
Tahun 1236, 5 Juli.
Mansion Margrave Rueter, Ibukota Lombart.
Pagi Hari.
Kesan.
Merupakan hal penting yang sangat berpengaruh untuk mendapatkan suatu kepercayaan dari orang lain. Pun demikian juga hal yang dilakukan Ares kepada para pedagang tersebut.
Bersama dengan adik tirinya, Elsa, yang berperan sebagai asistennya serta Wein, seseorang yang bertanggung jawab atas perusahaan yang berafiliasi dengan House of Rueter, Ares menyambut satu persatu para pedagang tersebut dengan perlakuan seperti bagaimana dirinya memperlakukan seorang ksatria.
Namun, disaat dirinya menatap Loic—perwakilan dari Firma Coulent yang memiliki kuasa penuh atas perusahaannya—Ares tidak menemukan tunangannya yang membuat dirinya merasa aneh, sangat berbeda dengan para perwakilan pedagang lainnya yang dibersamai oleh istri atau tunangannya.
Bagi seseorang yang hidup di era abad pertengahan, pasangan merupakan simbol status sosial.
Seorang bangsawan akan menjalin hubungan dengan rumah lain untuk kepentingan dua rumah tersebut dengan menikahkan kedua pewarisnya, apalagi jika rumah lainnya merupakan rumah bangsawan besar.
Pun tidak berbeda dengan seorang pedagang besar, mereka akan membuat suatu koneksi pribadi dengan seorang bangsawan melalui jalur pernikahan—yang bahkan terjadi kasus khusus seperti Firma Coulent yang mana setiap pewarisnya diharuskan untuk menikahi bangsawan kekaisaran agar Kaisar dapat mengendalikan pengaruhnya, meskipun tidak secara langsung.
Berbeda dengan Ares, yang diketahui akan melangsungkan pernikahannya dalam beberapa hari ke depan sehingga Excel tidak dapat hadir, akan aneh jika Loic—yang merupakan pewaris kedua dari suatu perusahaan besar—tidak membawa serta tunangannya.
Ares pun segera mengalihkan pemikirannya yang sia-sia tersebut, tidak mungkin baginya untuk mempermasalahkan hal ini. Matanya seketika terpejam sembari dirinya menarik napas dalam dan perlahan mengeluarkannya.
Kesan sebagai seorang bangsawan yang menghormati seseorang yang berkasta lebih rendah tentunya telah melekat di dalam benak para pedagang.
Bagus.
Saatnya melakukan langkah kedua.
Membuka kedua matanya sembari melukiskan ekspresi serius di atas wajahnya, Ares berkata, "Saya menginginkan Anda sekalian untuk membuka toko di wilayah saya, atau lebih tepatnya Zona Perdagangan Bebas, Kota Hauzen."
Kata-kata yang sangat berterus-terang terlontar dari mulut Ares.
Lugas.
Tanpa sedikitpun intrik licik.
Dan tentu saja, sarat akan kejujuran.
Semua orang yang hadir—termasuk Elsa dan Wien yang duduk di kedua sisinya—tanpa sadar membuka lebar kedua matanya karena sangat terkejut.
Pun tidak berbeda dengan Edward el Honzermus—pedagang yang juga merupakan seorang bangsawan tulen—sangat terkejut dengan isi perkataan tersebut. Dia menilai bahwa Ares akan berbicara seperti bangsawan lain yang menurutnya penuh akan intrik licik.
Sebelumnya, meskipun para pedagang memiliki kesan positif terhadap Ares, mereka tentunya tetap bersikap waspada terhadapnya mengingat orang yang mengirimkan undangan kepada mereka juga merupakan seorang bangsawan tulen.
Penuh akan kejutan, Gene tidak pernah bertemu seseorang seperti Ares selama hidupnya yang panjang. Gene pun menutup mulutnya untuk menahan dirinya yang hendak tertawa—yang tentunya segera diingatkan oleh istrinya untuk bersikap sopan.
Senyuman masam pun terukir. Sembari menatap reaksi para pedagang, Ares bertanya, "Apakah Anda sangat terkejut?"
"Tentunya, tidak ada yang akan menyangka bila Anda akan berterus terang seperti itu, Margrave," jawab Edward dengan tersenyum masam.
"Begitukah, Marquis Honzermus?" timpal Ares dengan nada seolah bertanya-tanya.
"Tidak perlu, Anda cukup memanggil saya dengan nama pribadi saya. Saat ini, saya bertindak hanya sebagai seorang pedagang, Margrave," balas Edward lalu tersenyum kecut.
"Baiklah," timpal Ares.
"Meskipun kami cukup tertarik dengan proposal yang Anda berikan kepada kami, namun bolehkah kami memahami maksud dan tujuan Anda, Margrave?" ujar Loic.
Tanggapan positif datang dari perwakilan perusahaan terbesar di dunia. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Ares berkata, "Tolong, Elsa."
"Baik, Tuan," timpal Elsa.
Bediri dari kursinya, Elsa pun mendatangi masing-masing para pedagang beserta pasangannya tersebut dan memberikan selembar perkamen.
Menatap wajah adiknya yang sedang membagikan perkamen, Ares melihat tatapannya yang sesekali melirik seorang pemuda yang juga merupakan perwakilan Firma Coulent tersebut.
Apakah kamu tertarik padanya, Elsa?
Keputusan segera diambil Ares yang mana dirinya akan bertanya di lain waktu kepada adik tirinya yang merupakan satu-satunya kerabat sedarahnya yang masih tersisa.
Mengabaikan hal tersebut untuk dipikirkan nanti, Ares berkata, "Seperti apa yang telah saya tuliskan di dalam undangan yang mana penjelasan lebih rinci terdapat di dalam perkamen tersebut, saya memiliki tujuan untuk mengembangkan wilayah saya lebih lanjut."
"Saya menyadari bahwa keadaan timur dunia yang belakangan semakin memanas sehingga membuat Anda sekalian resah. Tentu, di samping saya yang berniat menanfaatkan perusahaan Anda untuk memperkaya wilayah saya, saya menyadari bahwa Anda sekalian membutuhkan suatu tempat aman untuk menyimpan uang yang Anda miliki," sambung Ares.
"Anda sangat peka dengan keadaan belahan dunia bagian timur bukan, Margrave?" timpal Edward dengan tersenyum kecut.
"Tentu, maka dari itu, Anda dapat memindahkan uang yang Anda miliki menuju wilayah saya, yang bebas pajak, sebelum terkuras di negara Anda sendiri nantinya, Tuan Edward," canda Ares.
Pembawaannya menyenangkan, terasa sangat bersahabat.
Para pedagang segera memeriksa isi perkamen, beberapa diantaranya benar-benar menatapnya dengan seksama.
Tentu saja, undangan yang dikirimkan kepada para pedagang memiliki isi yang berbeda-beda. Lebih menonjolkan atas masalah yang terjadi di negara utamanya sembari memberikan solusi apabila mereka bertempat di Kota Hauzen.
"Meskipun saya telah menuliskan hal ini di dalam undangan yang saya kirimkan sebelumnya, izinkan saya menjelaskan secara garis besar mengenai Zona Perdagangan Bebas yang terdapat di wilayah saya, yang mana secara mendetail terdapat di dalam lembaran tersebut," ujar Ares setelah melihat Elsa duduk kembali di sampingnya.
Beberapa pedagang berpaling, beberapa diantaranya tetap melihat perkamen dengan seksama. Namun, tidak ada yang tidak memfokuskan pendengarannya terhadap apa yang akan dikatakan oleh Ares.
"Zona Perdagangan Bebas, yang bertempat di Kota Hauzen, memiliki aturan yang tidak terikat dengan undang-undang yang berlaku di wilayah saya. Mengedepankan kepentingan bagi para pedagang, saya lebih mengutamakan untuk membuat aturan yang sangat berpihak kepada Anda sekalian," sambung Ares.
"Regulasi mengenai pajak dan pendapatan pemerintah tersendiri, hanya berlaku pada para pekerjanya, yang mana saya akan mengambil pajak sebesar 10% dari setiap pekerja dalam setiap bulannya. Jadi, kami tidak akan mengambil pembiayaan apapun mengenai bea masuk barang serta pajak dari keuntungan perusahaan Anda," sambung Ares.
"Dengan syarat bahwa Anda sekalian hanya akan mengambil tenaga kerja dari penduduk saya. Oh benar, karena hal tersebut, terdapat aturan yang melarang keras mengenai penyeludupan serta imigrasi ilegal di seluruh Wilayah Rueter... meskipun itu hanyalah seorang budak," sambung Ares.
"Tentu saja, hal ini berbeda dengan pelabuhan yang tetap membutuhkan biaya dalam penggunaannya," sambung Ares.
Hening.
Semua terdiam memikirkan tawaran yang sangat menarik bagi mereka. Namun tetap saja, banyak dari para pedagang yang tetap ragu akan proposal yang diberikan oleh Ares tersebut.
Menteri Keuangan Kerajaan Holenstadt, Edward el Honzermus, tersadar akan kesuksesan regulasi yang dicanangkan Ares tersebut. Meskipun dia memiliki niat yang menggebu-gebu untuk meniru kebijakan Ares serta merealisasikan rencana ini di negaranya, Edward segera mengurungkan niatnya karena keadaan politik kerajaan yang sangat kacau.
Bahkan, dirinya merasa tidak aman dengan uangnya sendiri yang berada di dalam negaranya dan memiliki keinginan untuk memindahkannya ke negara lain.
Bagi para pedagang yang berakar kuat di belahan timur dunia, keadaan mereka sangat terdesak mengingat situasi politik yang sangat kacau akibat perseteruan para bangsawan serta dua agama. Walaupun mereka telah mendapat permintaan untuk membuat banyak senjata—yang mana keuntungan mereka akan melimpah—tetap saja tidak banyak kerajaan yang membayar mereka secara kontan.
Apabila perang terjadi, kekayaan mereka yang berada di dalam negara yang mengalami kekalahan perang juga akan ikut hangus mengingat penjarahan yang biasa dilakukan oleh para tentara.
Berbeda dengan belahan dunia timur—yang mana para bangsawan dan pendeta memiliki kekuatan politik serta militer yang besar—bagian barat dunia benar-benar hanya dikuasai oleh golongan bangsawan saja, yang mana para pedagang tersebut menganggap benua barat adalah tempat yang lebih aman karena politik yang relatif stabil.
Meskipun begitu, mereka menyadari bahwa benua barat yang juga tidak dapat dikatakan aman saat ini.
Berbeda dengan para pedagang yang telah berakar di benua barat yang seolah telah menerima takdirnya sembari menyuap para bangsawan untuk melancarkan produktivitas perusahaannya, para pedagang timur mengetahui situasi politik Kerajaan Rowling yang berada dalam perebutan tahta, Kerajaan Natrehn yang hendak berperang melawan federasi, Aliansi Tiga Kerajaan yang saling memiliki dendam, Republik Ecasia yang dipimpin oleh delapan keluarga yang mana sering terjadi gejolak politik.
Dengan keterpaksaan, banyak dari para pedagang yang bermaksud untuk mengalihkan uangnya menuju Kerajaan Normadia—meskipun mereka mengetahui bahwa negara tersebut adalah negara bawahan dari Aliansi Tiga Kerajaan.
Tepat sebelum hal itu terjadi, surat undangan yang dikirimkan oleh Ares tiba di tangan mereka.
Secercah harapan muncul.
Tetap saja, terdapat keraguan besar di dalam hati mereka yang terdalam.
Gene—yang merupakan seseorang yang telah memakan asam garam kehidupan—pun juga tidak berbeda dengan para pedagang lain. Ia pun mengangkat tangannya sembari memasang ekspresi serius di wajahnya.
"Silakan, Perwakilan Firma Lounders," ujar Ares.
"Bagaimana Anda akan melindungi kepentingan kami?" tanya Gene.
Tersenyum cerah, Ares tentu mengetahui kekhawatiran Gene—yang mana kepentingan tersebut dapat dikatakan sebagai uang—yang juga tidak berbeda dengan para pedagang lain.
"Saya... adalah seorang bangsawan yang memiliki prestasi militer berupa kemenangan atas perang melawan 80.000 Tentara Kerajaan Natrehn dengan kepala Sang Jenderal, Barlock von Renus, hanya dengan 12.000 prajurit serta telah mendapatkan Tanah Vietra yang mana tidak ada Raja Kerajaan Rowling sebelumnya yang telah mendapatkannya," jawab Ares.
Seketika hening kembali.
Meskipun mereka mengetahui tentang fakta tersebut, para pedagang seolah tetap tidak ingin mempercayainya.
"Dan juga... meskipun tunangan saya merupakan anggota keluarga kerajaan, saya tidaklah mengambil peran dalam perebutan tahta... yang mana dapat dipastikan kepentingan Anda akan baik-baik saja," sambung Ares.
Tatapan Ares tertuju pada para pedagang yang memiliki wajah rumit. Ia pun bertanya, "Apakah Anda masih meragukan saya?"
"Maaf..." jawab Loic.
Begitu.
"Jadi, mari kita membuat kekuatan ketiga di dunia ini," ajak Ares sembari tersenyum.
"Kekuatan ketiga?" tanya Gene heran.
"Ya, Guild Pedagang dan Bank," jawab Ares sembari tersenyum.
Menatap mayoritas pedagang yang terlihat kebingungan, Ares hanya dapat melukiskan senyum kecut di wajahnya.
Sedikit lagi...
Setelah itu, ayo rampok uang mereka atas nama deposito berjangka.
...----------------...