I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 75 : Munculnya Kekuatan Ketiga Dunia!



Tahun 1236, 5 Juli.


Mansion Margrave Rueter, Ibukota Lombart.


Siang Hari.


Bangsawan dan Gereja.


Dua golongan yang memiliki kekuasaan besar di dunia Regulus ini.


Jika seseorang bertanya mengenai apa yang menyebabkan mereka memiliki kekuasaan besar, tentu saja jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sumber daya yang dimilikinya.


Singkatnya, golongan bangsawan mendapatkan kekuasaan karena mereka menguasai sumber daya alam berupa pertambangan, laut, dan makanan. Berbeda dengan golongan bangsawan, entah apa agama yang dianutnya, gereja tentu saja menguasai hati para manusia.


Kekorupan para bangsawan serta keinginannya yang sangat melampaui batas, sering kali membuat penduduknya menderita. Pun tidak berbeda dengan dua agama terbesar di dunia ini, Arafant dan Mihiral, yang para pembesarnya telah lalai dari ajaran ketuhanannya.


Persinggungan dua golongan terbesar tersebut telah menciptakan konflik berkepanjangan hingga masa kini, yang mana masing-masing dari mereka hanya mempedulikan kepentingan golongannya tersendiri.


Sebagai agama yang telah diwariskan sejak era Kekaisaran Suci Regulus dahulu, Arafant tentu saja memiliki lebih banyak pengikut. Namun, sejak para bangsawan berpindah keyakinan kepada Agama Mihiral, era Kekaisaran Suci Regulus pun berakhir—yang mana membuat Kota Suci Elness hancur dan tergantikan oleh Kekaisaran Suci Alven yang masih berdiri kokoh hingga masa kini.


Pun demikian juga Agama Mihiral, yang mana menjadi kepercayaan utama bagi para penduduk Kekaisaran Renacles, memiliki pertambahan pengikut secara besar-besaran dan mulai berseteru dengan para pembesar Agama Arafant yang sejak dahulu kala telah tinggal di wilayah Kekaisaran Renacles.


Para penganut mulai berpindah mencari tempat yang nyaman. Menuju utara, para penganut Agama Arafant mulai tinggal di daerah utara—yang menjadi cikal bakal Kerajaan Holenstadt.


Tetap saja, Kaisar tidaklah bodoh. Dia memisahkan politik serta agama dari pemerintahannya, meskipun Agama Mihiral menjadi agama resmi di Kekaisaran Renacles.


Perang besar dua agama, yang telah terjadi sekitar 1500 tahun lalu, pun membentuk pemikiran bangsawan yang lelah dengan konflik umat beragama. Beberapa dari mereka mencari tanah menuju barat dunia serta beberapa diantaranya tetap tinggal dengan membentuk Kerajaan Holenstadt sebagai bentuk supermasi golongan bangsawan.


Belahan barat dunia serta Kerajaan Holenstadt, merupakan produk dari pemikiran supermasi bangsawan tersebut. Benar-benar menguasai tanah, mereka tidak menerima seorangpun dari kalangan gereja untuk tinggal menetap dan melarang adanya aktivitas kerohanian.


Tetap saja, makhluk berakal membutuhkan sebuah ketenangan yang berasal dari ajaran rohani. Karenanya, banyak ajaran-ajaran dari Agama Arafant serta Agama Mihiral yang tetap ada di segala lapisan masyarakat benua barat dan Kerajaan Holenstadt, meskipun para penguasa tidak menerima kehadiran seorang pendeta di wilayah mereka.


Namun, dalam empat ratus tahun terakhir, para bangsawan Kerajaan Holenstadt mulai menerima kembali masuknya pendeta ke wilayah mereka—meskipun pada saat itu Keluarga Kerajaan Holenstadt mempertahankan sikap awal mereka.


Arus dan tren semakin deras. Dalam dua puluh tahun terakhir, Keluarga Kerajaan Holenstadt pun menerima ajaran agama kembali.


Namun, akar masalahnya adalah para bangsawan dan pendeta dua agama yang mulai kembali memasuki ranah politik serta mendukung 4 pangeran yang berbeda dalam perebutan tahta—yang mana bagi Ares hanyalah sebagai kedok developer game untuk memulai sebuah perang dunia atau battle royale.


Masalah ini tentu saja membuat Edward el Honzermus—seseorang yang percaya akan supermasi bangsawan—menjadi sangat gelisah kembali.


Edward, yang merupakan seseorang yang mendukung penuh paham kapitalis—meskipun hal tersebut tidak diketahui olehnya—sangat menentang keras perubahan struktur politik di negaranya.


Bak nasi telah menjadi bubur. Edward tentu tidak dapat menahan arus politik hanya dengan dukungan yang sangat kecil. Para bangsawan negaranya secara mayoritas telah menganut sebuah kepercayaan, entah itu Arafant, Mihiral, atau bahkan menjadi Paganis.


Edward pun memahami, di dunia barat, apabila para bangsawan dibiarkan sendiri, mereka dipastikan akan mengalami konflik dalam waktu yang tidak lama karena keserakahan mereka—yang mana hal tersebut membuatnya menyerah akan era kekacauan yang mungkin saja dapat segera terjadi.


Namun, secercah harapan pun segera muncul melalui gendang telinganya. Perkataan yang benar-benar sangat ditunggu olehnya sejak dahulu kala.


"Jadi, mari kita membuat kekuatan ketiga di dunia ini," ajak Ares sembari tersenyum.


"Kekuatan ketiga?" tanya Gene heran.


"Ya, Guild Pedagang dan Bank," jawab Ares sembari tersenyum.


Tatapan Edward berbalik kembali menuju Ares. Penuh kekaguman, dirinya tidak pernah mengira bahwa Ares memiliki pemikiran yang serupa dengannya—yang mana dianggapnya hanyalah seorang bangsawan pemula berumur 17 tahun.


Sejenak, hasrat seorang pedagangnya kembali menggebu-gebu. Peluang besar tercipta tepat di depan matanya. Namun, dirinya menjadi curiga dengan tujuan yang ingin dicapai Ares.


Apa... yang sebenarnya menjadi tujuannya?


Tidak mungkin anak muda ini akan melindungi kepentingan kami tanpa adanya suatu imbalan besar.


Tapi, jika aku bertanya tentang hal itu di sini, para pedagang lain akan mulai ragu kembali.


Berpikir bahwa dirinya akan tetap tinggal untuk berbicara secara pribadi dengan Ares, Edward memutuskan tetap diam untuk saat ini.


Loic, Gene, serta pedagang lain tentu tidak memahami diperlukannya sebuah perkumpulan untuk para pedagang. Mereka berpikir bahwa perkumpulan tersebut hanya akan menghambat produktivitas perusahaan di samping akan adanya bentrokan kepentingan antar mereka sendiri.


"Bolehkah saya mengetahui alasan mengapa perkumpulan para pedagang dapat menjadi kekuatan ketiga dunia?" tanya Loic.


"Itu benar, Margrave. Apakah Anda tidak memahami diri kami yang sedikitpun tidak memiliki kekuatan militer? Meskipun kami dapat menyewa tentara bayaran serta memiliki angkatan bersenjata perusahaan kami tersendiri, tetap saja hal tersebut tidak mampu menandingi kekuatan militer para bangsawan serta pendeta," sambung Gene.


Senyuman masam pun terukir di wajah Ares. Bagi Edward, yang telah menebaknya dengan sempurna, dirinya hanya dapat memasang senyuman masam yang juga tidak berbeda dengan Ares.


Menangkat tangan sembari memberi tanda "3" melalui tiga jari terpanjangnya yang terangkat, Ares berkata, "Ada tiga hal yang pasti Anda sekalian akan dapatkan. Satu, perlindungan berupa kekuatan militer dari saya; Dua, pengembangan perusahaan; Tiga, pengendalian pasokan barang-barang."


"Saya mengerti sebuah dilema apabila Anda menganggarkan dana untuk kekuatan militer yang akan menjadi sia-sia mengingat sebuah perusahaan hanyalah elemen kecil yang bahkan tidak dapat menyaingi militer suatu negara," sambung Ares.


"Sebagai seorang bangsawan yang memiliki kekuatan militer besar, saya bermaksud untuk melindungi sebuah institusi yang menaungi kepentingan para pedagang. Lebih mudah bagi saya untuk melindungi satu perkumpulan yang sejalan dengan kepentingan saya dibandingkan melindungi banyak pedagang dengan tujuan yang berbeda-beda, bukan?" sambung Ares.


"Lalu, untuk pengembangan perusahaan. Izinkan saya bertanya tentang suatu hal terlebih dahulu, bagaimana rasa dari tempat duduk yang Anda duduki disaat menaiki kereta kuda yang menjemput Anda?" tanya Ares sembari tersenyum.


Ingatan mulai muncul kembali. Kekaguman akan sebuah teknologi yang dimiliki Ares sangat membuat para pedagang terkesan.


Tidak berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh para pedagang lain, seorang gadis berambut oranye panjang dengan mata lentik yang sedikit pendek berkata, "Luar biasa..."


"Seperti yang Anda duga, Perwakilan Persekutuan Lancester, Rose Lancester. Masing-masing perusahaan memiliki hasil penelitiannya tersendiri. Maka dari itu, kami dapat menggunakan sistem yang bernama paten untuk pengembangan lebih lanjut," ujar Ares.


"Paten?" tanya Loic yang penasaran.


"Benar, sistem dimana sebuah perusahaan akan memberikan royalti terhadap teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan lain dengan melakukan sebuah kesepakatan. Perusahaan yang meminjam teknologi tersebut akan terkena penalti apabila melakukan sebuah kecurangan. Yang tentunya, hal ini dapat dicapai lebih mudah dengan adanya sebuah Guild Pedagang yang bertindak sebagai pengawas kedua belah pihak," jawab Ares.


Rasa kagum mulai muncul.


Tidak ada diantara mereka yang pernah memikirkan ide seperti ini sebelumnya.


Pun tidak berbeda dengan Loic dan Gene, yang semakin menambah nilai dari seseorang yang bernama Ares von Rueter.


Namun, seseorang pun memecah kesunyian yang sejenak telah terjadi.


"Lalu, apa yang Anda maksud dengan Bank, Margrave?" tanya Edward.


"Elsa," panggil Ares.


Elsa menundukkan ringan kepalanya kepada Edward dan para pedagang lain. Dia pun berkata, "Bank adalah sebuah institusi yang akan dipergunakan sebagai tempat menyimpan dana nantinya. Namun, harap dipahami bahwa kami tidak akan membuat dana yang Anda simpan dalam keadaan pasif."


"Apakah Anda akan menggunakannya?" tanya Gene.


Sedikit berkerut.


Tidak menyenangkan mendengarkan bahwa uang mereka akan digunakan oleh Ares.


"Tentu saja, kami akan menggunakannya untuk memutar roda perekonomian di wilayah kami. Namun harap dipahami, kami tentunya akan memberikan bunga sebesar 0,5% dari dana yang Anda simpan setiap bulannya," jawab Elsa.


"Lalu, bagaimana bila dana tersebut tidak kembali?" tanya Loic yang berkerut.


Menatap pemuda yang memiliki kening berkerut tersebut, Elsa mengalihkan tatapannya karena sedikit malu.


"Kami... tidak, Margrave Rueter akan bertanggung jawab penuh sehingga Anda tidak akan merugi di masa depan, yang mana kami telah mendiskusikan hal ini sebelumnya," jawab Elsa.


"Terdapat beberapa layanan seperti deposito berjangka yang akan memberikan bunga sebesar 5% setiap tahun—" sambung Elsa.


"Hah?! Li—lima persen?!" sela Rose yang terkejut.


"Um, i—itu benar... meskipun dengan syarat bahwa dana yang Anda simpan tidak akan dapat dicairkan dalam kurun waktu 10 tahun..." sambung Elsa sedikit gugup.


Kelopak matanya sedikit berkedut saat dirinya memelototi Elsa. Rose tidak pernah mengira bahwa selain dapat mengamankan dana perusahaan, dana tersebut akan bertambah dengan sendirinya.


Tidak ada pedagang yang tidak tertarik dengan proposal yang diajukan Ares. Mereka tahu bahwa teknologi yang semakin maju meningkatkan taraf hidup masyarakat—yang mana mereka akan semakin banyak melakukan konsumsi—yang tentu akan kembali kepada mereka nantinya.


Tanpa pajak.


Produktivitas dari uang yang tidak bergerak.


Keuntungan akan pertukaran teknologi.


Dan tentu saja, keamanan yang terjamin.


Seolah hidangan lezat telah disuguhkan tepat di hadapannya, para pedagang membulatkan keputusannya untuk merasakan nikmatnya kelezatan tersebut.


Melihat reaksi para pedagang di dalam bidang pandangannya, Ares sekali lagi melukiskan senyuman yang penuh arti.


...----------------...


Catatan :


Tetap update setiap hari seperti biasa, pukul 23.05.


...----------------...