
Tahun 1236, 1 Juli.
Mansion Margrave Rueter, Ibukota Lombart.
Sebelum Matahari Terbit.
Me—mengapa?!
Mengapa ini terjadi padaku?!
Sebenarnya, apa yang telah aku lakukan?!
Aku baru saja tiba, kau tahu?!
Tetap saja, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi!
Gnery hanya dapat bersujud bersama para ksatria—tidak terkecuali ksatria pengawal Excel—beserta para pelayan yang bertanggung jawab atas kediaman ibukota di halaman Mansion Margrave Rueter sebelum fajar menyingsing. Meskipun dia tidak mengetahui apapun dikarenakan dirinya yang baru memasuki distrik bangsawan setelah hari menjadi gelap, Gnery tidak lepas dari hukuman dikarenakan Ares berpikir bahwa dia adalah biang kerok dari serangan malam Excel.
"Kenapa tunanganku bisa minum alkohol?! Apa yang sebenarnya kalian lakukan?!" ujar Ares penuh kekesalan dalam nadanya.
"Mohon maafkan kami, Tuan," timpal para ksatria dan pelayan dengan penuh penyesalan.
Beberapa saat setelah dini hari tiba, Ares segera meraih kemenangan mutlak dikarenakan tunangannya yang bermain hingga pingsan tidak sadarkan diri dengan skor 11–4.
Tentu saja, Ares tidak dapat segera beristirahat dikarenakan harus mengembalikan tunangannya yang tidak sadarkan diri ke kamarnya yang berada di istana.
Setelah membersihkan tubuh tunangannya dengan handuk basah, Ares pun mengenakannya baju dan menyelimutinya dengan kain tebal.
Namun, dia menjadi sangat kesal setelah melihat para ksatria dan pelayannya terbaring pingsan di halaman mansion.
Mengabaikan mereka karena dirinya yang harus segera mengembalikan Excel menuju istana, Ares pun segera mengambil salah satu ksatria wanita pengawal dan menggendong mereka berdua di bahunya.
Setelah mengendap-endap dengan langkah cepat melalui jalan rahasia yang diketahuinya pada saat dunia ini masih berupa permainan, Ares pun tiba di kamar pribadi Excel melalui jendela balkonnya yang rusak dan segera membaringkan mereka berdua di tempat tidur.
Berpikir ksatria wanita tersebut akan tersadar sebelum matahari terbit karena kekuatan fisiknya yang cukup besar yang mana merupakan prajurit alih tugas dari pasukan khusus, Ares meninggalkan mereka dan kembali ke mansionnya.
Tak lama kemudian, dia pun melihat Gnery dan seseorang yang asing baginya sedang membangunkan para ksatria dan pelayan di halaman mansion. Berpikir bahwa belum saatnya tiba, Ares pun menunggu mereka semua hingga tersadar.
Segera setelah itu, Ares melangkahkan kakinya dengan kekesalan yang mendalam karena bisa saja janin yang dikandung Excel menjadi keguguran setelah melihat semua ksatria dan pelayan telah terbangun.
Tentu saja, mereka segera bersujud akibat kelalaian mereka yang membuat Excel menerobos mansion di tengah malam. Namun, ketenangan tetap ada di dalam hati mereka karena para ksatria dapat beralasan bahwa tidak mungkin menghentikan kekuatan Excel hanya dengan kekuatan mereka sendiri—sebelum mendengar perkataan Ares yang menyatakan bahwa Excel mabuk.
Kegelisahan segera melanda hati para ksatria dan pelayan. Tidak ada yang mengingat mengenai seseorang yang memberikan alkohol kepada Excel—bahkan jika itu hanya satu tetes.
Tentu saja, mulut mereka tertutup rapat. Para pelayan dan ksatria tentu mengetahui apabila Excel sedang mengandung seorang pewaris rumah yang mereka layani.
Tidak mungkin bagi mereka untuk memberikan sesuatu seperti alkohol dan barang sejenisnya yang dapat membahayakan kandungan.
Meskipun beberapa ksatria dan pelayan hendak membantah, namun mereka tidak dapat mengatakan hal tersebut dikarenakan kekesalan yang sangat dalam terukir di wajah Tuannya yang membuat perkataan tersebut adalah kebenaran.
"Aku telah mengatakannya kepada kalian, bukan?! Jangan memberinya alkohol!" ujar Ares yang sangat kesal.
Diam.
Hening.
Tidak ada yang dapat membalas perkataan Tuan mereka yang terdengar penuh amarah tersebut.
"Lagipula, apa yang sebenarnya kalian lakukan, Dia?!" tanya Ares penuh dengan kekesalan.
Dengan tetap mempertahankan posisinya yang bersujud, Dia menjawab dengan sedikit tergagap, "Y—Ya, Tuan! Sebelum kami tidak sadarkan diri karena terkena pukulan Yang Mulia, kami benar-benar melihat bahwa Yang Mulia tidak mabuk!"
Tidak ada diantara para ksatria dan pelayan yang pernah melihat ekspresi Ares yang sangat kesal seperti yang dia lakukan pada mereka saat ini, yang mana hal tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar serius.
Meskipun Ares benar-benar marah, dia tetap mempertahankan ketenangan pemikirannya.
Ares berpikir tidak mungkin bagi Dia, seorang ksatria yang memiliki loyalitas sangat tinggi dan merupakan kerabat dekatnya, akan membohonginya. Dia juga tidak berpikir apabila Klan Cornwall menyia-nyiakan waktunya hanya untuk membuat Excel mabuk jika mereka melakukan penyerangan atau penyamaran.
Jadi, hanya terdapat satu alasan yang sangat mungkin terjadi.
Eh—eh?!
Me—mengapa bulu kudukku berdiri?!
Saat melirik Ares yang mengalihkan wajahnya kepadanya, Gnery tiba-tiba menjadi sangat ketakutan hingga gemetar dan berkeringat dingin.
"Gnery, kau yang membuat Excel mabuk, bukan?!" ujar Ares penuh kekesalan.
Mengadahkan kepalanya, Gnery segera berteriak, "I—itu tidak—"
"Itu benar, Tuan!" ujar Dia sangat lantang.
"Benar, Tuan! Gnery adalah orang yang membuat Yang Mulia mabuk!" ungkap seorang ksatria pengawal lain.
"Eh?! Eh?!" ungkap Gnery yang mengalihkan pandangannya kepada para ksatria dengan tatapan seolah tidak percaya.
Tentu, para ksatria dan pelayan tidak dapat melepaskan satu-satunya kesempatan mereka untuk lepas dari hukuman, meskipun itu harus mengobarkan teman mereka sendiri.
"Benar, Tuan! Bahkan, saya melihat sebuah botol yang diproduksi dari wilayah utama yang mana Sersan Gnery baru saja berangkat dari Kota Ereth!" ungkap seorang pelayan wanita dengan lantang setelah melihat sebuah botol alkohol yang berada tak jauh dari tempatnya berada.
"Eh?! Tidak mungkin aku melaku—" balas Gnery.
Tentu saja, Gale membawa sebuah alkohol yang diproduksi dari Wilayah Rueter agar memuluskan penyamarannya. Akan aneh apabila dia membawa sesuatu seperti alkohol yang diproduksi dari wilayah lain saat menyamar sebagai seorang pelayan.
"Gnery, kau akan menjadi tukang kebun selama dua bulan penuh dan pemotongan gaji," sela Ares lalu berbalik dengan acuh tak acuh.
Hah?!
"Tidaaakk!" teriak Gnery lalu jatuh tersungkur.
Meskipun begitu, Ares adalah seorang bangsawan yang baik, dia menyadari bahwa Gnery juga memiliki keluarga. Jadi, dia berpikir agar memotong gaji Gnery sehingga hanya dapat memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya saja. Namun, Ares melihat sesuatu yang aneh dari pemuda yang bersujud di samping Gnery tersebut.
"Appraisal," ujar Ares dengan menargetkan pemuda tersebut.
......................
...[Status]...
Nama : Arthur
Umur : 18 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Gelar : Sersan Dua
Afiliasi : Margrave Rueter, Kerajaan Rowling
Statistik
Keahlian Senjata : 40 (+0)
Kelincahan : 48 (+0)
Kepandaian : 59 (+0)
Tubuh : 59 (+0)
Kepemimpinan : 80 (+0)
Loyalitas : 72
Moral : 70
Pelatihan : 68
......................
Gila...
Pantas saja, aku merasakan sebuah aura aneh seperti kewibawaan darinya.
Hmm, apakah aku harus menikahkannya dengan Elsa?
Yah, kupikir aku harus bertanya kepadanya terlebih dahulu setelah ini...
Aku tidak ingin membuatnya menikah dengan seseorang yang tidak disukainya.
Sembari menatap langit yang telah sedikit terang karena mentari yang hendak terbit, Ares memiliki perasaan rumit karena dirinya merupakan seseorang yang memiliki akal sehat dunia modern yang mana dirinya tidak ingin membuat adik tirinya mengalami rumah tangga yang tidak bahagia.
...----------------...