
Tahun 1237, 6 April.
10 km Selatan Ibukota Kerajaan Natrehn, Scandiva.
Tepat Saat Matahari Terbenam.
Sinar mentari senja kemerahan menyinari perkemahan Pasukan Gabungan Dua Pangeran Kerajaan Rowling yang berada tidak jauh dari tembok Ibukota Scandiva dimana Julius telah mempersiapkan pasukannya untuk berperang.
Tepat satu hari telah berlalu semenjak Lucas dan Zee bertemu serta melakukan penggabungan kedua pasukan mereka.
Berbeda dengan Zee yang tidak memiliki rute pasokan makanan yang stabil, Lucas telah mempersiapkan rute dimana terdapat basis pasokan makanan pasukannya, yang mana membuatnya dapat segera mundur apabila keadaan peperangan tidak sesuai dengan apa yang telah ia prediksikan.
Meskipun begitu, tidak ada diantara keduanya yang mempermasalahkan hal tersebut, karena terdapat keyakinan besar bahwa masing-masing dari mereka dapat membunuh saudaranya sebelum peperangan berubah menjadi buruk.
Sejak malam terakhir, kedua faksi saling mencari kelemahan pihak lain, saling mencari celah dimana mereka dapat menemukan kelemahan pihak lain. Namun, waktu yang mereka miliki seolah tidak cukup bagi kedua faksi, yang membuat para petinggi pasukan merasakan udara mencekam, walaupun itu hanya diketahui oleh para bangsawan tingkat tinggi dan para ksatrianya saja.
Di dalam tenda terbesar dimana banyak petinggi pasukan duduk berdampingan dan berhadap-hadapan, duduk di kursi tertinggi dua pangeran yang saling menunjukkan ekspresi cerah dan terasa kompak, namun para bangsawan di sekelilingnya tahu bahwa mereka hanya menunjukkan kepura-puraan belaka.
Zee tetap tersenyum, wajahnya menunjukkan bahwa ia merupakan seorang jenderal yang baik, yang tidak berbeda dengan apa yang dilakukan kakak tirinya, Lucas.
Duke Alein—yang terduduk tepat di samping Zee—sejak tadi hanya terdiam dengan kedua matanya yang tertutup, merasa sangat sia-sia untuk melontarkan sebuah perkataan karena dia mengerti bahwa tidak mungkin Lucas dan para bawahannya akan dengan senang hati menyusun strategi bersama, yang juga tidak berbeda dengan para bangsawan Faksi Zee, termasuk Duke Alein sendiri.
"Kurasa, taktik serangan kilat kavaleri yang segera ditarik mundur disertai dengan sergapan infanteri lebih efektif untuk mengurangi Pasukan Kavaleri Natrehn secara bertahap. Terlebih lagi, musuh tidak memiliki dua jenderal terkuatnya yang tersisa." Zee memberikan pendapat logisnya.
Rasa persetujuan muncul tidak hanya di dalam benak jenderal faksi Zee, namun jenderal faksi Lucas juga memiliki anggapan demikian.
Meskipun begitu, harga diri para bangsawan begitu tinggi. Faksi Lucas tidak menginginkan untuk menggunakan strategi yang diutarakan oleh Zee.
Bahkan, beberapa dari kalangan bangsawan tingkat tinggi tidak sedikitpun memandang para bangsawan rendah seperti knight yang berada di bawah Raja secara langsung serta para baron yang hadir.
Sangat berbeda dengan Ares yang akan menggunakan kedua tangannya sendiri untuk mencapai sesuatu tanpa sedikitpun memikirkan harga diri kebangsawanannya, yang mana disebabkan Ares merupakan orang biasa sebelum bertransmigrasi jiwa.
Perkataan Lucas tertahan. Suara gaduh yang semakin keras terdengar dari luar tenda disaat Lucas hendak membuka kedua bibirnya.
"Apa yang terjadi?" Perhatian Lucas teralihkan pada ksatria penjaga pintu tenda yang berada di dalam, yang juga dilakukan oleh para bangsawan jenderal lainnya.
"Mo—mohon maaf, Yang Mulia!" Ksatria Penjaga menundukkan dalam kepalanya dengan panik.
Sebelumnya, dia merasa sedikit tidak nyaman terhadap kegaduhan yang samar terdengar di luar tenda. Namun, tidak mungkin dia akan menyela dewan perang yang sedang terjadi di hadapannya, "Saya akan memeriksa keadaan terlebih dahulu!"
BRUGH!
Disaat ksatria tersebut hendak keluar, seorang ksatria seketika berlari masuk yang menyebabkan dia segera dijatuhkan oleh ksatria pribadi masing-masing pangeran.
"Apa yang kau inginkan?!" Ksatria Pengawal Lucas geram, dia tidak mempertanyakan identitas ksatria yang dijatuhkannya hingga tengkurap di atas tanah dengan punggung yang tertindih kakinya karena melihat lambang Kerajaan Rowling yang terukir pada baju besinya.
"Natrehn! 320.000 Tentara Natrehn yang dipimpin Jenderal Eina datang dari timur!" Tepat setelah ksatria tersebut mengatakannya, dia segera kehilangan kesadaran karena sangat kelelahan hingga membuat ksatria yang menindihnya segera bangkit untuk memeriksa keadaannya.
Hening.
Banyak diantara para bangsawan yang terdiam karena tercengang. Beberapa dari mereka membuka lebar kedua matanya karena sangat terkejut, tidak ada satupun dari mereka yang sebelumnya telah menerima laporan tentang hal tersebut.
Namun, satu kondisi segera mereka ketahui. Pasukan Natrehn hanya berjarak sekitar satu atau dua hari dari mereka.
Meskipun jarak tersebut termasuk daerah yang tugas pasukan pengintai untuk memeriksa wilayah sekitar, namun hal tersebut belumlah terlaksana karena kedua pasukan pangeran yang baru saja tiba satu hari yang lalu, yang mana mereka memprioritaskan membangun perkemahan terlebih dahulu.
Lucas merenung dengan menahan kepalanya dengan salah satu tangannya. Termasuk para budak, Pasukan Gabungan Kerajaan Rowling yang merupakan gabungan tentaranya dan Zee hanya berjumlah sekitar 250.000 orang, yang mana jumlah tersebut merupakan prakiraan terbaik mengingat kedua pasukan telah mengalami beberapa peperangan selama sebulan terakhir.
Bahkan untuk Zee dan Duke Alein, Lucas benar-benar tidak menginginkan bila pihaknya akan mengalami kerugian.
SRAAKK!
Besar kekesalan para bangsawan terhadap tindakan para ksatria yang bagi mereka sangat tidak sopan, walaupun kegelisahan sekali lagi hinggap dalam lubuk hati mereka karena mengetahui jika laporan ksatria tersebut merupakan hal yang sangat mendesak.
"Mohon maaf atas kelancangan saya, Yang Mulia!" Ksatria tersebut membungkuk dalam, keringatnya deras membasahi wajah serta tubuhnya yang berada dalam balutan baju besi, pertanda bahwa ia telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menuju ke tempat ini.
"Lapor! Lima ribu Pasukan Kavaleri Natrehn yang dipimpin oleh Jenderal Zelhard terlihat di barat! Kami mendapatkan laporan jika basis dan rute pasokan makanan telah hancur!" Ksatria tersebut dengan tegas melaporkan.
Ada perasaan takut karena besar kemungkinan lehernya akan putus karena tidak bersikap sopan terhadap para royalti. Meskipun begitu, dia lebih memilih untuk tetap melaporkannya karena kesetiaan besarnya terhadap Keluarga Kerajaan Rowling.
"Hah?!" Ethan—Ksatria Pengawal Pribadi Lucas yang berdiri tepat di belakangnya—berteriak keras. Ekspresinya terlihat seakan berada dalam masalah besar.
Bahkan untuk Lucas, dia tidak lagi dapat berkata-kata terhadap kejadian buruk yang sekali lagi ditimpakan pada dirinya.
"Tidak mungkin!"
"Zelhard hanya memiliki 20.000 prajurit!"
Suara-suara ketidakpercayaan segera menghiasi suasana tenda. Namun, bagi bangsawan yang telah memiliki banyak pengalaman berperang serta mengetahui tabiat Zelhard, itu merupakan hal yang masuk akal.
Zelhard tentu menggunakan pembelot dari para prajurit Natrehn yang telah ditawan sebelumnya. Bahkan jika tidak berhasil, Zelhard tidak sekalipun segan menggunakan rakyat jelata biasa demi kesuksesan operasinya.
Tentu, Pasukan Lucas telah membawa ketakutan dan penderitaan penduduk Natrehn yang kota serta desanya yang telah terebut. Memanfaatkan hal tersebut, Zelhard menggunakan mereka untuk menguasai basis-basis pertahanan Lucas di Wilayah Natrehn dan segera menuju ibukota dengan pasukan kecil.
Walaupun hanya 5.000 prajurit yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan jumlah pasukan mereka, para jenderal bangsawan Rowling tentu mengerti pasukan Zelhard bukanlah ikan teri.
Zelhard dikenal memiliki keunggulan dalam mengerahkan pasukan kecil kurang dari 40.000 prajurit, yang mana dapat membuat musuhnya mengalami kerusakan parah walau mereka berjumlah sekitar 100.000 orang.
SRAAKK!
"Yang Mulia! Yang Mulia!" Seorang ksatria wanita memasuki tenda hingga dirinya jatuh tersungkur. Napasnya berat, tubuhnya bercucuran keringat, ekspresi wajahnya juga terlihat sangat kelelahan.
Menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya, ksatria wanita tersebut mencoba mengambil napas dengan tergesa-gesa.
"Katakan." Lucas tidak lagi mempermasalahkan sikap para ksatria, dia mengerti bahwa masalah tersebut tidak dapat hanya diselesaikan oleh mereka, yang tidak berbeda dengan sikap Zee serta para bangsawan lain.
"Margrave Rueter telah melakukan kudeta!" Ksatria Wanita tersebut berteriak keras.
Puk.
Hening, para bangsawan hanya dapat terdiam hingga mematung karena sangat shock dengan kabar buruk yang sekali lagi menimpa mereka. Bahkan, seorang bangsawan yang menyesap cerutunya tanpa sadar menjatuhkan cerutu dari tangan kanannya.
Kepanikan melanda perasaan Duke Alein, dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan adik tirinya hingga membuatnya tanpa sadar berdiri dari kursinya.
"Yang Mulia Pangeran Zee! Yang Mulia Pangeran Lucas! Saya memohon untuk menarik mundur pasukan!" teriak Duke Alein dengan panik.
"Jangan melakukan apapun yang kau suka, Duke! Kita sedang terkepung!" Ethan berteriak keras karena sangat kesal.
"Bodoh! Kalian bahkan tidak dapat menyusun strategi dengan cepat!" umpat Duke Alein dengan kesal.
Suasana tenda segera memanas, umpatan pertengkaran berulang kali terdengar. Kepanikan karena situasi yang seketika berada di luar kendali membuat para bangsawan hanya dapat saling menyalahkan.
Pada akhirnya, Duke Alein berhasil meninggalkan pasukan gabungan dan kembali menuju Ibukota Lombart dengan hanya 15.000 prajurit yang merupakan pasukannya pribadi serta beberapa bangsawan faksinya bersama dengan Zee, meninggalkan sebagian besar pasukannya yang lain di bawah perintah Lucas.
Tentu, hal tersebut dikarenakan Lucas khawatir terhadap ibunya masih hidup dan tertawan, yang menyebabkan ia menyetujui proposal Duke Alein. Akan sangat mencoreng nama baiknya bila diketahui Milaine masih hidup dan ia abai terhadapnya.
Tidak luput darinya, Lucas juga mengirimkan seorang ksatria menuju Tanah Vietra untuk menggerakkan 20.000 prajurit—yang sebelumnya telah ditempatkan di dalamnya—menuju Ibukota Scandiva dengan jalan memutar, menghindari kota-kota yang telah Zelhard rebut kembali demi kecepatan gerak pasukan.
...----------------...
Next chapter banyak 23.00, jangan lupa likenya!