
Tahun 1236, 4 Juni.
Kastil Margrave Rueter, Kota Ereth.
Sore Hari.
Seorang ksatria tua bertubuh kekar dengan rambut coklat pendek yang memiliki pangkat jenderal di bahunya, sedang menyusuri lorong dengan bimbingan seorang pelayan dan ditemani oleh seorang ksatria yang baru saja lulus dari pelatihan di belakangnya.
Ketika para pelayan, pejabat, dan tentu saja perwira militer lain berpapasan dengannya, mereka segera menghentikan langkahnya dan menundukkan ringan atau memberi hormat kepadanya karena jabatannya yang begitu tinggi di dalam struktur kemiliteran Margrave Rueter.
Tak berselang lama, dia pun melihat di depannya seorang perwira wanita tua yang memiliki pangkat tinggi lainnya setelah berbelok.
"Nyonya?" ejek Don dengan tersenyum kecut.
Canaria menghentikan langkahnya. Berbalik dengan perasaannya yang sedikit sebal, Canaria pun menenangkan dirinya kembali dan berkata, "Aku saat ini hanyalah seorang perwira militer biasa."
"Yah, baiklah," ujar Don yang tetap melanjutkan langkahnya kembali.
Dengan pelayan pemandunya yang mundur untuk berjalan di belakang mereka, Don bertanya, "Bagaimana keadaan Wilma? Aku bahkan tidak merasakan waktu telah berlalu secepat ini."
"Dia baik-baik saja, Milly bersamanya dengan para wanita lainnya. Lagipula, bukankah kamu juga sudah tua?" jawab Canaria.
Mendengarnya, Don hanya dapat melukiskan senyum kecut di wajahnya.
Tak berselang lama, mereka tiba di depan pintu ruangan yang merupakan kantor Kepala Urusan Wilayah Rueter.
Canaria segera mengetuknya dan berkata, "Letnan Jenderal, kami telah tiba."
"Silakan masuk," jawab Renne dari dalam.
Sebelum memasuki ruangan, Don berkata, "Arthur, tunggulah sebentar di luar ruangan."
"Ya, Pak," jawab Arthur tegas.
Setelah pelayan tersebut membuka pintu, Canaria dan Don memasuki ruangan dan bertemu tiga orang yang sangat dikenal oleh mereka.
Sedikit terkejut dengan kedatangan Albert dan Dia, Don bertanya, "Apakah kalian berdua sudah lama berada di sini?"
"Tidak, Jenderal. Kami baru saja tiba," jawab Albert dengan tersenyum masam.
Mengetahui Albert dan Dia yang telah meninggalkan wilayah selama lebih dari 4 tahun, Don pun segera menundukkan dalam kepalanya dan menyesal, "Aku benar-benar menyesal karena tidak dapat menjaga Tuan saat berperang melawan Natrehn 2 tahun yang lalu."
Mengingat saudara tirinya, pendahulu House of Rueter dan ayah Ares, Albert hanya dapat tersenyum dan memasang wajah sedih. Bagi Albert, saudara tirinya merupakan sosok yang sangat baik kepadanya.
"Tidak apa-apa, Tuan Ares telah berhasil membalaskan dendam saudaraku," timpal Albert dengan nada yang terdengar sedih.
Ingin mengubah suasana yang menjadi sedikit suram, Renne pun bangkit dan berkata, "Kami akan melakukan pertemuan di ruang rapat," dan berjalan ke luar ruangan diikuti oleh empat orang lainnya.
Melihat seseorang yang asing baginya di luar ruangan, Renne memanggil, "Don."
"Perkenalkan, dia adalah Arthur, seseorang yang aku katakan padamu beberapa waktu lalu," jawab Don.
Arthur segera memberi hormat dan berkata, "Ya, Bu."
Sejenak menatap Arthur, Renne pun setuju dengan pendapat Don. Namun, karena dirinya yang saat ini tidak memiliki waktu dan tidak ingin diganggu, Renne berkata, "Temui seorang sersan bernama Gnery di halaman istana dan minta beberapa pengalaman kepadanya. Lalu, temui aku esok setelah matahari terbit."
"Ya, Bu!" jawab Arthur tegas dan berbalik pergi.
Mereka berlima segera berpindah menuju ruang rapat dengan meja berbentuk U di dalamnya. Setelah duduk dengan Renne yang berada di tengah-tengah karena merupakan pejabat tertinggi, Renne berkata, "Tolong berikan laporan kalian."
"Ya, Bu!" jawab Albert dan Dia tegas.
Dia segera mengeluarkan beberapa gulungan perkamen dari tas yang dibawanya dan menyerahkannya kepada Renne.
Setelah melihat Renne telah membuka salah satu gulungan perkamen tersebut, Dia segera memberikan kesan tegas di raut wajahnya dan berkata, "Kami telah mengunjungi beberapa negara di benua timur, meskipun banyak negara tersebut terlihat tenang dari luar. Namun, perpolitikan mereka sangat tidak sehat."
"Kerajaan Holenstadt, kah..." ujar Canaria.
Tidak ada dari mereka yang tidak mengetahui wilayah timur yang sedang dilanda kekacauan akibat Kerajaan Holendstadt, yang di dalamnya terdapat dualisme kekuasaan dikarenakan kerajaan tersebut yang terpengaruh dengan dua negara terbesar di dunia, Kekaisaran Suci Alven dan Kekaisaran Renacles.
Apabila para bangsawan barat melihat keadaan di timur, tentu saja mereka menganggapnya tidak membahayakan mereka dikarenakan dualisme tersebut yang akan saling menahan gerakan politik apapun.
"Jika kami boleh berpendapat... saya kira mereka tidak akan bergerak dalam waktu beberapa tahun ke depan..." jawab Albert.
Renne pun memberikan beberapa lembar perkamen yang telah dibacanya kepada Don dan Canaria.
Setelah keheningan selama beberapa saat, Canaria pun mengambil sebuah gulungan perkamen kecil dari sakunya dan menyerahkannya kepada Albert.
"Bolehkah saya mengetahui ini, Bu?" tanya Albert.
"Buka saja," jawab Canaria.
Menuruti keinginan orang tuanya, Albert segera membuka gulungan tersebut dan melihat beberapa titik dengan garis aneh yang tidak dipahaminya.
"Apa... ini?" tanya Albert yang tidak mengerti.
"Beberapa pekan lalu, aku telah mendapatkan sebuah pesan dari Tuan Muda untuk mempelajari isi dari perkamen tersebut. Tuan Muda menyebutnya sebagai Sandi Morse, salah satu kode yang dipikirkan beliau sendiri," jawab Canaria yang sedikit memiliki nada bangga.
Tentu saja, Ares tidak mengatakan bahwa itu dipelajarinya dari dunianya yang sebelumnya. Tetap saja, Ares memberikan suatu bantuan bersama sandi di dalam perkamen tersebut agar mereka dapat segera menguasai sandi tersebut dengan mudah.
Melihat isi perkamen tersebut bersama dengan isinya, Albert kebingungan dengan tujuan Ares menciptakan hal ini, dia pun bertanya, "Untuk apa Tuan Muda menciptakan hal yang rumit seperti ini?"
"Apakah itu rumit? Hanya dalam waktu satu pekan, kami bertiga dapat segera menguasainya, kamu tahu?" balas Renne yang tersenyum masam.
Segera menatap kembali dengan lebih seksama, Dia menemukan suatu pola yang sengaja dibuat Ares untuk membuatnya dapat dipelajari lebih mudah.
"Sebelum menjawab pertanyaanmu sebelumnya, aku ingin memberitahumu jika setelah kamu mendengarnya, kamu tidak akan dapat kembali lagi, Nak," jawab Canaria dengan mengintimidasi.
Memahami bahwa ini merupakan sesuatu hal yang besar, Albert dan Dia segera mengalihkan pandangannya pada satu sama lain dan saling mengangguk.
"Kami siap," jawab Albert tegas.
Sedikit terintimidasi dengan tatapan Canaria, Dia tanpa sadar menelan ludahnya karena tekanannya yang sangat berat.
"Tuan Ares... hendak mengkudeta kerajaan," timpal Canaria serius.
Mata mereka berdua seketika melebar, meskipun Albert tidak berani untuk bertanya mengenai alasannya, namun jika Ares berniat untuk menguasai kerajaan, seharusnya dia dapat menggunakan tunangannya yang merupakan salah satu pewaris tahta.
Dengan sedikit takut, Albert berkata, "Mohon maaf apabila perkataan saya yang sangat tidak sopan, namun mengapa Tuan Muda tidak mengambil alih kerajaan bersama dengan Putri Excel?"
"Karena tujuan beliau bukan hanya Kerajaan Rowling saja," jawab Don tanpa penundaan.
"Eh?" ujar Albert dan Dia yang terkejut.
"Jadi, aku, Kepala Staf Tentara Margrave Rueter, Don Krego, memerintahkan kepada Letnan Kolonel Albert Vienna untuk memimpin pasukan khusus serta Kolonel Dia Vienna sebagai Ketua Regu Pengawal Margrave Rueter!" perintah Don tegas.
Sedikit terkejut dengan perintah yang diberikan Don, yang menurut mereka seharusnya tidak dipasrahkan kepada mereka, namun mereka mengalihkan pikirannya dengan menjawabnya terlebih dahulu.
"Ya, Pak!" timpal Albert dan Dia serentak dengan nada tegas.
Melihat sedikit ketekerjutan dari mereka, Renne segera tersenyum kecut dan berkata, "Ada dua alasan kami memerintahkan hal ini kepada kalian berdua. Bagi kami, kamu, yang telah memiliki banyak pengalaman yang kamu dapatkan saat mengitari dunia, dapat memimpin dan melatih pasukan khusus dengan lebih baik dibandingkan dengan Mayor Jenderal Canaria. Untuk kepala pengawal, aku tidak melihat seorang perwira tingkat tinggi berpengalaman selain kamu dan Robert."
Albert pun menyadari bahwa dia harus segera mempelajari sandi ini dan mengajarkannya kepada masing-masing anggota pasukan khusus.
Teringat dengan bawahannya yang sedikit menyedihkan, Dia bertanya, "Mengapa bukan Gnery?"
Don, Canaria, serta Renne segera tersenyum kecut saat mendengarnya.
"Kami... mendapatkan perintah dari Tuan Muda untuk mempermalukannya karena baginya, Gnery sangat mengecewakan. Tentu saja, hal tersebut dituliskan oleh Tuan Muda dengan menggunakan Sandi Morse tersebut," jawab Renne.
Albert dan Dia hanya terdiam saat mendengarnya. Berbeda dengan Dia yang sekali lagi bersedih dikarenakan dia yang harus berpisah dengan cucunya kembali, Albert memikirkan berbagai hal di dalam benaknya.
Me—mengapa keponakanku berubah secepat ini?!
Bukankah dia dahulu adalah seorang pendiam?!
Aku benar-benar tidak mengerti!
...----------------...