I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 52 : Kembali ke Rumah!



Tahun 1236, 4 Juni.


Kota Ereth, Wilayah Margrave Rueter.


Siang Hari.


Meskipun berada di bawah sinar matahari terik, hal tersebut tidaklah mengubah semangat aktivitas penduduk kota utama Margrave Rueter. Banyak orang berlalu lalang mengantarkan barang, melakukan jual beli, dan melakukan berbagai pekerjaan lain yang menandakan sibuknya Kota Ereth tidak jauh berbeda dengan aktivitas perekonomian ibukota.


Tentu saja, hal ini juga tidak luput dari peran Ares von Rueter, Margrave Rueter saat ini. Bagi penduduk kota, Tuan mereka seolah berubah dari seorang iblis menjadi malaikat.


Banyak sarana yang menunjang kehidupan warga kota telah diperbaiki seperti memperlancar saluran pembuangan kota, jalan-jalan yang telah diratakan, pembangunan taman kota, serta berbagai hal lainnya yang membuat warga kota seolah tidak mempercayai bahwa yang mencanangkan hal ini adalah Tuan mereka sendiri.


Tidak luput dari perhatian, distrik kumuh Kota Ereth juga telah direvitalisasi karena perintah Ares. Tidak hanya pembangunan tempat tinggal secara gratis, mereka juga diberikan pekerjaan sebagai seorang prajurit militer yang membuat taraf hidup mereka menjadi lebih baik.


Seorang pria paruh baya tampan berambut biru pendek yang ditemani oleh seorang wanita dewasa cantik yang memiliki rambut kuning panjang yang sedang menapaki jalanan utama Kota Ereth sangat dibuat terkejut oleh perubahan drastis kota yang sudah lama ditinggalkannya.


Meskipun mereka sangat menarik perhatian orang di sekitar akibat penampilan mereka yang sangat luar biasa, mereka tetap tidak mempedulikannya sedikitpun dan lebih memfokuskan diri untuk mengamati keadaan kota.


"Aku... benar-benar tidak dapat berkata apapun mengenai perubahan kota..." ujar Albert yang sangat terpana.


"Aku juga..." timpal Dia yang kagum.


Mendekati seorang pedagang pria paruh baya yang menjual daging bakar di tepian jalan, Albert pun memesan, "Tolong, tiga porsi."


"Ah, tolong tunggu sebentar," timpal pedagang itu yang hendak mempersiapkan makanan.


Ketika Dia melihat salah satu bumbu yang digunakan pedagang tersebut untuk memanggang daging, dia menjadi sangat terkejut.


"Apakah itu garam? Bukankah itu terlalu mahal untuk dijadikan bumbu utama?" tanya Dia.


"Ah, entah mengapa akhir-akhir ini harga garam menurun yang menyebabkan para pedagang kecil seperti kami dapat membelinya dalam jumlah banyak. Meskipun aku menggunakan garam untuk daging ini, namun itu tidak dapat dibandingkan dengan jumlah yang kugunakan saat ini karena rasanya yang dapat lebih enak," jawab pedagang itu sembari memanggang daging.


"Apakah kamu tidak menaikkan harganya?" tanya Albert.


Pedagang itupun segera melukiskan senyuman di wajahnya dan menjawab, "Tidak, kupikir lebih baik tetap pada harga dasarnya karena tidak semua orang dapat memakan daging."


"Begitu," timpal Albert dengan nada yang terdengar lega.


Apakah ini adalah kekuatan jalan?


Albert sedikit kagum dengan keputusan keponakannya yang menyebabkan dia tidak pernah berhenti dikejutkan oleh perkembangan wilayah semenjak dia memasuki perbatasan Wilayah Rueter.


Semua pasokan barang yang berputar di Wilayah Rueter mengalami penurunan harga yang menyebabkan taraf hidup penduduk meningkat sedikit demi sedikit. Tentu saja, hal ini dikarenakan hampir keseluruhan jalan yang ada di Wilayah Rueter telah mengalami perbaikan dan pelebaran sehingga menyebabkan pengiriman barang menjadi lebih cepat.


Hal tersebut tentunya menjadikan biaya perjalanan para pemasok lebih murah.


"Apakah kalian adalah pelancong?" tanya Pedagang tersebut.


"Tidak, kami baru saja pulang untuk menemui cucu kami," jawab Dia dengan melihat daging yang sedang dipanggang.


Pedagang tersebut seketika mengalihkan pandangannya kembali menuju Dia dan Albert. Dia benar-benar tidak mengira bahwa pasangan di depannya, yang baginya terlihat seperti pasangan yang berusia 7 tahun pernikahan, telah memiliki cucu.


"Ada apa?" tanya Albert dengan tersenyum masam.


"Tidak... aku benar-benar tidak percaya jika kalian telah memiliki cucu," jawab Pedagang tersebut yang terpana.


"Yah, meskipun penampilan kami seperti ini, kami telah berusia 34 tahun," balas Albert dengan mempertahankan senyum masamnya.


"Ah, benar. Mengapa aku tidak menemukan satupun pencuri yang berkeliaran di kota?" ujar Dia yang heran.


"Oh, itu karena ada banyak kelompok ksatria yang sering berpatroli akhir-akhir ini meskipun mereka menggunakan armor yang sedikit berbeda dibandingkan dengan ksatria Tuan," jawab pedagang tersebut.


Menyembunyikan ekspresi mereka agar tidak terlihat aneh, mereka berdua tidak memahami dibentuknya kelompok khusus dikalangan Ksatria Rueter.


Bagi Albert, yang merupakan saudara tiri pendahulu House of Rueter, benar-benar memiliki rasa tanggung jawab kuat pada kepentingan House of Rueter sehingga dia tidak ingin adanya perpecahan pada kelompok ksatria.


Seolah ingat dengan sesuatu hal yang ada di dalam benaknya, Pedagang tersebut kembali menatap Albert dan Dia lalu berkata dengan nada senang, "Ah, benar. Mungkin dalam waktu sekitar satu setengah bulan lagi, akan ada perayaan besar di kota—tidak, seluruh Wilayah Rueter."


"Ada apa?" tanya Dia yang tidak mengerti.


"Itu dikarenakan beberapa hari lalu telah diumumkan bahwa Margrave Rueter akan melaksanakan upacara pernikahan dengan Yang Mulia Putri," jawab Pedagang tersebut sembari mengemas daging panggangnya.


Mata Albert dan Dia segera terbelalak dengan perkataan pedagang tersebut. Mereka tentu saja mengetahui apabila banyak rumor buruk yang menimpa Excel yang tidak lain adalah kebenaran itu sendiri.


Mereka juga tidak mengira bahwa keponakannya telah diangkat menjadi seorang bangsawan berperingkat Margrave meskipun mereka mendengar kabar angin bahwa Ares telah memenangkan perang melawan Kerajaan Natrehn dalam perjalanannya kembali.


Dengan menyembunyikan kegelisahannya, Albert berkata dengan nada tenang, "Baik, terima kasih atas informasimu. Kami juga akan meramaikan festival tersebut."


"Ah, tidak masalah. Ini pesananmu, semoga harimu menyenangkan!" ujar Pedagang tersebut sembari menyerahkan pesanan.


Setelah menerima daging panggang tersebut dan membayarnya, mereka berdua segera menuju distrik dimana tempat tinggal para pejabat dan perwira tingkat tinggi berada.


Meskipun Keluarga Vienna memiliki mansion tersendiri di kota, mereka memutuskan untuk mengunjungi Milly terlebih dahulu.


Namun, saat mereka hendak mencapai tembok yang membatasi antara kalangan penduduk biasa dan para pejabat, mereka menemukan bahwa para penjaga gerbang meloloskan sepasang laki-laki dan perempuan paruh baya yang menyebabkan Albert dan Dia sedikit geram.


Mendekati penjaga gerbang tersebut, Albert berkata dengan sedikit keras, "Mengapa kalian meloloskan penduduk biasa?"


Tersentak oleh perkataan pria yang tidak dikenalnya yang tiba-tiba mendatanginya, salah satu prajurit penjaga tersebut segera mengerutkan keningnya dan berkata, "Kami telah diperintahkan untuk melakukan hal itu. Tapi, siapa kamu?"


Mengetahui bahwa mereka berdua tidak pernah melihat kembali para prajurit penjaga tersebut, mereka berpikir jika para prajurit tersebut adalah rekrutan baru yang tentu saja tidak mengenal wajah Albert dan Dia.


"Letnan Kolonel Tentara Margrave Rueter, Albert Vienna," jawab Albert tegas.


"Kolonel Tentara Margrave Rueter, Dia Vienna," jawab Dia tegas.


Seketika, para prajurit penjaga gerbang segera membungkuk dalam kepada Albert dan Dia. Mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka akan menghadapi dua orang perwira tingkat tinggi.


"Maafkan atas ketidaksopanan kami!" teriak para prajurit penjaga.


Tidak ingin memperpanjang masalah karena Albert dan Dia menyadari bahwa mereka hanya mengenakan pakaian biasa, Albert berkata, "Aku akan masuk."


"Baik, Pak!" ujar seorang prajurit penjaga dengan tegas.


Setelah para prajurit penjaga membuka gerbang, Albert dan Dia segera mengejar pria paruh baya berambut coklat pendek yang sedikit kekar dan wanita seumurannya dengan rambut panjang coklatnya dari golongan penduduk biasa yang telah memasuki gerbang.


Melihat mereka tidak jauh berada dari tempatnya, Albert dan Dia segera mendekati mereka lalu menepuk bahu pria penduduk biasa tersebut. Albert pun berkata dengan mengintimidasi, "Mengapa kalian memasuki distrik khusus ini?"


Berbalik ke sumber suara, pria paruh baya tersebut membalas dengan sedikit terintimidasi, "Saya hendak bertemu dengan anak saya yang sedang hamil yang saat ini tinggal di salah satu mansion... Tuan."


Tidak menyangka atas jawaban yang diberikannya, Dia hanya dapat dibuat terkejut disamping Albert yang hanya dapat berkata, "Eh?"


...----------------...