M—mohon maafkan hamba, Tuan..."


Sedikit keterkejutan menimpa Duke Linius, meskipun itu tidak ditampakkan olehnya. Dia tidak pernah menyangka jika gadis di hadapannya akan segera mengakui kesalahannya.


Pada awalnya, Duke Linius berniat untuk segera mengeliminasinya jika Gale memberikan penyangkalan seperti banyak orang yang telah dibawa kepadanya sebelumnya, yang mana tanpa sadar akan memberikan pembelaan diri terhadap tuduhan Duke Linius terlebih dahulu.


Tentu, emosi manusia memiliki satu kesamaan jika dia telah terdesak, yang tidak terjadi kepada Gale karena dia berada dalam kepura-puraan belaka.


Terasa sangat besar, tekanan hawa kehadiran Duke Linius sama sekali tidak membuat Gale goyah, meskipun dia menampakkan kondisinya yang terintimidasi.


Niat Duke Linius pun berubah, tidak mengenakkan jika dia membunuh pelayan di hadapannya. Sebagai rasa apresiasinya, Duke berniat untuk membuat gadis di hadapannya serta keluarganya berada dalam kesengsaraan besar hingga dia mati.


Bagi seorang rakyat jelata biasa di abad pertengahan, hanya memiliki seorang anak dapat menyengsarakan hidup seluruh keluarganya jika dia tidak memiliki satupun pekerjaan. Terlebih lagi, Duke berniat untuk mengembargo keluarga pelayan di hadapannya agar tidak dapat bertransaksi dengan seorangpun di dalam wilayahnya.


Singkatnya, tekanan mental yang sangat berat telah diputuskan untuk menjadi hukumannya.


Menarik kembali wajahnya, Duke Linius menjauhi Gale dan menuju sebuah ranjang besar yang sangat rapi yang berada di sudut ruangan, "Duduklah di atas ranjang."


Gale menurut. Dengan langkah kaki yang terlihat gemetaran, Gale mendekati Duke Linius dengan kepala yang tertunduk.


Duduk di atas ranjang, Duke Linius berdiri tepat di hadapannya yang membuat Gale sangat berkeringat dingin dengan apa yang hendak Duke lakukan kepadanya.


Salah satu tangan Duke mendorong Gale dengan kasar hingga dia terbaring dengan keras di atas ranjang. Meskipun sebelumnya telah berkeringat, aroma keharuman belumlah luntur dari tubuh Gale.


Duke Linius seketika menjadi bersemangat. Memandang gadis cantik yang ketakutan memunculkan niat terpendamnya untuk melakukan banyak penyiksaan kepadanya, yang mana membuatnya segera berlutut tepat di hadapan Gale yang terbaring gemetaran.


Perlahan, kedua tangan Duke menyentuh pakaian dan menyelinap masuk untuk membelai perut pelayan di hadapannya yang sangat lembut.


Dengan kasar, Duke menarik kuat celana ketat pelayan yang dikenakan Gale, yang mana sangat membuatnya terkejut hingga kedua matanya terbuka lebar.


CRAT!


Sebuah jarum berlumuran racun seketika menancap di leher Duke hingga sekujur tubuhnya kaku.


"Eh?" Duke tidak memahami apa yang telah terjadi kepadanya.


Tidak sedikitpun merasakan sakit, hanya tidak dapat dengan bebas menggerakkan sekujur tubuhnya sesuai dengan apa yang dia inginkan. Terlebih lagi, dia tidak pernah mengira jika gadis pelayan di hadapannya akan memiliki sebuah tongkat yang seharusnya hanya dimiliki oleh seorang laki-laki.


Dengan cepat menjauh tanpa sedikitpun memberi perhatian kepada Duke yang jatuh terbaring, Gale segera memperbaiki celana ketat pelayannya yang tersembunyi di balik rok seragamnya tersebut.


"Kau akan mati tidak lama lagi, Sampah." Gale memandang penuh kehinaan kepada pria di hadapannya, ekspresinya terlihat sangat mengejek.


Menunggu hingga pria di hadapannya meregang nyawa, Gale memutuskan untuk membunuh anak dan istri Duke yang kamarnya telah diketahuinya sekaligus.


Bahkan untuk Ares yang memberi kewaspadaan besar terhadapnya, tidak ada seorangpun yang akan mengira jika seorang pembesar Kerajaan Rowling yang terkenal sangat cerdas dan licik akan mati dengan membawa penyesalan yang begitu besar di dalam hatinya.


...----------------...