I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 56 : Pasukan Khususku, Luar Biasa!



Tahun 1236, 16 Juni.


Wilayah Terbatas Margrave Rueter.


Malam Hari.


Wilayah Terbatas.


Ide yang dicanangkan oleh Ares dimana dia menginginkan sebuah lokasi yang tidak dapat diakses oleh seorangpun kecuali perwira militer, peneliti yang tergabung dalam militer, pejabat berkepentingan, serta prajurit yang telah ditunjuk secara khusus.


Berada di daerah pesisir Wilayah Rueter hingga mencakup pulau yang dahulu telah ditandai Ares, tentunya memiliki banyak rahasia militer seperti perkembangan senjata terbaru, kapal perang dan kapal induk, dokumen rahasia, serta obat-obatan.


Sangat berbeda dengan penelitian yang dilakukan Ares untuk tujuan komersial seperti peralatan makan dari kaca dan keramik putih yang dipusatkan pada sebuah bangunan khusus di dalam area kastil Kota Ereth.


Lebih ketat dibandingkan dengan benteng yang berdiri kokoh di wilayah perbatasan dimana mereka yang masih memperbolehkan pedagang dan warga sipil mengaksesnya kecuali di beberapa tempat, Wilayah Terbatas bahkan tidak mengizinkan seorang prajurit biasa memasukinya kecuali telah mendapatkan izin dari Kepala Staf Tentara Margrave Rueter, Jenderal Don Krego, beserta Kepala Urusan Wilayah, Letnan Jenderal Renne Alteiser.


Di halaman suatu bangunan besar yang berada di tengah-tengah hutan Wilayah Terbatas, seorang pria yang mengenakan seragam militer khusus berwarna hitam dengan pangkat Letnan Kolonel di bahunya, sedang menatap tajam kepada beberapa orang yang berbaris di depannya dengan berdiri tegap.


"Di dalam hutan yang ada di sekitar bangunan ini, ada beberapa gulungan perkamen yang perlu kalian ambil, cari dan segera kembali!" teriak Albert tegas.


"Ya, Pak!" balas semua orang di depan Albert dengan tegas.


Mereka pun segera memberi hormat dan berbalik untuk keluar dari halaman. Melihat para kadet pasukan khusus yang baru saja direkrut, Albert hanya dapat mengerutkan keningnya.


Penurunan kualitas yang luar biasa...


Tetap saja, Albert bertekad untuk mendidik dan melatih mereka agar lebih baik dibandingkan dengan pasukan khusus yang berada di bawah ibunya.


Beberapa hari yang lalu, Canaria telah memilih beberapa prajurit yang direkomendasikan bergabung dengan pasukan khusus untuk regenerasi pasukan. Tentu saja, mereka adalah para prajurit yang Canaria pilih dengan cermat dan telah bergabung lebih dari 5 tahun di dalam ketentaraan yang memiliki pangkat setidaknya Sersan.


Banyak keuntungan apabila bergabung dengan pasukan khusus seperti gaji dan tunjangan yang lebih banyak, kenaikan pangkat luar biasa, pensiun yang tidak dapat dibandingkan dengan yang diterima oleh seorang perwira biasa, serta mengetahui beberapa rahasia militer.


Tentu saja, berbanding lurus dengan dampaknya yang mana apabila mereka berkhianat atau melakukan hal yang merugikan House of Rueter, mereka akan dijatuhi hukuman mati dalam 4 generasi.


Singkatnya, apabila mereka berkhianat, seluruh keluarga mereka akan segera dieksekusi. Apalagi, mereka tidak akan dapat melarikan diri dengan aman mengingat Ares telah mengantongi data pribadi masing-masing anggota keluarga mereka.


Di tengah kegelapan hutan, seorang kadet pasukan khusus melihat sesuatu seperti gulungan berwarna kecoklatan. Dia pun segera mengarahkan tangan kanannya untuk mengambil benda tersebut—


JRAT!


Pemuda itupun segera menarik kembali tangannya dan tiba-tiba sebuah anak panah menusuk batang pohon di depannya.


Eh?


Mengapa aku tidak merasakan kehadiran apapun?


Aneh karena tidak merasakan kehadiran apapun, namun instingnya memperingatkan akan bahaya.


Menjadi panik, gelisah, jantung berdegup kencang karena takut akan kematian, pemuda tersebut segera berlari menjauhi tempatnya berpijak.


JRAT!


JRAT!


JRAT!


Melewati beberapa pepohonan, selalu saja batang pohon yang baru saja dilewatinya terdengar suara anak panah yang menusuk.


Jika dia benar-benar serius membunuhku, aku bisa mati kapan saja!


Bagi pasukan khusus yang dididik oleh Canaria, mereka telah distandarisasi agar dapat melakukan operasi tanpa kehadiran dirinya, menahan segala suara dan napas agar sunyi senyap, menggunakan senjata secara cepat dan akurat di tengah kegelapan, serta kuat berada di segala medan.


KRAK!


Eh, jebakan?!


Mengapa aku tidak dapat membedakannya?!


Tanpa sengaja, kakinya menginjak sesuatu yang menurutnya sangat rapuh. Segera, prajurit tersebut segera terperosok jatuh karena tanah yang dipijaknya seketika menghilang.


Berbeda dengan jebakan biasa, jebakan yang ada di hutan ini telah dibuat sangat natural yang menyebabkan kadet pasukan khusus yang sangat berpengalamanpun akan kesulitan membedakannya.


"Aaahhh!" teriak prajurit tersebut.


Tak jauh dari tempatnya berada, seorang gadis kadet sedang berlarian dengan panik menghindari beberapa batang pohon karena menghindari beberapa anak panah yang tertuju padanya.


Eh?!


Pelatihan macam apa ini?!


Mengapa sangat mengerikan?!


Tak berselang lama, dia merasa tembakan anak panah yang ditujukan kepadanya telah berhenti. Menahan lututnya dengan menggunakan kedua tangannya, gadis tersebut terengah-engah karena sangat kelelahan.


"Hah... hah... hah..." ucap gadis tersebut.


Hendak mendudukkan tubuhnya yang kelelahan, dia segera merasa dampak angin yang melewatinya karena sebuah tombak yang meluncur tepat di samping wajahnya.


JRAT!


Aliran yang disebabkan oleh darah yang menetes segera tercipta di pipinya. Ketika dia mengusap wajahnya, gadis tersebut segera dilanda kepanikan yang luar biasa.


Insting membunyikan alarm hebat di dalam pikirannya. Seketika menghindar, sebuah tombak pendek segera melewati tempat tubuhnya sebelumnya berada.


JRAT!


Sial!


Lari!


Mempercepat langkahnya, dia segera merasakan bahwa ancamannya tidak lagi hanya sekedar tombak yang meluncur ke arahnya.


GROAARR!


Seketika, muncul beberapa pasang mata merah yang mengikutinya dari balik pepohonan, gadis tersebut merasa keadaan yang dialaminya benar-benar semakin gawat.


Sialan!


Jika saja aku tidak tergiur dengan komisi menjadi seorang anggota pasukan khusus, aku tidak akan pernah menderita seperti ini!


JRAT!


JRAT!


Tak hanya tombak pendek yang sesekali meluncur ke arahnya, sekali lagi puluhan anak panah seketika meluncur untuk merampas hidupnya.


"Aaaaahhh!" teriak gadis tersebut yang panik dan ketakutan.


Di halaman bangunan, Albert segera mengerutkan kening terhadap sesuatu yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia melangkahkan kakinya mendekati benda yang berada di atas meja tersebut dan mengambilnya.


Dengan mengamati sebuah botol yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya, Albert bertanya kepada seorang perwira yang saat ini menjadi ajudannya, "Apa ini?"


"Ya, Pak! Itu merupakan Bom Molotov tipe api yang baru-baru ini dikembangkan oleh Tuan!" jawab perwira tersebut.


"Tipe api?" tanya Albert yang masih tidak mengerti.


"Terdapat dua tipe Bom Molotov yang telah kami kembangkan, yang Anda saat ini genggam adalah tipe api dimana bom tersebut dapat menyebabkan kebakaran hebat apabila dilemparkan menuju bangunan yang telah disiramkan minyak atau dipenuhi banyak jerami. Yang lainnya adalah tipe serpihan dimana bom tersebut akan meledak dan menyebabkan sekitarnya terdampak serpihan seperti paku dan lainnya," jawab perwira tersebut.


Mengerikan...


Siapa yang membuat hal seperti ini?


Mendengar hal tersebut, Albert hanya mengerutkan kening karena memikirkan dampaknya yang begitu hebat apabila digunakan dalam operasi sabotase.


"Siapa yang memiliki ide ini?" tanya Albert.


"Tuan Ares, Pak!" jawab perwira itu dengan tegas.


Tak kusangka...


Dalam beberapa hari terakhir, Albert merasa terus-menerus dikejutkan dengan perubahan keponakan sekaligus Tuannya. Mulai dari kebijakan-kebijakan yang dia buat, infrastruktur yang dibangun Tuannya yang menurutnya sangat berpengaruh besar meskipun terlihat remeh, hingga lembaran perkamen yang digunakannya untuk memastikan seluruh identitas penduduknya.


Albert juga telah melihat satu kapal perang yang begitu besar di daerah pantai beberapa waktu lalu yang membuatnya sangat tercengang hingga tidak dapat berkata-kata.


Hanya satu hal yang ada di dalam pikirkannya saat ini.


Dari mana keponakanku mendapatkan uang yang begitu banyak?


Mengabaikan pemikirannya yang dapat dia tanyakan kepada ibunya nanti, Albert memfokuskan pikirannya menuju botol yang saat ini sedang diamatinya.


"Apakah ada tempat untuk menguji coba bom ini? Aku ingin melihatnya secara langsung," ujar Albert.


"Ya, Pak. Kami menguji coba segala persenjataan militer secara terpusat di Benteng Ulfreed," jawab perwira tersebut.


"Baik," timpal Albert.


Tak lama kemudian, seorang prajurit mendatangi Albert dan segera memberi hormat.


"Lapor, Anda memiliki suatu pesan, Pak!" ujar prajurit tersebut.


Setelah prajurit tersebut menyerahkan gulungan perkamen yang dibawanya, Albert segera membuka segelnya dan membacanya.


Hm?


Pelatihan menyekop untuk pasukan khusus?


Perintah Tuan Ares?


Membaca isinya, Albert segera tersadar akan strategi penyerangan tanpa banyak korban apabila musuh memiliki meriam yang akurat sebagai senjata pertahanan benteng atau tembok kota. Setelah membaca isinya, Albert mengadahkan kepalanya untuk menatap langit malam berbintang.


Sekali lagi, dari mana Tuan mendapatkan ide seperti ini?


Tetap saja, aku sangat bersyukur bahwa Milly tidak bersama dengan seorang pria yang asing bagiku.


...----------------...