
Tahun 1236, 1 Juli.
Ibukota Kerajaan Rowling, Lombart.
Sebelum Matahari Terbit.
Tap.
Tap.
Tap.
Di jalanan distrik kumuh ibukota yang diapit oleh rumah-rumah yang terlihat lusuh, sepasang pria dan wanita dengan jubah hitam besar terlihat menyusurinya walaupun udara sangat dingin karena angin malam.
Sangat beratnya langkah kaki mereka dikarenakan mereka yang sedang bertengkar satu sama lain, yang mana akibat dari kegagalan misi pembunuhan mereka pada dini hari tadi.
"Kenapa kau tidak ingin membunuhnya, Marie?" ujar Gale.
Tidak keras, namun bernada penuh dendam.
Gale sangat kesal dengan wanita pendek berwajah bulat imut dengan rambut bob violet yang berjalan berdampingan dengannya.
"Hah?! Aku tidak akan pernah membunuh pria seperti itu!" timpal Marie dengan kesal.
Marie, yang telah menonton pertarungan Ares dan Excel di atas ranjang, kagum dengan permainan yang sebelumnya tidak pernah dilihatnya hingga dia melakukan suatu hal yang seharusnya dia tidak lakukan.
Selain kegagalannya membunuh target, Marie juga mengatakan bahwa Ares adalah sosok yang sangat perlu untuk dilindungi yang membuat Gale sangat kesal, meskipun dia tidak mengatakan alasan kuat untuk mendukung pernyataannya karena dirinya yang sangat malu.
Mengerutkan kening, Gale menganggap gadis di sampingnya benar-benar tanpa harapan.
Tak lama berjalan, mereka tiba di depan sebuah rumah lusuh berdinding kayu tanpa penerangan di jendelanya.
Tok.
Tok.
Wajahnya seketika memerah, Gale berkata, "Aku... ingin meminum susu ibuku."
Cklek.
Pintu terbuka.
Menampilkan kegelapan di dalamnya, mereka berdua pun melangkah masuk dan mendapati Lean dan beberapa anggota lain sedang duduk di beberapa sudut ruangan.
"Laporan," perintah Lean.
"Kami gagal," jawab Gale.
Balasan cepat membuat anggota lain menaruh antipati kepada Gale dan Marie. Dengan mengerutkan kening, Lean berkata, "Alasan."
"Terjadi beberapa hal di luar dugaanku, aku tidak mengira bahwa White Demon akan menyerang mansion target yang juga merupakan tunangannya... bukankah hal itu sedikit aneh?" jawab Gale.
Semua orang paham, tidak ada dari mereka yang dapat bersanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh Sang Putri. Pun mereka juga memahami bahwa Gale, yang menyusup dengan melakukan penyamaran, tidak mungkin akan bertindak gegabah dan mengambil langkah yang salah.
Tak mengacuhkan pertanyaan Gale, pandangan Lean teralihkan kepada Marie, dia berkata, "Kau?"
"Aku ingin melindungi sebuah mahakarya yang disebut sebagai Ares von Rueter itu," timpal Marie lugas.
Terkejut, tidak ada yang tidak keheranan dengan perkataan gadis dengan gelar 2nd Assassin di dalam Klan Cornwall.
Para anggota lain termasuk Lean dan Gale tentu mengetahui kemampuan pembunuhan Marie dikarenakan dirinya yang selalu berhasil atas setiap misi yang diberikan kepadanya, meskipun mereka tahu pikirannya yang sedikit tidak normal sehingga Lean yang diberikan mandat sebagai ketua kelompok.
Dengan sedikit penundaan karena kagum, Lean bertanya, "Mengapa?"
Tidak ada yang tidak tercengang atas sikap yang tidak pernah diperlihatkannya.
Melihat Marie yang melangkahkan kakinya ke luar rumah, Lean berkata dengan nada yang sedikit panik, "Oi, kami sedang berada di dalam misi!"
Langkah kakinya terhenti, tanpa berbalik, Marie berkata dengan nada acuh tak acuh, "Lalu?"
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dengan Margrave, tapi jangan berkhianat, Sial!" timpal Lean.
Membalikkan tubuhnya kembali, Marie berkata, "Aku tidak mengkhianati kalian, kau tahu?"
"Lalu, menga—" timpal Gale dengan keras.
"Aku hanya akan mencegah kalian membunuhnya, ini dan itu adalah dua hal yang berbeda," sela Marie dengan tersenyum.
Tidak ada yang dapat berkata-kata terhadap gadis yang telah melangkahkan kedua kakinya untuk keluar dari rumah.
Apa... yang sebenarnya telah terjadi padanya?
Lean hanya dapat gelisah karena semua yang tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakannya sebelumnya.
Pun tak berbeda dengan suasana kamar yang berada di salah satu sudut istana. Seorang pemuda tampan yang berambut keperakan sedang berada dalam keadaan yang sangat gelisah karena rencananya yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
BRAK!
"Mengapa kalian belum menemukan dia?!" teriak Zee kesal.
Hening, tidak ada yang menjawab pertanyaan Zee.
Para pejabat dan bangsawan di dekatnya tentu gelisah mendengar kekesalan Pangeran Kedua, yang akan membawa mereka menuju tampuk kekuasaan Kerajaan Rowling. Mereka pun tentu tidak menyangka bahwa agen yang mereka kirim akan terlambat melapor.
Sedikit penundaan, seorang bangsawan pria paruh baya pun berkata dengan gugup, "Mohon untuk tenang terlebih dahulu, Yang Mulia. Dia pasti akan segera tiba!"
"Cih, awas saja bila dokumen itu belum sampai di tanganku sebelum sore hari nanti," timpal Zee kesal.
Pangeran Kedua Zee, Duke Alein, beserta para bangsawan faksi merasa kerepotan dengan pengaruh Ares yang semakin meningkat tajam beberapa bulan lalu.
Tidak ada dari mereka yang akan mengira bahwa Ares—yang hanya merupakan seorang bangsawan pedesaan bagi mereka—akan mendapatkan prestasi militer berupa Tanah Vietra yang selama ini menjadi impian para raja Kerajaan Rowling.
Tentu saja, disaat mendengar Ares yang mengundang para bangsawan yang beroposisi dengan faksi istana dan Ectave sebelum dirinya naik tahta, mereka menjadi panik.
Jelas bagi mereka bahwa Ares berniat untuk membentuk faksi pendukungnya agar Excel mendapat dukungan dan memasuki pertarungan dalam perebutan tahta—yang mana tujuannya untuk membuat Excel menjadi bonekanya meskipun tanpa dukungan dari rumah ibunya, House of Linius.
Zee dan para bangsawan faksinya juga sedang bertarung melawan Lucas dan Duke Linius beserta para bangsawan faksi istana secara politik. Saling menyulitkan, saling membuat langkah politik agar pihak lawan hancur, tentunya tidak ada dari mereka yang berniat membiarkan pihak ketiga muncul.
Tentu saja, tidak ada seorangpun dari mereka yang menganggap Pangeran Ketiga dikarenakan Lucas dan Zee yang menganggap dirinya hanya sebagai hiasan istana karena tidak memiliki pendukung kuat dan selalu berada di balik bayang-bayang Pangeran Pertama.
Berlawanan dengan langkah politik Lucas yang memutuskan untuk melihat pergerakan Excel—dalam arti tertentu Ares—hingga pertemuan sosial bangsawan pada pertengahan tahun berakhir, Zee dan Duke Alein memutuskan untuk bergerak lebih dulu.
Berniat menjebak Ares dengan merendahkan nama baik dan citra dirinya di tengah pertemuan para bangsawan nanti, Zee dan para bangsawan faksinya memutuskan untuk membuat Ares memiliki citra liar dan senang bermain dengan para wanita rakyat jelata—yang sebenarnya itu adalah dirinya sendiri—dengan menulis dokumen palsu tentang penangkapan dan jual beli beberapa wanita muda rakyat jelata yang akan diperkosa dan disiksa olehnya.
Untuk menguatkan bukti, transaksi dilakukan di dekat kediaman Rueter di ibukota dan telah direncanakan untuk dilihat oleh beberapa saksi mata bangsawan yang sengaja mereka persiapkan sebelumnya.
Berdiri dari kursinya, Zee segera berbalik dengan melangkahkan kakinya yang terlihat sangat tidak sabar untuk keluar dari ruangan.
"Cari dan selidiki keberadaan mereka!" perintah seorang bangsawan kepada para ksatrianya.
"Ya, Tuan!" timpal para ksatria lalu meninggalkan ruangan.
Namun, tidak ada dari mereka yang mengira bahwa sang penjual yang berasal dari Dark Guild Laguna dan agen telah terkena bogem mentah Excel yang menyebabkan semua usaha mereka berakhir sia-sia karena dokumen tersebut telah berada di tangan Ares.
...----------------...