
Tahun 1237, 19 Maret.
Wilayah Kerajaan Natrehn.
Siang Hari.
Sudah lebih dari setengah bulan berlalu semenjak Zee meninggalkan perbatasan Kerajaan Rowling dengan kekuatan sebesar 175.000 prajurit. Banyak desa-desa di perbatasan Natrehn telah mereka jarah, para penduduknya juga tidak luput menjadi korban pemerkosaan serta dijualbelikan sebagai seorang budak.
Beberapa wilayah telah mereka lalui, beberapa bangsawan yang wilayahnya telah dilewati pasukan Zee segera mengkhianati Natrehn dengan membuka lebar pintu ibukota wilayahnya. Beberapa diantaranya juga tidak menyerah sehingga Zee memutuskan untuk melakukan pengepungan dengan meninggalkan 45.000 pasukannya secara keseluruhan di beberapa ibukota wilayah.
Meskipun pengepung membutuhkan setidaknya 4 hingga 5 kali lipat dari jumlah prajurit dari pihak yang dikepung, Zee dan para bangsawan faksinya mengetahui jika mereka hanyalah seorang bangsawan kecil.
Bukan karena meremehkan mereka, namun fakta jika mereka tidaklah mampu untuk menandingi pasukan yang ditinggalkan Zee—yang mana Tentara Reguler merupakan pasukan yang telah mengalami ratusan medan perang—baik itu dari segi pelatihan dan kekuatan prajurit secara personal yang lebih baik, maupun dari segi persenjataan militer yang lebih baik dan jumlahnya yang lebih besar.
Apalagi, mereka tidak akan mendapatkan bantuan para bangsawan besar dalam waktu dekat karena kekuatan utama Natrehn sedang menginvasi konfederasi.
Di bawah matahari cerah yang tidak sedikitpun membuat suasana sejuk musim semi menjadi panas, Zee menunggang kuda perang putihnya menyusuri jalanan tanah lebar bersama beberapa bangsawan tingkat tinggi diikuti oleh ratusan ribu pasukannya.
Zee memanggil tanpa mengalihkan pandangannya kepada seorang pria paruh baya berambut putih yang menunggang kuda perang tepat di sampingnya, "Paman."
"Ya, Yang Mulia?" Duke Alein mengalihkan perhatiannya kepada Zee.
"Menurut apa yang paman telah prediksi, kemungkinan besar, dimana Lucas akan menghadang pasukan kita?" Nada Zee terdengar serius, meskipun pandangannya tetap tertuju pada medan jalan di hadapannya.
"Hmm..." Duke Alein mengalihkan pandangannya ke depan.
Bertahun-tahun berkonfrontasi dalam perebutan tahta, kedua faksi telah mengetahui tabiat dan gerak-gerik yang sering dilakukan oleh masing-masing lawannya. Bangsawan Faksi Zee memahami jika Lucas merupakan seseorang yang licik, meskipun kelicikannya tidak dapat dibandingkan dengan Ares.
Beberapa kali Faksi Zee telah berada di ujung tanduk karena perubahan undang-undang yang dilakukan oleh Faksi Lucas, seperti pajak wilayah para bangsawan yang tergabung pada Faksi Zee mengalami kenaikan signifikan akibat perubahan pada rasio pajak pertanian; peraturan untuk memblokade rute perdagangan karena wilayah para bangsawan Faksi Zee yang dirumorkan memiliki wabah penyakit; serta beberapa hal politis lainnya, walaupun pada akhirnya mereka tetap dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Saya berpikir... jika Pangeran Lucas akan bertemu dengan pasukan kita di Ibukota Scandiva, Yang Mulia." Kata-kata Duke Alein membuat kening Zee berkerut.
"Menyamarkan perpecahan diantara dua pasukan..." Zee menghela napas dalam, "Yah, jika dia tidak melakukan itu, aku akan merasa sakit kepala."
Bagi Kerajaan Natrehn, mereka secara resmi menganggap invasi yang dilakukan oleh kedua Pangeran Kerajaan Rowling berada dalam satu kesatuan— meskipun para bangsawan tingkat tinggi Natrehn tentu mengetahui perebutan kekuasaan diantara kedua faksi pangeran Kerajaan Rowling, yang menyebabkan kedua pasukan tersebut sebenarnya hendak saling menjatuhkan.
Lucas berniat untuk mengacaukan rantai kepemimpinan pasukan Zee dengan melakukan hal kotor berupa percobaan pembunuhan terhadap Zee dan mengkambing hitamkan Natrehn.
Tidak ada diantara keduanya yang tidak memahami intrik licik Lucas, yang bahkan dapat berada di luar dari apa yang telah diprediksikan sebelumnya.
Tentu, apabila Lucas berhasil membunuh Zee di tengah medan perang, Lucas dapat mengambil alih kepemimpinan pasukan Zee secara keseluruhan dengan paksa karena posisinya yang merupakan Pangeran Kerajaan Rowling, yang tentunya harus diikuti oleh Duke Alein dan para bangsawan Faksi Zee yang lain.
Tidak mungkin mereka akan menolak disaat Natrehn dengan ganas menyerang pasukan Kerajaan Rowling secara keseluruhan.
Duke Alein hanya dapat tersenyum kecut sebagai tanggapan atas kata-kata keponakannya, keduanya pun kembali menatap pemandangan di hadapannya.
Beberapa waktu telah berlalu, samar nampak sebuah bendera besar keluarga bangsawan Natrehn di ujung pandangan keduanya yang berada di balik bukit kecil. Sebuah tanda segera diberikan oleh Duke Alein untuk menghentikan gerakan pasukan.
"Mohon untuk menunggu laporan dari pasukan pengintai, Yang Mulia," timpal Duke Alein.
"Ya, ya." Zee menggeleng sinis seolah meremehkan.
Merasakan suasana hari yang hendak menjadi gelap, Duke Alein berbalik dan memerintahkan untuk membangun sebuah perkemahan di tanah datar yang tak jauh dari tempat mereka berpijak serta mempersiapkan jebakan serta peperangan yang akan mereka lakukan esok setelah matahari terbit.
Jauh ke arah timur dari perkemahan pasukan Zee berada, Lucas sedang memandangi langit malam dari sebuah balkon yang berada di kastil keluarga bangsawan berperingkat Count yang baru saja dia rebut.
Dalam genggamannya sebuah cawan berisi anggur merah, yang segera terangkat menuju kedua bibirnya. Samar terdengar beberapa suara tegukan dari tenggorokan Lucas, yang cawannya segera letakkan kembali di atas dinding pembatas balkon.
Sangat aneh...
Mengapa aku tidak sekalipun mendapatkan laporan berupa pergerakan Pasukan Utama Kerajaan Natrehn yang berada di timur?
Keningnya sejenak berkerut, Lucas mengalihkan pandangannya untuk menatap anggur merah yang masih tersisa di dalam cawannya.
Apakah ini... adalah suatu jebakan?
Beberapa hari berlalu semenjak Pasukan Lucas memenangkan perang dengan telak melawan 70.000 Tentara Gabungan Bangsawan Timur Natrehn yang dipimpin oleh seorang Count karena mereka tidak sedikitpun menerima bantuan Zelhard.
Akibat dari mereka yang telah bersumpah setia kepada Julius, Zelhard tidak sedikitpun menggubris permohonan bantuan yang diberikan oleh para bangsawan timur Natrehn.
Tentu, Lucas segera melancarkan taktik kilat menuju jenderal musuh dan memenangkan peperangan hingga membuat mayoritas dari prajurit musuh melarikan diri.
Meskipun Lucas telah mendengar kabar tentang kudeta Putra Mahkota Kerajaan Natrehn sebelumnya, dia tidak mengira bahwa Eina akan membiarkannya tanpa perlindungan begitu saja, yang mana hal itu juga dirasakan oleh Zee, Duke Alein, serta para bangsawan faksinya.
Lucas dan Zee memiliki kekhawatiran tinggi jika mereka telah memasuki sebuah perangkap.
Tentu, Dewan Perang Pasukan Lucas telah menyepakati untuk membuat kota kastil yang saat ini telah berada dalam kendalinya, menjadi basis pasukannya untuk bergerak.
Ditujukan untuk menjadi tempat pengumpulan pasokan makanan serta persenjataan, Lucas dan para bangsawan faksinya mengetahui jika kota ini dengan Scandiva hanya berjarak sekitar 10 hari perjalanan, yang mana akan membutuhkan waktu yang lebih lama jika Lucas bergerak dengan membawa pasukan besar.
Meskipun Lucas diharuskan untuk memiliki basis yang lebih dekat, dewan perang telah memutuskan untuk membuat kota ini menjadi basis utama dan membuat sebuah basis kecil yang lebih dekat dengan Ibukota Scandiva.
Juga... aku belum mendengar kabar mengenai tentara yang kuserahkan kepada Dupent.
Apa yang sebenarnya terjadi kepadanya?
Lucas sekali lagi menenggak anggurnya yang masih tersisa. Memandang bulan yang telah bersinar terang, Lucas membuang cawan anggurnya ke luar balkon dan berbalik memasuki pintu kaca di belakangnya kembali.
Hanya ekspresi penuh ketakutan yang dapat terlukis di atas wajah seorang gadis dengan kalung budak yang melingkar pada lehernya—yang merupakan putri dari rumah bangsawan yang telah dihancurkan Lucas beberapa hari lalu—disaat dirinya memandang seorang pria berambut putih yang mendekatinya dengan senyuman menakutkan.
...----------------...