I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 47 : Reruntuhan Ibukota Kekaisaran Suci Regulus



Tahun 1236, 25 Mei.


Reruntuhan Ibukota Kekaisaran Suci Regulus, Kota Suci Elness, Kerajaan Valmes.


Malam Hari.


"Akhirnya kami tiba," ujar Ares yang menunggang Lykan dengan memeluk Excel dari belakang.


"Tempat apa ini?" tanya Excel yang kebingungan.


"Ini adalah reruntuhan Ibukota Kekaisaran Regulus di masa lalu, Kota Suci Elness," jawab Ares dengan lembut.


"Oh..." timpal Excel yang terpana saat melihat keadaan kota.


Lebih dari tiga minggu berlalu semenjak mereka berangkat dari Ibukota Lombart. Setelah mengusir Gnery di Wilayah Duke Linius yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Gardom di timur, mereka berdua melanjutkan perjalanannya ke timur untuk menuju ke tengah dunia dimana Ibukota Kekaisaran Suci Regulus dahulu berada.


Tentu saja, daerah ini telah dikuasai oleh Kerajaan Valmes yang terletak di barat Kekaisaran Suci Alven. Kerajaan Valmes juga merupakan salah satu kerajaan yang melindungi Negara Netral, Kerajaan Normadia.


Meskipun begitu, mereka tetap mengabaikan dan tidak membangun kembali kota ini karena telah menjadi tempat mistis yang terlarang bagi penduduk sekitar.


Apabila melihatnya, Reruntuhan Ibukota Kekaisaran Suci Regulus, Elness, memiliki banyak bangunan batu yang telah runtuh yang dirambati oleh akar dan tumbuhan merambat lainnya serta hanya memiliki pencahayaan yang berasal dari sinar bulan.


Namun, saat hendak menuju tempat ini, kuda perang Ares menjadi sangat panik dan melarikan diri darinya sehingga itu menyebabkan dirinya terpaksa menunggangi Lykan bersama Excel.


Merasa keheranan dengan tunangannya, Excel bertanya, "Untuk apa kita kemari?"


"Tentu saja, untuk hadiah pernikahan kita," timpal Ares dengan tersenyum lembut.


Excel kembali menjadi malu dan segera mengalihkan wajahnya yang memerah agar tidak terlihat oleh tunangannya.


Segera, Excel memacu Lykan untuk memasuki tembok kota agar dia dapat mengabaikan jantungnya yang berdetak sangat cepat.


Lykan, kuda perang yang sangat ganas, merasa tidak terintimidasi sedikitpun saat melihat kawanan serigala dan beberapa harimau yang telah menargetkan mereka.


"Excel, apakah kamu ingin mengurus hewan-hewan itu terlebih dahulu?" tanya Ares yang sedikit merasa terganggu akibat diintai.


"Hmm, tidak. Aku sangat penasaran dengan hadiah yang akan kamu berikan kepadaku," jawab Excel secara langsung dengan sedikit malu.


Seketika, semua hewan yang mengintai melarikan diri dengan terbirit-birit karena merasakan ***** membunuh yang dikeluarkan oleh Excel.


"Yah... ayo lanjutkan..." timpal Ares yang membuat wajah rumit.


"Um... hadiah apa itu sebenarnya? Mengapa kamu membawaku kemari?" tanya Excel yang penasaran.


"Yah, mari kita lihat saja nanti. Juga... itu merupakan peninggalan kuno," jawab Ares.


"Begitu," timpal Excel dengan nada bahagia.


Beberapa jam kemudian, mereka berdua sampai di depan gerbang istana yang terlihat seperti bangunan besar berbatu yang sangat megah. Jika Ares membandingkannya, dia akan berpikir jika istana ini menyerupai Acropolis di dunianya yang sebelumnya.


Setelah turun dari tunggangannya, Excel mendorong gerbang batu tersebut namun tetap saja tidak terbuka meskipun ia memiliki statistik tubuh lebih dari 80 poin.


"Bolehkah aku meminjam kedua pedangmu?" tanya Ares.


"Oke," jawab Excel dengan menyerahkan pedang yang disarungkan di pinggulnya.


Lalu, Excel pun bergerak menuju punggung Lykan dan mengambil pedang lainnya dari tas pelananya.


Melihatnya, Ares merapal, "Appraisal," untuk memastikan pedang yang digunakan Excel di dalam game adalah pedang tersebut.


......................


...[Item]...


Nama : Dern Sword


Kelas : Legendary


Efek :



Keahlian Senjata +14


Kelincahan +12


Tubuh +13



......................


Setelah menerima kedua pedang tersebut, Ares merapal, "Appraisal," kepada dirinya sendiri karena penasaran apakah statistiknya dapat bertumpuk meskipun di dalam game tidak memiliki efek seperti itu.


......................


...[Status]...


Nama : Ares von Rueter


Umur : 17 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Margrave, Kerajaan Rowling


Afiliasi : Margrave Rueter, Kerajaan Rowling


Statistik


Keahlian Senjata : 58 (+44)


Kelincahan : 55 (+29)


Kepandaian : 57 (+70)


Tubuh : 57 (+28)


Kepemimpinan : 57 (+30)


Kewilayahan dan Militer


Jumlah Prajurit : 43.678


Moral : 85


Pelatihan : 78


Pasokan Makanan : 4.628.754


Jumlah Dana : 8.186.098.810 G


......................


Gila!


Itu bertumpuk!


Luar biasa!


Ares seketika melompat karena gembira dengan efek kedua senjata tersebut yang bertumpuk.


"A—ada apa, Ares?!" tanya Excel yang keheranan.


"Tidak apa-apa! Aku benar-benar sangat mencintaimu, Excel!" jawab Ares dengan riang gembira.


Meskipun tidak memahami apa yang telah terjadi, Excel memutuskan untuk menerimanya karena perkataan Ares yang membuat hatinya sangat panas.


"A—ayo, Ares!" teriak Excel yang sangat malu.


"Oh, oke," jawab Ares yang tersadar dari kegembiraannya.


Ares mendekati gerbang yang telah dijalari tanaman rambat tersebut dan menghunuskan kedua pedangnya.


BRAK!


BRAK!


BRAK!


Padahal itu hanya batu...


Aku tidak percaya gerbang peradaban kuno benar-benar sangat kuat.


Gerbang batu itu pun hancur setelah terkena sepuluh tebasan di tempat yang sama. Setelah melakukan hal yang sama pada beberapa titik lainnya, Ares dan Excel memasuki Istana Kekaisaran Suci Regulus yang terbuat dari batu dengan menunggangi Lykan karena memiliki pintu masuk yang sangat besar.


Pltak!


Pltak!


Menunggangi Lykan sembari menyusuri lorong istana yang sangat gelap, membuat sedikit bulu kuduknya berdiri.


Jika dilihat dari luar, bukankah istana ini cukup kecil?


Tetap saja, aku merasa kagum dengan lorong yang sangat besar yang tidak berbeda jauh ketika aku mengunjungi tempat ini saat melakukan Side Quest.


Hmm, jika tidak salah...


Ares menggenggam kedua tangan Excel yang saat ini menarik tali pengekang Lykan yang membuat wajahnya sangat merah. Namun, Excel merasa beruntung karena tempat ini sangatlah gelap.


"Ada apa?" tanya Excel dengan menyembunyikan kegugupannya.


"Belok ke kiri," jawab Ares dengan mengarahkan tangan Excel.


"Eh?" jawab Excel yang seketika terkejut karena terkena hembusan angin.


"Kamu terkejut, bukan? Itu jebakan," timpal Ares dengan tersenyum masam.


"Mengapa aku tidak menyadarinya?" tanya Excel dengan mengerutkan keningnya.


"Nah, itulah kehebatan jebakan kuno," jawab Ares seolah bangga.


Setelah melewati lorong dimana banyak jebakan berada yang sangat mudah dilalui dengan panduan Ares, mereka tiba di sebuah pintu batu yang cukup kecil sehingga mereka diharuskan membungkuk apabila akan memasukinya.


BRAK!


BRAK!


BRAK!


Melakukan hal yang sama seperti pada gerbang batu, pintu kecil tersebut pun terbuka. Ares dan Excel memasukinya meninggakkan Lykan di luar ruangan.


Tetap saja, Excel merasakan suatu keanehan dikarenakan di dalam ruangan tersebut sangatlah terang karena terdapat obor yang menyala di dalamnya.


"Mengapa obor tersebut tetap menyala, Ares?" tanya Excel yang kebingungan.


Yah, obor itu menyala hanya untuk menambah suasana kesakralan saat hendak mengambil pedang.


Nah, tidak mungkin aku menjawabnya seperti itu.


Ares hanya tersenyum masam dan menjawab, "Tidak perlu memikirkan hal yang rumit."


"Baiklah..." jawab Excel yang sedikit tidak puas.


Mereka berdua mendekati meja berbatu dimana terdapat dua kotak batu di atasnya.


"Bukalah kotak yang ada di kiri," pinta Ares dengan lembut.


Menuruti perkataan Ares, Excel mengarahkan kedua tangannya untuk membuka kotak tersebut.


CKLAK!


Cahaya kemerahan pun segera terpancar dari dalam kotak. Menutup kedua matanya karena cahaya yang muncul secara tiba-tiba, Excel mengintip isi di dalamnya.


"Luar biasa..." ujar Excel yang terkagum dengan pedang yang ada di dalamnya.


"Bukankah itu luar biasa? Itu adalah sebuah artefak, kamu tahu?" timpal Ares dengan hangat.


Excel mengambil pedang yang memiliki gagang serta bilah berwarna hitam yang mengeluarkan aura merah tersebut menggunakan tangan kanannya dan segera menariknya dari sarungnya.


"Appraisal," ujar Ares lirih dengan menargetkan pedang tersebut.


......................


...[Item]...


Nama : Ruberion Sword


Kelas : Phantasmal


Efek :



Keahlian Senjata +30


Kelincahan +27


Tubuh +26


Kepemimpinan +30



Efek Khusus :



Keahlian Senjata +15 (2 jam, cooldown 6 jam)


Kelincahan +10 (1 jam, cooldown 5 jam)


Kepemimpinan +20 (3 jam, cooldown 1 jam)


Critical Rate +15%


Attack Speed +14%


Aura Merah



......................


Ketika Ares melihat status dari pedang tersebut, hanya ada satu kata di dalam benaknya yang membuatnya tersenyum masam.


Gimmick.


Karena rasa penasarannya terhadap status Excel saat ini, ia merapal, "Appraisal," dengan menargetkannya.


......................


...[Status]...


Nama : Excel von Linius Rowling


Umur : 16 Tahun


Jenis Kelamin : Perempuan


Gelar : Putri Pertama, Kerajaan Rowling


Afiliasi : Keluarga Kerajaan Rowling


Statistik


Keahlian Senjata : 90 (+45)


Kelincahan : 92 (+37)


Kepandaian : 30 (+0)


Tubuh : 89 (+26)


Kepemimpinan : 19 (+50)


Loyalitas : 10


Moral : 80


Pelatihan : 65


......................


Eh?


Ares menyadari bahwa Excel dapat memimpin satu batalyon tentara apabila dia menjadi seorang jenderal. Namun, ia segera mengurungkan niatnya karena isi kepala tunangannya yang tidak dapat memikirkan hal-hal rumit seperti pasokan makanan dan strategi peperangan.


Tapi, Ares memikirkan hal lain seperti Excel yang dapat membakar semangat para prajurit di awal peperangan.


"Bagaimana?" tanya Ares dengan hangat.


"Ini benar-benar luar biasa!" jawab Excel yang kegirangan saat menebaskan pedang berbilah hitam dengan aura merah di udara.


"Begitu, aku harap kamu menyukainya," timpal Ares dengan hangat.


"Aku pasti akan menjadikannya teman hidupku! Terima kasih banyak, Sayang!" balas Excel dengan tersenyum yang memancarkan kebahagiaan.


Ares menjadi sangat lengah hingga mengalihkan pandangannya karena tidak pernah melihat ekspresi Excel yang seperti itu.


Dengan malu-malu, Ares berkata, "Baik..." sembari berjalan menuju kotak yang berada di kanan.


Dengan menahan perasaan malunya, Ares mengarahkan tangannya untuk membuka kotak tersebut. Karena sangat penasaran, Excel mendekati tunangannya untuk melihat isi kotak bersamanya.


"Eh? Apa ini?" tanya Excel yang keheranan karena ia merasa benda di dalamnya terlihat seperti barang rongsokan.


"Yah, jangan melihat hanya dari teksturnya yang berkarat. Ini memang memiliki desain seperti itu," jawab Ares dengan mengambilnya.


Melihat tunangannya yang mengerutkan kening, Ares hanya dapat mendesah dan berkata, "Yah, ini juga merupakan salah satu senjata yang melampaui zaman."


"Hmm, benarkah?" tanya Excel yang tidak percaya.


"Itu benar," jawab Ares yang tersenyum.


"Appraisal," ujar Ares dengan lirih untuk melihat status senjata tersebut.


......................


...[Item]...


Nama : Rapier


Kelas : Phantasmal


Efek :



Keahlian Senjata +30


Kelincahan +30


Tubuh +30



Efek Khusus :



Keahlian Senjata +20 (2 jam, cooldown 4 jam)


Kelincahan +30 (2 jam, cooldown 4 jam)


Tubuh +20 (2 jam, cooldown 4 jam)


Critical Rate +20%


Attack Speed +20%


Piercing (Di bawah Kelas Ancient)


Life Steal (2 poin Tubuh/serangan, berefek selama 1 menit setelah serangan)



......................


Memandang senjata terkuat di dalam game yang sedang digenggamnya, Ares hanya dapat memasang senyuman masam di atas wajahnya.


...----------------...


Catatan :


Kelincahan \= kecepatan tubuh bergerak.


Attack speed \= kecepatan memainkan senjata untuk menyerang.


Aku merasa agak kurang enak dibaca, tapi ya udah karena sudah terlanjur.


...----------------...