I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 37 : Aku Akan Mengajarimu Berperang Tanpa Bersusah Payah!



Tahun 1236, 9 April.


Dataran Sisi Utara Kaki Pegunungan Brenne, Wilayah Perbatasan Kerajaan Rowling.


Menjelang Matahari Terbenam.


"Yang Muli—ehm, Excel..." panggil Ares saat melihat ekspresi Excel yang sesaat menjadi keruh lalu tersenyum paksa.


"Apa itu?" tanya Excel dengan nada senang.


"Saya berpikir saya akan memulangkan Esther untuk saat ini..." jawab Ares dengan sedikit gugup.


"Eh? Mengapa? Siapa yang akan mengawalku nanti?" tanya Excel kembali dengan sedikit keberatan.


Kau tidak butuh pengawalan, sialan!


Meskipun dia tersenyum, di dalam hatinya, Ares benar-benar mengutuk Excel yang berkata apa yang dia suka. Lalu, dengan mempertahankan ekspresinya yang terlihat senang, Ares berkata, "Saya sedikit kasihan dengan keadaannya karena ini merupakan pertempuran pertamanya."


Merasa tidak dapat membantah perkataan Ares, Excel dengan sedikit tidak puas berkata, "Baiklah, jika itu yang terbaik untuknya."


Dua hari telah berlalu semenjak Ares membakar Benteng Ligard yang menjadi titik penyimpanan pasokan makanan Tentara Kerajaan Natrehn.


Sesaat setelah kelompok kavaleri Ares berhasil kabur dan bertemu kembali dengan 3 kelompok yang lain di tempat yang agak jauh dari benteng, Esther pingsan secara tiba-tiba yang membuat Ares sedikit panik. Dengan cepat, mereka menuju tujuan selanjutnya agar dapat membuat Esther beristirahat, meskipun hingga saat ini dia masih tidak sadarkan diri.


Saat Ares mengecek kembali statusnya, tanda "Alter" yang dimiliki oleh Esther sebelumnya telah menghilang.


Saat itu, Ares merasa bahwa Esther memiliki dua kepribadian yang ada di dalam hatinya, meskipun dia tidak berpikir jika Esther memiliki dua jiwa seperti saat Ares mengunjungi makam Lily di ibukota dulu.


"Uhm!" ujar Excel yang berdehem.


Seketika, Ares tersenyum paksa dan mulai kembali mengupas Apel untuk Excel.


Kuh, mengapa aku harus mengurus perempuan merepotkan ini?!


Aku tidak menyangka jika dia benar-benar dapat lepas kendali!


Ya, saat ini, Ares mengurus segala kebutuhan Excel karena saat ia menyerahkannya kepada para prajuritnya, Excel malah membunuh salah satu dari mereka karena sedikit merasa kesal.


Saat itu, hampir semua orang menatap Excel dengan penuh ketakutan karena ia memancarkan nafsu membunuh yang luar biasa.


Meskipun begitu, Ares merasa sedikit lega dikarenakan latar belakang prajurit yang terbunuh berasal dari distrik kumuh dimana ia tidak memiliki satupun sanak saudara ataupun keluarga.


Tetap saja, Ares telah berjanji kepada para prajuritnya agar Excel tidak lepas kendali lagi untuk kedua kalinya sehingga ia bertanggung jawab merawatnya.


"Mohon buka mulut Anda," pinta Ares yang masih mempertahankan senyum paksanya.


"Aaaahm!" ujar Excel saat membuka mulutnya lalu Ares memasukkan potongan buah ke dalamnya.


Kuh, merepotkan!


Aku benar-benar tidak tahan!


Sialan!


Seorang prajurit memasuki tenda yang ditempati Ares. Setelah memberi hormat sembari sedikit gemetar karena ditatap tajam oleh Excel yang menganggapnya mengganggu waktu mereka berdua, prajurit itu berkata dengan gugup, "L—lapor! Persiapan telah selesai, Tuan!"


Perasaan Ares yang sedari tadi kusam pun menjadi sedikit tercerahkan, ia membalas, "Ya, kembali ke posisimu."


"Ya, Tuan!" jawab prajurit itu dengan memberi hormat lalu pergi.


Saat Ares mengalihkan pandangannya kembali kepada Excel, dia mengubah kembali ekspresinya menjadi tersenyum seolah tidak terjadi apapun sebelumnya. Melihatnya, Ares hanya dapat mendesah karena lelah menghadapinya.


Excel pun kembali membuka mulutnya dengan berkata, "Aahhm!" sembari disuap oleh Ares.


Sampai kapan ini akan berlangsung?


Aku ingin pergi.


Aku lelah...


Setelah menelan makanannya, Excel bertanya, "Ares, mengapa kami tidak langsung saja menyerang Natrehn?"


Ares hanya dapat dibuat kagum oleh pernyataan Excel. Di dalam pikirannya, ia benar-benar mengutuk pemikiran dari seorang wanita yang saat ini telah menjadi tunangan tidak resminya.


Tidak sepertimu, aku tidak ingin mati!


Apa yang akan kau pikirkan jika kita melawan 20.000 orang dengan hanya 1.500 orang?!


Saat berangkat, Ares memerintahkan pasukan kavalerinya untuk membakar desa-desa di sekitarnya dan 5 regu untuk mengikutinya menuju Benteng Ligard meninggalkan 1.000 infanteri yang langsung menuju bagian utara Kaki Pegunungan Brenne yang akan dilewati oleh para prajurit Natrehn yang diperkirakan Ares akan melarikan diri.


Saat mengetahuinya, Don mengerutkan keningnya dan bertanya, "Tuan, bukankah Anda membohongi Count?"


Setelah mendengarnya, Ares pun hanya menjawab, "Tidak ada bedanya 9.000 dan 10.000, kau tahu?" sembari tersenyum.


Don hanya menahan kepalanya seolah sakit kepala akibat perkataan Tuannya dan memutuskan untuk mengikuti rencananya dalam diam.


Ares pun melanjutkan percakapannya dengan Excel dengan bertanya, "Yah... apakah Anda mengetahui bahwa yang memimpin Natrehn adalah Jenderal Barlock?"


Excel dibuat terkejut oleh perkataan Ares, ia pun menjadi bersemangat dan segera berdiri sembari berkata, "A—Ares! Apakah kita berada di sini karena akan melawannya?!"


Siapa yang ingin melawan seseorang dengan statistik rata-rata yang berkisar pada angka 80?!


"Y—yah... kami tidak akan melawannya secara langsung," jawab Ares dengan gelisah.


"Hah?! Lalu, untuk apa kita di sini?!" tanya Excel dengan sedikit kesal.


Dengan sedikit bersabar, Ares melanjutkan perkataannya dengan tersenyum paksa, "Apakah Anda mengingat keasyikan ketika kita bermain api bersama kemarin?"


Excel membuka lebar matanya seolah kagum dengan perkataan Ares. Karena kembali bergairah, ia berkata, "Lalu, aku akan menyiksanya menggunakan botol itu lagi!"


"Eh? Tidak, tidak akan," timpal Ares yang keberatan.


"Apa maksudmu?" tanya Excel kebingungan.


Ares pun bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya sembari berkata, "Yah, mari ikut dengan saya."


"Oke," jawab Excel dengan menerima uluran tangan Ares.


Mereka berdua berjalan keluar dari tenda dan menemukan pegunungan yang diselimuti oleh kegelapan malam saat melihatnya dari tanah datar yang tak jauh dari kaki gunung.


Mengambil kuda dan menungganginya, mereka berdua berangkat menuju tempat yang telah Ares perintahkan kepada 1.000 infanterinya untuk dipersiapkan.


Tak lama berselang, mereka melihat puluhan ketapel batu yang sangat besar sedang berjejer di sebuah tanah datar.


Seolah kagum dengan peralatan yang berada di depannya, Excel berkata, "Apa yang hendak kamu lakukan, Ares?"


"Bukankah saya telah bertanya tentang keasyikan bermain api kepada Anda?" tanya Ares kembali dengan heran.


"Eh?" jawab Excel yang kebingungan.


Mereka berdua pun berhenti di dekat salah satu perwira yang bertanggung jawab untuk menjaga ketapel batu, Ares bertanya, "Bagaimana?"


Perwira tersebut memberi hormat dan berkata dengan tegas, "Ya, Pak! Kami telah membasahi jalur pendakian bukit di sisi utara dengan minyak seperti yang Anda perintahkan! Kami hanya harus menunggu para pengintai kembali!"


"Oh, apakah maksudmu seperti itu, Ares?" tanya Excel dengan nada bahagia.


"Itu benar," jawab Ares cepat.


Tak berselang lama, seorang prajurit pun datang mendekati mereka dengan berlari hingga terengah-engah. Setelah berhenti sejenak, ia memberi hormat dan berkata dengan tegas, "Lapor! Kami telah melihat Tentara Natrehn yang telah menuruni bukit dan akan tiba di jalanan minyak!"


Seketika, Ares dan Excel pun mengubah ekspresinya menjadi tersenyum gembira.


"Sudah saatnya!" teriak Excel dengan sangat bersemangat.


Apa yang akan kamu lakukan jika kamu melawan musuh yang berada di tempat lebih tinggi seperti kaki gunung?


Tentu saja, menggunakan serangan udara.


Ares telah memikirkannya secara mendalam mengenai cara agar ia dapat menyelesaikan perang ini dengan cepat. Setelah memikirkan berbagai hal, ia menarik kesimpulan dengan menggunakan ketapel batu tipe apinya yang baru saja dia ujicobakan.


Karenanya, Ares dapat membantai lebih dari 10.000 prajurit dengan hanya 1.500 orang.


Ia juga dapat bergerak cepat dengan pasukannya yang sangat kecil sehingga dapat segera mempersiapkan perang puncak kedua kerajaan yang akan terjadi.


...----------------...


Catatan :


Nanggung... double update at 10 AM!


...----------------...