I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 141 : Kematian Tak Terduga



Tahun 1237, 23 April.


Wilayah Sekitar Ibukota Kerajaan Natrehn, Scandiva.


Sore Hari.


"Seraaang!"


Dari tiga penjuru, lebih dari 350.000 prajurit Natrehn menyerang pasukan Rowling yang telah menguatkan kembali formasinya karena sebelumnya telah runtuh.


Eina memutuskan untuk melakukan peperangan dalam skala penuh melawan Lucas, sebagai umpan agar Zelhard menunjukkan taringnya karena Julius tidak lagi berada di garis belakang.


Sedikit meleset dari perkiraannya, Eina menilai bahwa prajurit elit Zelhard lebih baik dari apa yang telah ia duga sebelumnya. Tidak mungkin membedakan dari perlengkapan, para prajurit Zelhard juga mengenakan baju besi yang serupa dengan para prajurit yang tergabung dalam Tentara Natrehn.


Hal tersebut menjadi keuntungan besar bagi Zelhard, yang mana gerakannya menjadi tidak dapat diprediksikan karena pasukannya telah membagi diri menjadi unit-unit kecil.


Berada di barisan terdepan, Eina melompat jauh dari tunggangannya dengan sebuah Longsword yang terhunus, membuat moral para prajurit di belakangnya meningkat tajam.


JRASH!


JRASH!


JRASH!


Eina berputar, Longswordnya yang juga merupakan senjata kelas Ancient seketika menebas lima orang sekaligus, memanfaatkan momentum berat tubuhnya agar dapat menyerang dengan gerakan halus.


Pengalaman adalah guru terbaik. Eina merasakan buahnya setelah mengalami hidup yang panjang. Beberapa orang di sekitarnya tentu tidak memberikan perhatian pada Eina, yang sibuk dengan pertempurannya sendiri di samping gerakan Eina yang terlampau cepat.


Berlari cepat, tubuhnya yang telah tua renta tidak menghambatnya. Eina benar-benar mensyukuri hal tersebut meskipun dia juga merasakan hal aneh karenanya.


JRASH!


"Eh?" Salah seorang prajurit Natrehn sangat terkejut, sebuah pedang dengan cepat menggorok leher prajurit Rowling yang sedang bertarung dengannya.


Prajurit tersebut sejenak tercengang, sangat kagum dengan kemampuan tempur Eina yang baginya setara dengan Zelhard, membuat matanya hanya mendapati siulet yang segera berlari menjauh tepat setelah membunuh prajurit Rowling tersebut, "Luar biasa..."


Tanpa ada cela, tidak ada satupun yang terasa sia-sia, gerakan Eina benar-benar dapat diumpamakan seperti air yang mengalir.


Melihat siulet yang membunuh banyak prajurit Rowling dengan sangat cepat, Ethan dengan terpaksa menarik tali kekang kudanya untuk mendekat dengan pedangnya yang terhunus.


SRRT!


Tatapan keduanya bertemu. Ethan tidak menyangka bila Eina telah berada tepat di hadapannya, membuat tubuhnya secara refleks menghindar dari jalur serangan Longsword Eina.


"Oh?" Eina sangat terkagum, dia sekali lagi dibuat untuk tahu bila ada seseorang yang mampu menghindari serangannya, selain dari Zelhard, Barlock, dan juga Ares.


Ethan memutuskan untuk melompat turun. Gerakannya akan menjadi sangat terbatas bila dia menunggang sebuah kuda perang. Terlebih lagi, Ethan memiliki sebuah misi rahasia untuk menjauhkan segala bahaya dari Lucas yang sedang bergerak mundur.


"Apakah Anda... adalah Jenderal Eina von Fonca?" Ethan sedikit takut, bilah pedangnya yang terarah kepada Eina terlihat samar bergetar.


Eina sejenak tersenyum, tanggapan untuk Ethan yang mengatakan sesuatu padanya dengan sopan meskipun dia berada dalam pihak musuh, "Itu benar. Katakan siapa namamu."


"Ksatria Pengawal Pangeran Pertama Kerajaan Rowling, Ethan vo—" Kata-kata Ethan terputus.


JLEB!


Perlahan, Eina kembali menarik pedangnya dan bergerak pergi. Pandangan Ethan semakin kabur, pakaiannya telah berwarna merah karena darah yang mengucur dari dadanya yang terasa sangat panas.


BRUK!


Ethan jatuh berlutut, kedua lututnya menahan agar tubuhnya tidak segera terkapar.


Kewajiban berat terhadap keselamatan Lucas, Ethan memaksakan dirinya untuk kembali bangkit karena kesetiaannya sebagai seorang ksatria. Bertentangan dengan harapannya, tubuhnya tidak lagi kuat menahan rasa sakit, membuat Ethan jatuh hingga terlungkup.


Terbesit kembali ingatan masa kecilnya. Ethan benar-benar kagum dengan sosok Pangeran Pertama, yang membuatnya bermimpi untuk berdiri di sampingnya sebagai ksatria pengawalnya, yang kini telah menjadi sebuah kenyataan.


Nafasnya berat, kakinya perlahan mendingin. Ethan mengerti bila waktu kematiannya telah tiba. Meskipun begitu, ia tersenyum penuh kebahagiaan. Ethan merasa sangat puas karena kehilangan nyawa seperti sesosok ksatria yang sangat ia impikan.


Tak jauh dari tempat Ethan berada, Lucas bersama beberapa pengawal terelitnya sedang menarik diri dari medan perang, meninggalkan beberapa bangsawan yang menjadi jenderal untuk sementara memimpin pasukan hingga dapat ditarik mundur dengan sempurna.


Keselamatannya telah beberapa kali terancam, membuat para pengawal elitnya menyarankan Lucas agar mundur terlebih dahulu demi keamanan dirinya, yang segera disetujui oleh Lucas.


Menggunakan sebuah kereta yang ditarik oleh dua kuda serta mendapat penjagaan dari delapan pengawal elit yang bergerak menunggang kuda di luar gerbong, semua dari pengawal berpikir bila jalur yang mereka lalui merupakan jalur teraman untuk menuju perbatasan Kerajaan Rowling.


Sangat jauh dari tempat perkemahan Zelhard berada, mereka memastikan bahwa tidak ada satupun kelompok pengintai yang mendekat. Terlebih lagi, pengawal Lucas adalah kelompok elit, mereka dapat merasakan sebuah hawa kehadiran bahkan jika itu sekecil tupai yang bersembunyi di balik semak dan pepohonan.


Berada di dalam gerbong yang sangat berguncang akibat kecepatan kereta yang berada di atas rata-rata, Lucas hanya dapat duduk termenung. Pikirannya sedikit kacau karena telah meninggalkan beberapa bawahan yang sangat dipercayainya untuk tetap berperang.


Beberapa kali Lucas berpikir, bertanya-tanya apakah hal yang telah ia lakukan dapat dikatakan "tepat."


Terlebih lagi, Lucas sangat menyayangkan bahwa dirinya telah berhasil dikelabui oleh Ares, yang berkemungkinan besar membuat Katherine dan putra semata wayangnya yang berumur kurang dari satu tahun, Evan, telah tewas terbunuh.


Namun, hal tersebut tidaklah membebani hati Lucas, yang sejak awal hanya menggunakan hubungan pernikahannya dengan Katherine untuk mendapatkan dukungan dari House of Linius semata.


Lucas sedikit membuka tirai gerbongnya, ia membutuhkan hiburan walau hanya berupa sebuah pemandangan hutan yang gelap.


Sebuah silau cahaya keperakan samar terlihat dari atas pepohonan, membuat Lucas berpikir bila itu hanyalah kesalahan penglihatannya karena para ksatria tetap tidak menghentikan keretanya.


Namun, keanehan pun tampak di pelupuk mata. Tidak ada satupun ksatria kavaleri yang mengawal gerbong kereta di balik jendela, membuat Lucas sangat terkejut.


"Hah?!" Sebuah anak panah seketika berada tepat di balik jendela, terlihat anak panah tersebut samar memiliki pusaran angin yang menyelimutinya hingga membuat Lucas sangat panik.


BLAR!


Pelarian Lucas berakhir dengan keniscayaan. Anak panah yang tertembak dari senjata rahasia Klan Cornwall, Zarrex Bow, seketika menghancurkan gerbong kereta kudanya hingga berkeping-keping—yang tidak berbeda dengan apa yang terjadi pada pertarungan Ares melawan Lean dan kelompoknya di Ibukota Lombart dahulu.


Kaitan dengan dua kuda telah terlepas, membuat kedua kuda tersebut berlari bebas di tengah hutan. Memandang situasi telah aman, Lean pun melompat dari dahan pohon dan mendekati gerbong yang telah hancur di hadapannya.


"Hmm... kepala saja seharusnya sudah cukup sebagai bukti—tidak, mari ambil semuanya agar aku tidak mendapatkan protes Tuan." Lean mengambil sebuah kantung kain besar dari dalam tas kecilnya.


Di tengah sisa-sisa gerbong yang memiliki darah serta organ tubuh Lucas yang telah berceceran, Lean mencari kepala target sebagai bukti keberhasilan misinya dengan acuh tak acuh.


Seikat rambut terasa dalam rabaan, Lean segera menariknya dan menemukan keadaannya dengan telinga kanan yang telah hancur.


"Yah, tidak masalah." Acuh tak acuh, Lean membersihkan noda darah serta merapikan bentuk leher kepala Lucas agar benar-benar layak untuk dilaporkan.


...----------------...